Langsung ke konten utama

Fighting Endurance

Assalamualaikum all,
Segala puji bagi Al Malik yang masih saja gak bosen menggelontorkan Ni’mat hebatnya pada seisi alam termasuk manusia macam saya ini yang seharusnya beberapa waktu lalu punya lebih dari cukup diberi keluangan waktu buat ketak ketik, tapi karena ada even sesak didada jadilah tulisan gak maksimal adanya (hihihi #mbela diri). Eh bentar ya sebelum dilanjut saya ingin say thx dulu buat Mbak Dian, salah satu teman yg selama ini berbagai dalam banyak hal utamanya menyoal Ilahi robbi, Al Malikul Mulk.

"Thx bingits Mbak Dian soal inpo quotes "Qadarullah WA Ma Sya’a Fa’ala” karena dr sini meski hanya via DP BBM aku bisa kembangkan jadi tulisan yang mudah2an manfaat buat semua yg baca dan alarm buat aku juga nih yg masih sering ngerjain hehehe. Btw minggu kemaren akhirnya dateng buat pengajian di Al-Azhar ya? Harusnya aku juga ikut tp ada sesuatu xixixi(sesuatu itu bernama “ngeles” a.k.a “males”). Sekalian juga trims berat mbak selalu ngabarin aku nih lewat chat, seneng banget punya teman sebaik Mbak Dian, mudah2an Allah beri pundak yg tough buat Mbak Dian n fam yah, Aamiin”

Okay pemirsa kembali lagi kebahasan remeh temeh yang saya ingin share tapi tak remeh temeh pahalanya, IngsyaAllah. Oya saya cuplik dulu hadits-nya nih yg mungkin sebagian pembaca sudah familiar dgn Quotes Rasulullah, Baginda Muhammad, Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berikut :

“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah dalam mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Jika menimpamu satu perkara, janganlah kamu berkata, “kalau aku lakukan ini, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, tetapi ucapkanlah, “Qadarullah Wa Ma Sya’a Fa’ala”(Allah telah menakdirkan segala sesuatu, dan Dia berbuat menurut apa yang Dia kehendaki) karena ucapan (kalau atau berandai – andai) akan membuka amalan syaitan.”
(Hadits Riwayat Muslim No. 2664)

Okay boleh kita bedah yah (silahkan kakak :-))...
Kalo menilik lagi hadits diatas dan coba dipahami secara sempurna maka didapat banyak wisdom yang fully wise taste. First, pasti rekan2 paham yg dimaksud kuat dan lemah dlm hadits dimaksud bukan pada fisiknya tapi ketahanan seseorang dalam menjalani hidup agar tetap pada Shiratal Mustaqim. Saya setuju dgn menggunakan istilah lain yakni “Fighting Endurance” atau bahasa anak2nya “Bola Bekel” yang semakin bolanya dibanting kencang kebawah maka lompatan keatasnya makin tinggi! Bukan seperti telur yg bahkan kita gak sengaja nyikut dikit saja lalu jatuh kebawah walaupun gak ekstrem ketinggiannya sudah ...Fragile..., bahkan cuman beradu sesama telur saja juga sudah bisa... pecah.... Ya memang dalam baris tersebut juga ada info bahwa masing-masing (baik yg kuat ataupun yang lemah) memiliki Kebaikan. Tapi bila Kuat adalah salah satu alasan Allah lebih mencintai hamba-Nya, maka penting bingits kan menjadi pribadi beriman yg Kuat Inner-nya?
Baiknya ada dalam diri setiap yg beriman pantang berucap atau bersikap “Lemah” sebelum mengupayakan jalan menuju kuatnya kita. Istilah lainnya kita kenal dengan Tawakal, Memaksimalkan ikhtiar yang kita mampu dan menyerahkan bagian yg tidak mampu sbg Hamba kepada Tuannya, Al-Qadir. 

Setelah membanting tulang2 guna mengunduh manfaat bagi sendiri dan sesama maka kita hanya menunggu pengumuman Al Jabbar saja soal result show-nya. Lah kalo udah maksimal tenaganya, udah jor2an usahanya, udah jungkir balik ikhtiarnya, n dah dari timur ke barat semangatnya lantas mau gimana lagi.., beda dengan pasrah, mengeluh, ataupun putus harapan
“Ngapainlah makan, entar juga laper lagi”
“Gak usahlah nyuci motor, entar juga kotor lagi”
“Biarin ajalah gak mandi, cos ntar bau lagi”
Bila anda berteman, bersinggungan atau juga dekat2 dgn pribadi demikian pastikan anda bukan salah satu follower-nya dan make sure it's not all of you! Capek nge-follow pribadi yang bahkan dalam tiap sudut kehidupan paling gurem sekalipun selalu memajukan kesedihan atau lelehan airmata (ssst jangan bilang2 ya gan, ini yang nulis juga sering masih gitu loh wkwkwk, yang nulis tuh emang gitu, cuap-cuap kasih siraman rohani eh dianya mah apa atuh... hihihihi, maksudnya ini mirror juga buat saya)

