Langsung ke konten utama

Menjual Diri

Halo Sobat Alhamdulillah bisa oret2an lagi nih. Moga2 siapapun anda yg mendarat di postingan saya ini baik unsur sengaja atau enggak, Allah masih perkenankan berkah-Nya yah, Aamiin 

Okay lanjut… kali ini mau sharing judul diatas, mmm terbaca anehkah? Mudah2an gak yah, karena yg saya maksud menjual diri disini adalah bagaimana kita dengan mudahnya bisa terlihat berkelas atau tidak dengan attitude kita sendiri! Soal ini sebenarnya sepele sih, tapi Factual-nya yah memang Fatal dilapangan bila tidak dikelola dgn apik (cielah bahasanya...) 

Kepikiran aja nulis bahasan ini soale akhir2 ini saya sering banget utamanya di SocMed, pribadi yg sesukanya mengumbar kalimat2 tak pantas, kasar, barbar, jauh dari etika sopan santun, dan menurut saya parahnya adalah seolah – olah tak ada sanksi sosial buat dia dan seolah – olah hanya dia dan Tuhan yang denger padahal sudah tampak nyata dia publikasikan di area umum per-SocMed-an yang bahkan dari dunia lain juga baca :)

Beberapa waktu lalu di salah satu stasiun SocMed swasta di Jakarta saya membaca dgn terang seorang pria yg sudah punya 2 putra mencaci maki (di wall beliau) dgn makian kotor mengenai Istrinya, aduh risih bingits nih bacanya. Ini bukan soal kubu Suami atau Istri yg salah, tapi makiannya itu looohhh bener2 Terstruktur, Sistematis, dan Masif...! Mbok ya maksimal sampe ruang tamu mereka aja gitu loh... 
Saya bukan makhluk Tuhan paling suci, tapi saya bertaruh by the moon and the stars in the sky bahwa apa yg beliau ucapkan baik nasional atau internasional sepakat tak patut diucapkan! Apalagi yang dihina dina Istrinya sendiri (sadis gak tuh sob!) 

Mungkin pribadi seperti bapak tersebut atau whoever nih yang asyik masyuk mengeluh, mengumpat, bahkan pada tingkat ke-lebay-an ekstrem mencaci maki via SocMed (termasuk di DP2 yah) tak menyadari sikap yg ditampilkan itu Cermin Diri!, so ndak heran juga bila dimaknai oleh warga bumi sebagai Appeareance kita seutuhnya. Kalo dicap Plus sih Alhamdulillah tapi kalo sebaliknya... mmm... kan bisa menurunkan harkat, derajat, n martabat kita di mata internasional (iki opo sih) 

Serius nih, saya hanya menyayangkan saja tindakan tidak santun pribadi2 demikian, alih2 ingin mempublikasikan keluhan agar orang lain simpati atau “menggerundelkan” minus orang lain, eh yg terjadi malah sebaliknya, memalukan dan menurunkan citra pribadi! Mungkin kita juga lupa Keliaran bersikap seperti itu memang berlaku hukum kepastian yg tidak terlepas dari dampaknya dan paling gede adalah sanksi sosial cuy 

Bagaimanapun, dan telah banyak terjadi bahwa dunia online ampuh mempopulerkan makhluk bumi dgn segala macam hiruk pikuk perilaku2nya. Yang nulis ini juga masih jauh panggang dari api nilai baiknya, tapi hal minus yg bisa dicegah dan membaikkan warga dunia maka baik juga to disebarluaskan? :) 

Akhir kata via celoteh singkat ini, belantara online sesak dengan banyak perilaku warganya, mulai dari yg lemah gemulai, semi formal, sampe urakan tingkat pasca sarjana juga ada. Nah salah satu cara kita mengenali awal pribadi baru di dunia online ya memang dari style komunikasinya. Kalo dari awal aja bahasanya sudah l3b4y b1n 4l4y GiNi yg menggunakan kode2 macam sansekerta males juga kan ngobrolnya (mau discus eh malah ngartiin kode2 yg cuman bikin mata minus ini nambah bok), bila melihat story status-nya hanya berupa umpatan terhadap sesama maka hanya Ilfil juga yg ada, dan bila rangkaian gerbong kalimatnya mayoritas bernada menyakiti umat manusia maka tak heran juga hanya ada rasa kesal di dada  

Yup, Maturity is not about age, mengambil kata Papa Mario Teguh maka Kedewasaan is about Control!, bagaimana pribadi kontinyu dihargai sesama karena pengendalian diri untuk tetap pada perilaku santun bahkan dalam seburuk – buruknya keadaan! Bukan dunianya yg buruk tapi Attitude kitalah yg perlu direparasi

Menjual diri adalah bagaimana eksistensi kita (dimanapun) lewat Ucapan, Tindakan, Manner, Sikap, Perilaku, Attitude, atau whatever namanya deh tetap pada sisi yang Baik sehingga pribadi lain paralel Menghargai sebagai seutuhnya Jiwa yg Fokus pada yg Baik, dan dengannya IngsyaAllah hanya Upah yg Baik pula yg kita dapat! Aamiin

Tengkiyu udah mampir yah :)

Erlina Febrianovida

Komentar

  1. Eaa..judulnya provokatif sekali :D
    btw, t3TeP c3MuN9uDh ea kk :D

    tapi bagaimana dengan permata mbak bro?tak perlu ia ditawarkan, tak perlu ia dijual, ttp saja banyak yg mencari.
    aahh...tak jelas pula tanyaku :D

    BalasHapus
  2. Eh mas'e, jelas banget kok nanyanya, nanya permata kan? Justru itu mas bro masa' kelas Permata attitude-nya belerang wkwkwk makanya biarpun dijual pribadi demikian tetep gak dilirik gan.

    Jadi pribadi yg mumpuni in every good way emang gak mudah siy (ini yg ngomong sambil ngaca lo bro), hanya saja tetap berupaya mengasah diri jadi Permata bagi hidup ini kan juga dianjurkan to?
    (mudah2an nyambung y bro apa yg tersirat, ini cara terpopuler nan elegan ngeles kalo gak begitu bisa jawab xixixi)

    Tengkiyu mas Munib

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…