Selasa, Desember 23, 2014

Stop SARA, Tetaplah Ber-Bhinneka Sobat!

Iseng mau tulis apa karena prinsip saya kalau harus menuangkan tulisan ke manapun harus punya pesan baik ke pembaca-nya even itu cuman sekilas info atau dari iseng2 saja, Rapopo kan ya... yg penting tetep menuai amal ibadah, Aamiin....
Dan ketemulah di salah satu rubrik menyentil soal salah satu "keramaian" perpolitikan di tanah air beta 2014 ini, mmm kalo menurut saya sih bahasan ini seharusnya sudah lama digudangkan krn bila tetep dipake bahkan cuman dipajang bisa mumpuni memecah Indonesia Raya nih

Masih inget dong kontroversi Bpk. Basuki Tjahaja Purnama yg saat ini sudah secara sah dan resmi menjadi #1 di DKI? yup inget dia yg terbayang dominan adalah soal SARA, Tionghoa-lah atau Bukan Muslim-lah yg ending-nya berkibarlah beberapa "item tandingan" hehehe. Gak lagi mau mbahas atau bikin tulisan tandingan loh ya... Tapi melalui tulisan ini saya ingin berupaya mengajak bahwa Hal Baik itu harusnya Simple! tanpa Atribut dia dari Suku ini, Agama itu, Ras anu, Mahzab X, Aliran Y dll. Berbuat Baik ya baik saja sob

Yup tidak bisa abai juga sih krn di pertiwi ini Ke-Bhinneka-an kita masih sering goyang kanan goyang kiri a.k.a Ababil. Perkara Suku bisa marah, Perkara Aliran yg beda bisa bikin berdarah-darah, apalagi sudah menyangkut Akidah!.

Diri ini bukan sedang 'mbela kubu manapun, Ahok hanya salah satu case bahwa gak berlebihan juga bila saya berucap mempertahankan Kesatuan di NKRI ibarat kata cukup masih jauh panggang dari api, sekali lagi kejadian ini fresh loh, bukan jamannya pas bambu runcing masih jadi primadona! Walaupun Pemerintah tak henti2nya gembar gembor lewat lisan n tulisan andil besar agar Indonesia stay sebagai bangsa yg Utuh

Alhamdulillah saya Muslim, tapi saya punya tekad orang lain dari manapun harus melihat Attitude atau Manner saya sebagai Muslim yang Ramah bagi semua, sehingga apa yg menjadi inheren dlm diri saya termasuk Agama saya juga dilihat elegan dan apik seluruhnya (anda juga to kawan?). Batas toleransi itu tetap ada, dan saya yakin kok pribadi2 dewasa tau batasan yg saya maksud. Dari lahir sampai detik menulis ini saya belum pernah dilarang sholat, puasa, atau kegiatan keagamaan lainnya oleh pihak manapun! Jadi Batasan, Menegakkan Agama Allah, Jihad di Jalan Allah eloknya bukan jadi meng-interfere upaya atau proses pribadi lain krn dia atau mereka berbeda "Faith" dgn kita. Allah tetap Rahman lo bahkan terhadap yg tidak sujud pada-Nya!, Kalau DIA mau, DIA bisa jadikan semua yg IA ciptakan terlahir Muslim!

Menurut saya menyoal "Ke-Tuhan-an" biarlah itu menjadi intern masing2. Apa karena beda "sesembahan" lalu boleh gak adil meski dia on the right track? Apa kelancaran untuk berbuat Baik harus lihat "poin2 pinggiran" seperti itu?. Maaf bila saya bilang poin pinggiran... karena buat saya Substansi justru pada Sikap, Perilaku, Attitude, Nilai Diri, Etos Kerja, dll terkait perkara pribadi yg menjadikan jiwa tersebut berkelas sebagai Hamba yang Manfaat bagi semua dan Penyumbang rasa Damai bagi sesama...

Kritik boleh kok, masukan boleh juga... tapi pliiiiis bukan soal SARA ya kawan :-)
Mohon maaf bila tulisannya kurang atau tidak berkenan, mudah2an kita tetap pada upaya Baik, Aamiin

Erlina Febrianovida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...