Menggarap Diri

Alhamdulillah ketemu akhir taon lagi nih! Sebetulnya aku bukanlah bagian dari mereka yang hingar bingar bersua dgn taon baru, karena bagiku terpenting adalah bagaimana menggunakan tiap waktu yang aku punya untuk memaksimalkan usaha agar terus merapat dgn goals aku (cielaaah.., padahal kalo males telah tiba bisa berhari – hari kerjanya cuman M-e-n-u-n-d-a!)

Tapi buat renungan bolehlah. Akhir taon 2012 aku lihat secara menyeluruh diriku sbg. Pribadi yg masih byk min-nya dibanding ples-nya :). Meski begitu spirit ndak boleh padam dan sikap memastikan diri bersegera maju terus dijaga. Ya iyalaaaah... orang ndak punya (pilihan kata selain miskin) macem aku ini mau kemana lagi kalo gak maju! lantaran dah mentok gk bisa mundur lagi! Hehehe...

2012 yg sebelumnya santer kiamat (turut mendompleng Film 2012 kala itu) aku sudah strata 1, horeeee…
Akhirnya setelah berjungkat jungkit, ber-belajar ria (meski diselingi rasa kantuk & aroma malas), dgn segala aktivitas “membanting tulang” lainnya, aku boleh secara resmi dan sah mencantelkan title S. Ikom dibelakang namaku ( tentu secara akademis).
Caci maki, hinaan, cibiran, hingga pelecehan atas harga diri dari stadium 1 sampai akhir terbayar sudah. Toh dari hal2 negatif yg aku santap banyak informasi baik yg sama banyaknya dgn hal2 positif yg aku terima.
Cool ajalah, “Hanya orang kecil yg dipukul sakit …”! begitu Mario Teguh info.

Buerat menerima bahwa ternyata eksistensi kita diragukan, bahkan dihilangkan.
Sakit juga saat tau bahwa kita pribadi yg dikerdilkan …
Tapi Thank God aku memilih besar dibanding problem yg aku terima!
Tidak ada satupun yg aku terima yg tdk berfungsi dalam “me-reparasi” diriku agar lebih baik karena segalanya netral lantaran itu adalah permainan hati, jadi tinggal pilih view mana yang aku ambil.
Belajar yg tdk sekedar teori bahwa apa yg kita suka dan mau tidak harus terjadi!
Sulit tidak mudah sih, tapi itulah sekolah kehidupan … dan Nyata …

Akhirnya segala atribut kehidupan bisa kita utak atik lalu dikemas menjadi cara, bentuk, alat, transportasi” agar kita menjadi pribadi yg baik & membaikkan sesama. Wah berat nian! Yap, tapi kudu wajib musti dijalanin.

“Min” dlm diriku harus ditebas & “Plus”ku yg ternyata masih “Min” kudu ditambah.
Tidak boleh ada toleransi bila hanya melemahkan jiwa!, karena Kejam terhadap diri sendiri untuk sesuatu yang Baik adalah Ketegasan sebenarnya!!! Kalo ending-nya baik, maka kenapa dinego???

Memiliki tujuan berarti melengkapinya dgn paket implementasi yg harus disegerakan. Berupaya maksimal sehingga segala hal yang aku dapat memang ”layak” aku terima.
Maka memantaskan diri untuk menerima hasil yang diimpikan adalah putusan yg tidak boleh lagi diganggu gugat!

2013, besok, lusa, taon baru Islam, ataupun Lebaran seharusnya bukan mutlak sebagai “meteran” mengganti apa2 yang cenderung buruk. Bukan pada momen ganti tahun-nya tetapi penggantian dari perilaku buruk menjadi baik, dari baik menjadi lebih baik lagi-lah yang jadi concern!

Semua Hal Baik pantang ditunda melainkan harus segera dilaksanakan! Sekarang, secepatnya, tidak boleh dibumbui Alasan, Menunda, Menyalahkan, Mencari Pembenaran, dan Berhenti untuk berperilaku “santun”. Jadi bila harus mengganti rencana ya ganti saja, bila ada resolusi yang perlu dirombak ya rombak saja dan tak perlu nunggu tahun baru! Bersegera melakukan hal baik adalah baik sebelum rencana yang baik tadi dieksekusi to?

Taon 2012 juga moment memantapkan hati  ini dalam berwirausaha. Meski remuk redam dipukulin “Gengsi” “Kuliah & sudah S1 kok jualan!” aku berupaya kick balik gengsi itu, meski gengsi melunak tapi ia belum sepenuhnya Mangkat

Finally, 2012 adalah salah satu “Media” yang tidak hanya menginformasikan segala pencapaianku tetapi juga Alarm yg berbunyi bahwa byk hal diwaktu lalu belum “Done”.
2012 ada pencapaian besar, Hal (+), Hal (-), segalanya tumplek blek, diaduk merata jadilah ia pelangi dalam episode perjalanan hidupku.

2013, Goals yg sudah digadang – gadang jangan jadi barang Display tak layak pakai! Dan sekali lagi harus berucap “Harus Segera!”. Fokus terhadap apa yg bisa dilakukan & segera! Bukan malah mikirin ketidakmungkinannya. Dan Pliiis,… pangkas dong perilaku, tutur kata, serta bahasa yg belum santun!

Jadilah Pribadi yang memantaskan diri agar sesama juga IKHLAS menghargai!   

Jangan cuma cuap2 Retorika yg melenakan. Wake Up! 2013 berarti sudah 27 thn masbro mbaksist, gak nyangka aku dah seperempat abad koma 2 tahun.

Buat Aku yg masih terus memangkas hal2 “Min”ku :
Abaikan segala, semua komentar yg tidak membangun bagi besarnya aku di masa depan 
(nyontek statement-nya Mario Teguh)
Gak mudah sih eksekusinya, nyatanya aku masih sering mengambil komen orang lain sebagai Hal Prioritas tanpa sortir! (apalagi kalo komennya tanda strip alias negatif).
Sekarang, saat ini, & seterusnya pengabaian atas statement2 mereka adalah keharusan, ke"kuduan" bila tak lagi sejalan dgn upayaku yg terus berproses menuju besarnya aku.

Wah PR-nya banyak nih, tapi Thx buat Allah, Dialah Dzat yg selalu menyertaiku.

Ya Allah,
Atas perkenan-Mu aku terus berupaya mewarnai hidup ini dgn sikap & perilaku santun, bersegera dlm segala hal yg membaikkan, beradap terhadap sesama sehingga Nasibku memang benar Kualitas Hebat yang aku Pilih, aku memohon Engkau agar berkenan kembali menguatkan jiwa ini dalam langkah apa2 yang bisa aku kerjakan dan Engkau dengan Kuasa-Mu bertindak terhadap apa2 yang tidak bisa aku kerjakan.
(dan jangan lupa ya ... ya Allah supaya rizki-ku tetap dan kontinyu banyak hehehe, Aamiin)
  
Erlina Febrianovida

Picture Source : dreamstime.com

Komentar

Postingan Populer