Langsung ke konten utama

Postingan

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang beberapa hari sih) sudah melaksanakan imunisasi MR, vaksin untuk pencegahan virus campak dan rubella as known as campak Jerman (btw campak aja keren ya pake embel2 negara si Bang Michael Ballack, hadeuh...). Virus ini memang belum ada obatnya jika sudah "bermain-main" ditubuh kita, tapi Alhamdulillah bisa dicegah, Imunisasi MR-lah solusinya saat ini. So far, Guin gak menunjukkan gejala apapun sebagai reaksi diberikan imunisasi MR ke tubuhnya.
Yuhuuu, meski kami sudah berdomisili di Citayam, Depok, dan Faskes utama BPJS-pun sudah pindah juga ke seputaran Citayam, kami masih prefer memilih RSBK buat ngasih Guin vaksin MR. Pertimbangan ayahnya siy karena rekam medis Guin yang sudah dari awal ngejogrok disana, dari saya hamil, bersalin, dan Imunisasi lainnya si Guin @RSBK, jadi ya nggak mau pusiang ini dan itu. Daaaannn satu lagiii, Alhamdulillah walau …
Postingan terbaru

Ni'mat yang Ditangisi

"Hhhhmmm kerja lagi..." Begitu gumam dan keluhan suami saya pada suatu pagi, saya tersenyum. Belum sempat saya tanggapi agar ia upayakan syukurnya, ia sudah berseloroh lagi,
"Selalu aku ingat kalo aku pas males kerja ungkapan dari .... (lalu dia sebutkan salah satu nama temannya yang saya lupa qiqiqiqi...), dia bilang gini :
"Masih mending hari senen kerja lagi daripada mulai nyari kerja lagi"
Ah bisa saja..., lalu saya tanya kenapa. Meski paham yang ia ucapkan, tetapi obrolan agak bijak begitu tuh juaruang #jarang banget misua kemukakan (udah jarang pake banget lagi). Bisa sih diajak serius cuman kesan santainya lebih terlihat dan biasanya ya cenderung sinis bila ada caption, mention, atau apalah seputar quote atau meme bijak (apalagi motivasi plus motivator-nya). Makanya saya cukup suprised dia bisa ngobrol bahasa kesyukuran gitu #EhSalahLagi..., nggak bener diprotes, udah bener "ditumben - tumbenin" wkwkwkwk...
"ya capek sih, minggu ini sibuk…

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Persiapan Persalinan - Memantapkan Pilihan

Alhamdulillah, minggu ini usia kehamilan saya masuk 37 Minggu. Bilangan yang bisa dikatakan "cukup" dalam dunia medis bagi bayi dalam rahim seorang ibu lahir ke dunia, tapi tentu Allah punya "bilangan" tersendiri kapan seseorang lahir ke dunia bukan?. Sejak hamil anak kedua, bayang - bayang kejadian persalinan dimana Allah memberi takdir anak pertama saya harus "berpulang" terus saja terbayang, minimal saya paham bahwa untuk persalinan anak kedua nanti akan ada momen atau istilahnya itu yabakalan ada rentetan (halah bahasanya...) usaha yang punya korelasi agar kejadian persalinan yang lalu tidak berulang. Nah rentetan usaha itulah yang pasti ada deg - deg - an.nya karena dengan riwayat demikian wajarlah bila saya dalam pantauan lebih ketat dibanding bumil lain yang punya riwayat "baik" dan normal saat persalinan sebelumnya.
Yoi, benar saja..., sejak masuk usia kandungan ke 8 bulan, dr. Spog yang menangani saya sudah memberi announcement bahwa na…

Finally, Kena Suplisi hiks hiks hiks...

Minggu, 20 Agustus 2017,
"Coba di cek lagi bu, nanti kalo udah ketemu kartunya tetep gak bisa balik loh uangnya" Dan tangan saya pun terus berselancar bebas ngubek - ngubek tas cangklong saya..., namun tetap kartu yang diharapkan tak  jua saya temukan... "Mbak, udah deh kenain suplisi aja..." "Sayang lo buk, 50 ribu..., coba dicari lagi aja dulu buk" (Eeetdah #EtaTerangkanlah... si mbak'e ini... saya juga sayang ngeluarin uang segitu cuman buat denda tiket KA yang seharusnya cukup saya bayar 5 ribu rupiah sahaja...)  "Gak pa2 mbak..., suami saya sudah nunggu di depan. Emang ketinggalan di KA tadi kali..." Sambil tersenyum manis, mbak petugas Commuter Line yang tinggi semampai nan ayu itu pun mengantarkan saya sembari berseloroh lagi  "Ya udah yuk ke kantor staff dulu..., disana bayarnya" --- Alhamdulillah 'ala Kulli hal..., sambil terus senyum "ikhlas" dengan iringan ucapan lirih (tepatnya sendu...) "Qadarullah..…

Pernak - Pernik Per-ompolan : Episode Popok Rekat & Clodi - Clodian

Taaarrraaaaaa..... akhirnya sampailah perjalanan hidup ini pada cuap - cuap ceria mengungkapkan curahan hati mengenai segala perkakas perang dalam menghadapi dunia per-ompol-annya baby, Alhamdulillah. Sebagai suatu ni'mat (ya kerepotan juga sih... uppss... Allah memang ciptakan kita dalam susah payah...) bahwa bergulat dengan dunia debay dengan hiruk pikuk aktivitas pipisnya #ompol mengingatkan kita khususnya sebagai ibu bahwa Allah menghendaki kita sebagai manusia dengan golongan wanita sempurna. Alhamdulillah, tidak semua wanita Allah mampukan mengandung, melahirkan, lantas menyusui (ini nih yang para bapak2 tidak bisa miliki dan poin2 inilah yang membuat Ibu derajatnya 3x dibanding ayah, Alhamdulillah). Dan satu saja ni'mat Allah menjadi sebab kita menerima ni'mat Allah yang lain, entah dalam kenyamanan atau fase ber-repot - repot belepotan, #duh bahasa apa sih saiyah?

Well, menyambung celoteh saya pada tulisan lampau (jadul amat...) "Mainan Baru itu bernama Clodi&q…

Bayang - Bayang Masa Lalu jangan sampai Terlalu :-)

"Kenapa Allah ijinkan anaknya hidup sedangkan anakku nggak" "Kenapa Allah gak menukar satuuuu saja nyawa anak - anak atau bayi - bayi yang tidak diinginkan oleh orang tuanya dengan nyawa anakku?"
Dan sembari diiringi buliran airmata saya sambungkan kenapa - kenapa diatas dengan rangkaian kenapa - kenapa lainnya..., saat memori kanggeeenn banget dengan Zano datang. Secara teori saya tau apa yang saya lakukan #meratapi Takdir adalah hal yang sungguh keliru. Tapi seorang hamba sering banget Tahu bukan Paham, dan itulah saya. Bila sedang ingat dengan Alm. anak saya, Zano, seharian itu bisa jadi hari paling deres air mata, pun kejadian yang lumrah kok yatetep aja membuat saya mewek wek wek...
Saya paling nggak bisa kontrol saat mendengar tangisan bayi yang baru lahir, gak tau langsung aja mata ini "ngembeng" berkaca - kaca, dan akhirnya tumpahlah airmata yang sedianya dicoba ditahan - tahanin supaya gak jatuh atau rembes #eh?. Bila bersinggungan soal per-bayi…