Langsung ke konten utama

Duka Sesama, Duka dan Teguran untuk Kita

Sudah masuk hari ke-11 pencarian korban pesawat Air Asia QZ 8501 sejak jatuh pada Minggu 28 Desember 2014 dengan konsentrasi pencarian di area Pangkalan Bun. Tak terbayang sedihnya kehilangan anggota keluarga terkasih, kenyataan yg harus diterima meski hati masih tak ikhlas. Tak bisa disembunyikan pula hati yg remuk karena harus pisah dgn cara demikian, dan tak terkira lukanya harus dicoba seperti itu oleh Al Malik

Sebelum lanjut lagi, saya berdoa apapun yg sudah menjadi Takdir ini mudah2an Allah menjadikannya jalan Baik bagi yg berpulang dan yang ditinggalkan, Aamiin. Sungguh luar biasa, tidak mudah loh ditimpa ujian begini, tapi saya sangat berkeyakinan Yang Maha Mengkalkulasikan masih tak putus Sayang dan Kasih-Nya sehingga ini pasti terjadi dalam ketetapan-Nya dan Dia Pemberi reward manis bagi yg menetapi kesabaran, Aamiin Ya Rahman Ya Rahiim. Mudah tertuang dalam barisan kalimat, but indeed saya pun merasakan tidak mudahnya jiwa2 yg saat ini tetap berupaya stand tall atas musibah yg kadung terjadi

Torehan ini gak bermaksud merinci kronologis jatuhnya Pesawat Air Asia QZ 8501, namun saya ingin berbagi sekilas yg IngsyaAllah ini juga jadi baik bagi kita kedepannya utamanya menyikapi hidup ini.

Sering dari kita (termasuk saya) mengeluhkan masalah ini itu, hidup yg begini begitu, atau segala yg saat ini tak sesuai angan2 diri. Kecewa ya? yup lumrah kok, Sedih bahkan menumpahkan luberan air mata kah? he'eh juga. Saya pun masih demikian saat segalanya tak terwujud, dan apa yg sudah jadi takdir, kita anggap tidaklah baik bagi kita (versi kita). Misalkan saja saya yang masih harus legowo karena hingga kembang api mengudara saat pergantian tahun ke 2015 banyak goals yg digadang2 belum juga meledak dan beberapa problems kehidupan diri yang belum terlihat hilal sudahnya. Then What?, Tapi cobaan secuil itu mampu membuat saya seolah sedih sendiri. How week I am!. Saya pun sering dicurhati temen yg merasa skyfall istilahnya, dll. Mmmm ternyata ndak sendiri yah, dan lucunya berkutat pada masalah sendiri, lupa bahwa idealnya ada waktu untuk sesama agar nikmati bahagia lewat tangan kita. Uppsss!

Baru deh kalo ada kejadian disaster gini bisa bilang, Ya Allah gimana kalo aku yg di posisi gitu yah? Gimana kalo itu adalah keluargaku? dan gimana gimana lainnya yg setelah dibedah bahwa yg bermasalah pada dasarnya hati dan perilaku kitalah yg belum cukup mampu bersyukur! (aduh ketampar kalimat sendiri neh). Masa' mau syukur aja (bukan "mampu syukur") kudu' ngeliat orang lain posisinya ada dibawah kita dulu sih? (olala). Beryukur punya mobil saat lihat orang lain kehujanan naik motor, begitu lewat mobil impian langsung deh bandingin boil kita yg tak se-mentereng our dream car, Bersyukur punya kaki saat lihat orang lain duduk dikursi roda tapi begitu lihat someone lewat depan kita dengan kaki lbh cling dibanding kita langsung deh menghujat kenapa kita punya kaki gak "seindah" ntu orang! mmm dan masih banyak lagi ya kalo ngomongin soal keluhan

Anyway, tulisan ini sama sekali bukan mensyukuri kenapa musibah orang lain tidak menimpa kita, bukan itu guys! Tetapi Pembelajaran dan Meng-audit diri betapa banyak pemberian Allah dr trivial issue, hal remeh temeh, sampe perkara penting tetap punya ruang untuk statement dan perilaku tidak syukur!

Terkadang yang masih bilang yummy saat makan pagi ternyata tak bersua lagi dengan makan siang, sering pula yg berujar "see you tomorrow yah" justru tak sampe malam sudah "berpulang", dan tak dinyana pula baru saja cuap2 menjadi sejarah cuap2 terakhirnya karena tak berapa lama dia ke haribaan-Nya!@#@#.

Sekali lagi Musibah saat ini yg menimpa kita atau sesama adalah sapaan Allah kepada jiwa2 yg beriman dan berpikir… akankah kita tetap stay pada “Jalan Lurusnya”?. Pelajaran bahwa hanya Kebaikan-lah yg harusnya setia setiap saat karena sang Pemilik Jiwa selalu misterius sesukanya mengambil raga ini, dan paling pentingnya akankah kita men-tabah-i rasa sakit karena ujian ini dengan bersungut – sungut demo merasa Allah tak lagi Ar Rahman dan gak mau jadi Ar Rahim lagi… atau tetap sakit dalam Kesyukuran? Tanya – tanya ini hanya kita yg bisa menjawab karena menyoal Iman, dan Iman adalah Intern kita dengan Allah!

Minta ini dan itu, merasa Allah “gak denger” pinta kita saat belum terwujud, dan merasa Allah “gak tau sedihnya” kita, dan merasa Allah “gak ngerti apa yg kita mau”. Padahal Allah Always knows and we know nothing! Men-judge diri “pantas diberi ini dan itu” padahal tiap ruku’ dan sujud cumin bawa dosa? Oleh karenanya masing – masing kita banyak yg “belum mampu” menjawab
“Ni’mat Ku yang manalagi yang kamu dustakan?”, dan diulang-ulang pula ayatnya… Apa gak malu ditanya gitu?

Mohon maaf bila ada kalimat yang menyinggung, sungguh saya menulis ini karena saya masih minus dan masih menjadi salah satu hamba yang datang pada-Nya baik siang n malem dengan peluh dosa!, Diri ini masih celangak-celinguk kira2 Allah berkenan beri ampun apa gak?

Yuk mari sama2 perbaiki diri, Musibah apapun baik yg terjadi kepada kita atau orang lain tetap dalam Rahmat Allah. Teorinya memang mudah tapi sumprit njalaninnya menyesekkan dada! Tapi nyatanya hanya perbaikan diri kita terhadap Allah, ramah terhadap sesama dan lingkungan-lah yang IngsyaAllah menempatkan kita pada Jalan-Nya, yang Lurus… Aamiin

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…