Jumat, Desember 19, 2014

Mengintervensi Allah

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al – Baqarah : 216) 

Alhamdulillah Yang Maha Rahman masih berkenan memberi waktu padaku dan karena Rahiim-Nya aku diijinkan berbagi tulisan ini yang IngsyaAllah manfaat

Ayat diatas adalah salah satu yg populer dan idaman, utamanya saat menerima yg sudah menjadi Takdir belum bisa ikhlas dipahami apalagi di accept oleh hati. Tingkat ekstrem-nya adalah “yakin” akan apa yg disukai itu baik bagi diri kita dan karenanya “boleh mencampuri” putusan Allah yg sebetulnya sifatnya bukan lagi permintaan Doa tapi jadi “Maksa”, lupa bahwa hanya Allah Yang Maha Berkehendak, Maaf ya.. ya Allah aku sering begitu :(

Tahun lalu (2013) hingga detik menulis ini aku sungguh takjub atas kuasa Allah, why oh why ?... Aku sungguh rasakan betapa “gebukan-Nya” yg masih dlm balutan Rahman dan Rahiim-Nya mampu membuat aku sadar bahwa selama ini aku PD dalam jalan yang salah! Allah masih sangat Menyayangi aku sehingga Allah terus saja Mengingatkan dengan beragam cara yg aku selalu ber ckckckckck karena bahkan tiap Dia kirimkan message-Nya selalu I never thought it before guys!

Mulai dr aku PD dengan pilihanku krn dia memang tipe-ku bingits, dan menganggap bahwa segalanya baik dan “merasa” pasti Allah approve juga (how confidence I was that time)....
Hingga dengan bertubi – tubi bahwa yg aku sukai ternyata absolutely Bad sodara2! Awalnya Allah kasih peringatan kecil bahwa “stop Lina dia gak baik, tinggalkan, Now!” tp dasarnya aku yg bengal masih aja ngeles “Aku rapopo ya Allah, I can manage myself” hingga detik, menit, waktu yg tidak aku ingat lagi tamparan Allah sungguh nyata dan keras bahwa “dia memang bukan buat kamu, Tinggalkan, kecuali jika kamu ingin tetap menjadi pribadi buruk!”

Sedih? sangat akar kuadrat!, Kecewa? Sungguh!, Sakit Hati-kah? Bukan maen sakitnya! Mulai deh protes, demo ke Allah kenapa ini terjadi, dan mem-vonis diri seolah tak bisa tanpa pilihanku itu dan seolah tak ada lagi yg seperti dia! yang kemudian akhirnya aku sadar yg seperti dia memang gak ada lagi.... tapi yang lebih baik darinya buaaanyyyyakkk sob! Sambil menata hati, aku mulai terima Takdir-nya yg bagiku enggak banget.... kala itu ...

Dan tak lama setelahnya .. eng ing eng .. aku dipertemukan Allah oleh someone yg dari awal dia itu tidak aku pertimbangkan! Sampe kesekian hari..., akhirnya kami mulai membicarakan masa depan! ....mmm rasanya saat itu semua yg kulihat hanya bunga2 dimana2 hehehehe, aku benar2 sembuh dr sakit hati dengan yg lalu lewat dia, orang yg Allah kirim yg sungguh dr awal, sekali lg yah, dr awal aku tidak respect! Sampe akhirnya jadi cinta bingits (mulai deh lebay tingkat master-nya!)
Nyatanya... Allah belum berkenan aku bersama dia (permisi aku mo ambil tisu dulu) krn ada hal prinsip (cielah ...) yg akhirnya kami sad ending a.k.a berpisah. Seketika yg kurasa di sekelilingku cuman ada para dementor2-nya Lord Voldemort :(, dan ternyata juga sakitnya sungguh ber xx dibanding dulu, padahal waktu bersamanya jauh lebih sedikit dibanding dgn yg dulu.

