ChappelHillShooting, Bernego dengan Kejahatan

Saya bukanlah jiwa dalam shaf pertama yg nge-bahas soal ini. Dari campuran rasa prihatin, sedih, gregetan, berasa gak imbang di-mix rasa2 lainnya jadilah tulisan ini

#Chappelhillshooting jadi lini masa hangat di Twitter dan kancah per-maya-an 2 hari lalu walau tak se-meroket macam CharlieHebdoe. Pembunuhan yg dilakukan oleh Craig Stephen Hicks berusia 46 tahun tersebut sudah mengakhiri hidup 3 orang muslim, Deah Shaddy Barakat (23th), Istrinya Yusor Mohammad Abu Salha (21th), dan adik Yusor bernama Mohammad Abu Salha (19th) di North Carolina, Amerika Serikat. Menurut  kepolisian setempat, itu sih kejahatan “biasa” dipicu sengketa lahan Parkir. Statement dari narsum lain dan Istri Hicks bahwa pelaku yang juga seorang Atheis memang diketahui sangat tidak ramah dan sudah lama kesal menyangkut perselisihan lahan parkir dan tidak ada hubungannya dengan agama. Lagi, saat polisi disinggung soal kebencian tersangka terhadap agama tertentu “katanya masih diselidiki motif terkait” itu. Mmmm... kalo kejadiannya sebaliknya, Korbannya adalah Non Muslim lalu Pelakunya Muslim akankah mendapat porsi yg sama?

Kejahatan itu bukan soal banyak2an nyawa yg terbunuh, bukan pula soal  agama apa yg diyakini seseorang. Kejahatan apapun format wajahnya tetaplah Perilaku diluar Prinsip Kebenaran, No Excuse itu! Dan tak ada ajaran Agama manapun yang boleh membantai kedamaian sesama karena Agama mensyaratkan Kebaikan!

Kesal juga hiprokrisi media luar (termasuk elit2 papan atas-nya yah) itu eksis dan nyata. Karena bukan hanya “terasa” tapi kasat mata selama ini bila pelakunya Muslim cepet banget dilempar statement, sikap, dan perilaku seolah Islam itu Teroris seutuhnya, seluruhnya. Tak ada nego bahwa segelintir orang Cap Teroris itu bukanlah perwakilan Islam! Bahwa kami yg Muslim juga tidak pernah bisa maklum saat saudara kami muslim yg lain merusak damainya orang lain lewat tindakan Extra Ordinary macam CharlieHebdo. Tak pernah sekalipun selama ini saya diajarkan bahwa Islam boleh memutus kehidupan sesama whatever they belief, sungguh kontradiktif dengan Islam yg komplit Rahmatnya. It’s absolutely freaking sad to hear guys!

Tulisan ini bukan unek2 kacangan. Doktrin Kejahatan itu harusnya final ditetapkan sebagai Kejahatan tanpa atribut siapa dgn latar belakang apa, siapa dgn kepercayaan atau agama apa karena Kejahatan selamanya tidak pernah berubah nilainya jadi Plus!. Saya pun tak merasa ekstrem krn kami sebagai muslim memang melihat kondisi semacam ini beda. Bila pelakunya Muslim dan korbannya Non Muslim langsung deh bumbu2 tak sedap bertebaran dimana-mana, kalo sebaliknya? Melempem ky ChappelHillShooting itu. Ini diluar masalah Palestina ya, yang emang udah jelas “gak ada hati manusia” nya para penindas kedamaian rakyat Palestina itu, karena Membunuh jadi Sikap Premier!. Dalam kasus Chappel Hill Shooting itu ketiga korban diketahui aktif dalam penggalangan dana bantuan sosial dan sumber lain mengatakan termasuk untuk para korban di Palestina.

Agama adalah Jalan Lurus karena isinya melulu Kebaikan, gak ada keraguan soal Baiknya. Kejam bila men-setara-kan Agama manapun dengan Terorisme karena bila ada penyimpangan dari Prinsip Kebaikan maka bukan Agamanya yang salah tapi Follower, Pengikut-nya lah yg tak paham Substansi kebaikan dalam kepercayaan, dalam agama yang dianutnya!

Apapun agamanya, saya, anda, kami, atau mereka mudah2an tetap di Jalan Kebaikan, Aamiin ...


Komentar

Postingan Populer