Kamis, Agustus 07, 2014

Logika yang Ditukar

Entah sejak kapan kata2 seperti Sakit, Lupa, Tidak Ingat, Kabur, Mangkir, Tidak Tau, Tidak Kenal, dan ungkapan kategori sejenis nge-les lainnya dijadikan atribut bersama bagi mereka para terpidana Korupsi atau kejahatan lainnya termasuk saksi2 saat diminta memberikan keterangan di persidangan

Belum lagi penampilan mereka yang “diapa adanyakan” atau “direligiuskan” seperti mendadak Jilbaban (bahkan bercadar), Mendadak Sederhana, dan mendadak2 lainnya. Bukan tidak boleh lo! Namun boleh dinilai tidak jujur juga kan bila memang benar hari2 sebelumnya tidak berpenampilan demikian? Tidak hanya dilakukan elit tertentu, keluarga dekat atau kolega elit tersebut, tetapi juga pribadi2 profesional turut mempopulerkan perilaku demikian

Sederet nama dalam kasus kejahatan populer di Indonesia seperti Inong Malinda Dee (tersangka penggelapan dana Citibank), Yulianis (Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group yg ikut terseret dalam kasus Hambalang), Sri Wahyuni (partisipan dlm kasus korupsi PLTS dan Istri dari salah satu tersangka proyek Hambalang, Muhammad Nazaruddin), Ariyani Susanti (Tersangka kasus kecelakaan di tugu tani), Kedua Saksi untuk kasus suap impor daging sapi Saldi Matta (Adik dari Presiden PKS, Anis Matta) dan Ridwan Hakim (Putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin), serta rangkaian nama2 tokoh lainnya yang tidak dapat penulis sebutkan one by one  boleh distempel sebagai figur mendadak lupa dan beda tampilannya

Dalam Sidang kasus suap impor daging misalnya, Hakim sempat berseloroh bahwa appeareance Saldi Matta terlalu sederhana untuk seorang pengusaha Travel dan EO yang kala itu berdandan kasual.
Belum lagi keterangan yang dinilai tak masuk akal oleh Hakim yakni saat Saldi Matta memberikan keterangan bahwa Ahmad Fathanah menitipkan uang padanya sebesar 3 miliar namun pada saat yg bersamaan Ahmad Fathanah meminjam uang padanya sebesar 25 juta rupiah (hadeuuh saya pun binun juga nih)

Atau saat Hakim menimpali Ridwan Hakim lantaran pria tersebut kerap mengucap Lupa atau tidak tau saat ditanya bahkan untuk hal2 sederhana sekalipun dengan kalimat “Anda pikir kami semua batu?"

Hhhmmmm ternyata bukan guarantee-yah mereka yg Profesional, Strata Pendidikan dan Sosial-nya level atas paham akan apa itu Ke-Logis-an. Justru para tokoh tersebut kerap melegalkan logis versi mereka yang sebaliknya dipandang tak logis oleh nilai sosial yang ada

Wajar kok berjilbab apalagi bercadar bagi seorang muslimah, namun tak berlebihan pula bila opini publik berceloteh hal tersebut tak lumrah bila baru dikenakan saat tersandung masalah.
Manusia tempat salah dan lupa, tapi Lupa-pun ada batas toleransinya. Banyak Lupa untuk hal2 logis yg pasti diingat tentu Lupa yang tak layak diterima to?

Okaylah, bila masih juga kelit sana kelit sini. Ending-nya para pemirsa terpaksa ber-khusnuddzon untuk me-logis-kan fakta2 yg memang tak logis!   

Semoga kita semua diberi kesanggupan untuk konsisten di koridor Lurus-Nya, Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...