Kamis, Oktober 09, 2014

Galau itu Rapopo Bingits!

Eits jangan salah dulu ya sobat soal judul itu, soale ane punya dul judul itu bukan suatu pe-legal-an bahwa kita boleh menuruti Galau yang justru menurunkan harkat, derajat, dan martabat kita (eee ladalah bahasa apa sih ini…), Intinya Galau bisa kita proses sebagai salah satu faktor baik yang menunjang fokus keberhasilan akan cita2 baik kita, horeeee

Kalau anda sudah lama kerja tapi kok hidup berasa gini-gini aja maka harus Galau, Sudah 3 kali puasa dan 3 kali lebaran tapi skripsi masih belum juga kelihatan hilal lulus-nya maka Galau tingkat Dewi harus ada, Kalo sudah punya penghasilan tapi kondisi tabungan selalu paceklik maka Galau juga gak boleh Abstain. Hehehe padahal yah (jangan bilang sapa2 ya sob) yg nulis ini juga gitu, planning A – Z tapi baru selesai setengah A udah rombak planning, dan begitu seterusnya wkwkwkwk

Seriusnya adalah Galau merupakan meteran bahwa apa yang menjadi ke-ideal-an yang kita inginkan or pada umumnya belum terjadi pada kita, Galau juga indikator bahwa pasti deh ada yang salah dari kita, entah itu Cara, Sikap, atau Perilaku kita sebagai satu2nya pendonor dalam kehidupan kita sendiri, apakah ingin bernasib baik atau buruk?

Galau, yups lalui saja… mo gimana lagi karena itu fitrah alam Gan, Alarm kehidupan yang menyadarkan kita bahwa kita masih belum baik atau juga kita sudah tidak layak lagi di posisi kita saat ini sehingga dengan Galau kita dipaksa Allah buat naek kelas, Cihuyyy…yang salah bukanlah Galau-nya tapi bagaimana Jiwa ini menghadapi Galau. Apakah akan sepanjang hari galau2an lantaran duit tabungan isinya tinggal sekian sen? Apakah terus nangis sesenggukan dibawah bantal lantaran gebetan kita berpindah haluan memilih wanita lain dibanding kita? Dan apakah terus galau2an lantaran mobil belum ganti2 juga jadi Ferrari? Gak juga kan say… Percuma bila selanjutnya tidak ada tindakan nyata untuk membuat perubahan, karena detik berikutnya, hari selanjutnya, bahkan tahun depannya kita tetap akan sama nasib-nya bila kita tidak bersegera bertindak, menggebrak diri dengan upaya yang mengakibatkan kita tidak galau lagi, atau bila harus galau lagi maka pastikan Galau-nya sudah naik kelas dibanding kelas sebelumnya.

Kadang kita menjadikan jiwa ini tuh rapuh, serapuh rapuhnya makhluk. Kecewa bisa bikin menunda, Sedih membuat asa dalam diri tipis, dan masalah lainnya yg justru membuat diri ini tak melihat baiknya adalah beberapa gejala2 Galau. Seperti aku ini nih yang sebenarnya juga tak mau kalah dari Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya yakni dengan berikrar bahwa apapun masalahnya akan menghadapi dengan sikap terbaik, tp konkretnya? Hehehe jauh panggang dari api cuy

Allah membuat Galau dalam diri adalah Rahman dan Rahiim-Nya bentuk lain. Kegalauan atas banyaknya ketidakpastian di masa depan justru membuat kita terus konsisten dalam upaya baik. Memang tak ada jaminan upaya baik kita pasti cepat mendulang sukses, tapi tanpa disiplin dalam upaya baik maka tak ada hal baik yang terjadi, baik saat ini ataupun masa depan

Allah masih menguji hamba-Nya dengan hal2 seputar yang meng-galau-kan karena Ia melihat hamba Ciptaan Indah-Nya masih belum mumpuni meng-atas-i masalah dengan sikap elegan. Tau hanya sebatas teori tapi sungguh tak maksimal implementasi, makanya dikasih Galau!
Bagimanapun Allah memberi Masalah tak terbesit sedikitpun keinginan-Nya menghambat, Ia hanya ingin mengarahkan kita sebagai salah satu bentuk balasan do’a yg kita sampaikan pada-Nya. Allah Maha Baik, maka sungguh mustahil bagi-Nya berlaku aniaya pada hamba-Nya yg kecil ini yang telah memutuskan untuk Hal2 baik (Aamiin …)

Galau it’s Rapopo Sign (hehehe menghibur banget yah), yang penting putuskan tetap menjadi pribadi baik dalam sebaik-baiknya usaha walau apapun kondisi buruknya. Enak ngomongnya dan sekali lagi gak ada jaminan abis itu sim salabim semua terwujud, tapi suer deh tidak ada perubahan baik kalau kita masih dalam ke-galau-an yang menyesatkan, tanpa sikap baik, tanpa tindakan nyata…

Semoga ini turut mencerahkan ya Sob

Erlina Febrianovida

2 komentar:

  1. galau itu penting menurut saya, agar tidak terlalu terlena di zona nyaman, agar terus berubah mengikuti perkembangan zaman

    BalasHapus
  2. @ardikapercha
    Yup itu juga bener supaya posisi kita lebih Up dibading sebelum / posisi saat ini. Anyway makasih banget dah landing di tempat ane yah :)

    BalasHapus

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...