Tapi tanpa disadari banyak dr kita masih belum tuntas sikapnya dalam perkara2 positif. Baru sabar kalo sudah melampiaskan energi marah2 dan gak bisa membalas lagi, baru Ikhlas saat sudah capek nge-gerundel, baru khusyuk saat kesempitan melanda, dll yua... (saya paling depan nih shaf-nya kalo soal belum baiknya ini kik kik kik kik), begitu juga dgn sikap "Kuat"-nya yang Allah minta lewat hadits diatas

Yup banyak juga dari kita asli hebatnya soal semangat, ikhtiar dan segerbong upaya baik penghantar jalan berkah-nya kehidupan, tapiii yah namanya juga syaithan kan dia gak suka kalo kita gak nemenin dia ke neraka, maka banyak dari kita yang tak kenal putus asa dalam usaha tapi tak legowo begitu melihat akhirnya! sampai istilah kata nggaruk-nggaruk aspal dalam literan air mata (ealah lebay-nya kumat) dan bertanya kepada Ar Rahiim "Ya Allah kenapa sih ini terjadi sama aku yang unyu-unyu gini... aku kan sudah usaha, udah doa juga... coba Kau tak usahlah kenalkan aku dengannya ... bla bla bla"
Itu dia yang dimaksud statement selanjutnya dalam untaian kalimat hadits itu.

"....Jika menimpamu satu perkara, janganlah kamu berkata, “kalau aku lakukan ini, niscaya akan terjadi demikian dan demikian, tetapi ucapkanlah, “Qadarullah Wa Ma Sya’a Fa’ala”, karena ucapan (kalau atau berandai – andai) akan membuka amalan syaitan..."

Bahkan soal "andai –andai" saja Islam sudah mention dari dulu bahwa hal tersebut gak boleh dilakukan. Ya walaupun dgn berat hati ternyata sampai sekarang masih sering di-mention dilakukan (aduh daritadi ngomongin yg nulis amat sih ni Hadits hihihihi). Syaithan selalu punya celah agar kita selalu sohiban sama dia, everytime, every hour, ever day-lah. Saat upaya pencegahan agar kita kuat dalam berupaya tidak berhasil, maka Syaithan masuk dalam celah kekesalan, kekecewaan, dan kesedihan lantaran akhirnya Takdir Allah tidak sama bahkan jauh beda dari ingin-inginnya kita! Merasa berhak menentukan hasil dari jungkat-jungkitnya kita, merasa Allah menyingkirkan kita dari Rahmat-Nya, merasa diri sudah totally bersihnya, merasa Allah gak mau paham kesukaan kita, dan setumpukan "merasa-merasa" lainnya yang tanpa disadari hanya turunnya Iman dan masuklah kita dalam golongan yang Lemah, tinggallah syaithan bersorak-sorai bak Dora "Berhasil Berhasil..."

Asyik dan renyah-nya ya saya cuap2 lewat tulisan ini, hehehe... saya memang ndak bilang ini mudah karena nyatanya pula Allah pasti menguji kita2 ini yang berikrar beriman, yang setiap hari selalu laporan dengan syair "Hidupku Matiku hanya untuk-Mu, ya Allah". Bayangkan ya sodara2, Rasulullah yang sudah punya sertifikat pasti masuk Jannah saja masih diuji tingkat Mahabaratha, lah gimana kita yang selalu datang dalam ruku' dan sujud' pada-Nya dengan meneteskan peluh2 dosa??? #sadar-diri

Yup, renungan singkat gak padat dan tak merayap ini mudah2an bisa mengembalikan meteran Kuat dalam diri kita. Statement Allah soal Amar Ma'ruf Nahi Mungkar pun kan bukan untuk orang lemah to? jadi mau sebagaimanapun rasa sesak didada yg akhirnya menimbulkan sakitnya tuh dimana-mana tetap bukan tolerir "Lemah-nya" diri atas kehidupan ini. Saya pun tau betul bahwa saya termasuk dalam jajaran pribadi yang masih seringan turun imannya daripada naiknya, (turunnya banyak eh naiknya dikit bingits hihihi). Saya berbagi guna sharing utamanya buat saya bahwa tak ada nego apapun untuk baiknya diri. Bila kita masih belum maksimal yuk maksimalin, bila belum rajin monggo ditambah rajinnya, bila belum khusyuk ayolah kita lebih fokus, bila belum kuat mari dicoba untuk menjauhi sikap2 pelemahan diri seperti Mengeluh, Menunda, Mengabaikan nasehat baik, dan perkara minus yang hanya membuat syaithan riang gembira. Gak perlu banyak2 dulu yang penting kontinyu membiasa pada hal baik, IngsyaAllah kemampuan diri menjalani apapun yang Allah beri tak kita lihat lagi sebagai penjegalan dari Allah agar kita tak berhasil karena ini masuk dalam pelemahan pemikiran, kalo syaithan aja terus latihan tiap hari memperkuat diri agar kita masuk dalam koalisi-nya, masa' kita anteng adem ayem aja?

Tak mungkin As Salaam ingin kita nyusruk, tak ada maksud Al Haliim menyakiti, dan tak ada niatan pula Al Wahhaab menyisihkan kita dari berkah-Nya, hanya kita yang saat ini sedang "Lemah" dan salah sikap saja yang menganggap Dia tak lagi Rahman dan Rahiim...

Mohon maaf bila ada kesalahan, kiranya berkenan mengoreksi karena segala kebaikan hanya Milik Allah seutuhnya...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sumber Gambar : Google Image

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…