Pesannya baru aku sadari bahwa bersama orang tidak baik maka rasa cinta bisa terkikis habis karena ketidak baikannya terhadap pasangan (apalagi menyangkut kesetiaan), dan terbukti bersama orang baik walau sebentar mampu membangun rasa cinta dan sayang (padahal dari awal feeling-nya “gak deh”)
Kini proses recovery hati masih berlangsung krn diri menyesali kenapa tidak berhati – hati (curang yah aku gak cerita detail kenapa-nya, tapi mohon maklum krn ini menyangkut harkat dan martabat seseorang, hihihihi gak segitunya juga sih, intinya yg penting kan pesan baiknya sampe yah :p, ngeles lagiii)

1 tahun lalu aku bersedih – sedih ria krn merasa tak mungkin bangkit, nyatanya aku masih bisa happy ... dan saat ada yg mulai mengisi hati Allah masih blm jua mengijinkan agar ia tetap terus disisi diri ini .... (puitis.net nih). Saat menulis ini aku merasa 1 tahun lalu aku tuh bodoh banget ya menyia – nyiakan diri bersedih dan yakin melihat tidak adanya kemungkinan aku bahagia tahun depannya hihihihi sooo weeaaak... Heran juga aku bisa tersenyum mengingat waktu lalu dimana aku hujan air mata (alaaahhh hiperbolis lagi aja neh)

Sebelumnya sempat lama mengintervensi Allah, minta ini dan itu, harusnya ini dan itu, mauku tuh begini begitu, tanpa sadar aku sering datang pada-Nya dalam keadaan kotor jiwa, raga, dan hati. Parahnya “merasa” inginku-lah yg paling the best buat aku dan memaksa “harusnya Allah juga gitu”..., padahal jelas2 peristiwa sebelumnya memberi pelajaran betapa hebatnya Allah dengan segala format memisahkan aku dgn yg tidak baik, sungguh aku yg masih tak tau diri yah!

Obat hati sebenarnya ada dlm diriku sendiri krn secara teori aku sadar betul bahwa bila bukan buat aku ya tetep bukan buat aku mau sejumpalitan apapun aku, dan bila buat aku mau move on sampe lapis langit ke-7 maka Allah tetap punya berlapis – lapis lagi caranya agar tetap buat aku, yang diperlukan adalah sikap kita dalam memaksimalkan upaya terbaik! That’s it. Menerima konsep ini mudah banget tapi eksekusi dilapangannya itu loh ... gak cukup segulung dua gulung tissue say hahahaha,

Aku benar2 belajar bahwa bersikap sebaik-baiknya untuk apapun yg aku hadapi itu wajib, ini berlaku untuk semua dlm kehidupan yah, karena ya balik lagi bahwa ranah kita memang mengupayakan semaksimal baiknya dan aku mengalami sendiri yg aku mati2an perjuangkan karena aku suka nyatanya buruk buat aku, dan yang dr awal cuma aku beri atensi ala kadarnya eh ternyata itu baik. Yup memang saat ini tidak bersamaku lagi, tapi aku bersyukur karena Allah masih perkenankan aku bertemu dengan jiwa baik yg mampu menghilangkan rasa sakitku sebelumnya, dan IngsyaAllah menjadikan aku pribadi yg lebih mumpuni lg kedepan, Aamiin...

Saat ini Allah tak ijinkan ia tetap di sisi..., aku berkeyakinan pasti ada dalam pribadi ini yg perlu reparasi lebih dari yg sebelumnya. Kini aku tetap berharapan baik Allah menghantarkan jiwa yg aku percaya bisa saling membaikkan karena tanpa intervensi aku-pun Allah yang Maha Mencintai tentu tak tega kalo gak nolong bila ada hamba-Nya yg terus berupaya fokus pada jalan yg hanya memantaskan ia untuk mendapatkan yg baik, Aamiin...

Erlina Febrianovida


2 komentar:

  1. sepakat mbak bro, selalu berusaha berbaik sangka kepada sang penulis skenario hidup kita :)

    BalasHapus
  2. Ah kau lagi bro, ane jadi malu neeeh... secara... you know who itu... you knew bro wkwkwkwk

    Tengkiyu so mach ya gan, I learn so many things from you guys :)

    BalasHapus

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...