Kebaikan bikin Gerah, Kebenaran jadi Marah, Haruskah Kejahatan dibayar Murah?

Assalamualaikum All,
Awalnya mau ngelanjutin kisah cinta2an, tapi saya pikir harus dijedahi dulu dgn bahasan umum yg saat ini cukup jadi Lini Masa Tanah Air Beta. Apalagi berita ini bisa dibilang seperti statement-nya Politikus kondang Bpk. Soetan Batoegana itu "ngeri-ngeri sedap" hihihi, seperti juga usia saya ini, ealah jadi curcol lagi :-) ...

Menjelang eksekusi Duo Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang Grasi-nya di-refuse Pak Presiden, pertemanan antara kita dan tetangga yg punya Kangguru itu cenderung "rombeng". Apalagi setelah kang mas Tony Abbott itu ngungkit2 bantuan kemanusiaan yang pernah pertiwi-nya beri saat Tsunami melanda Aceh tahun 2004 silam. Aduh mister Plis deh, ganteng ganteng kok ndak mudeng to? apalagi si romo Ban Ki Moon turut menasehati RI agar urung mengeksekusi terpidana mati itu. Oke papi Ban Ki Moon, kami terima sarannya tapi maaf yuaaa Pap bila kami tetap pada jalan baik bagi bangsa kami. Bagaimanapun negara lain atau publik international idealnya memahami seutuhnya kebijakan suatu negara untuk tetap pada ketegasan putusan melaksanakan yang baik bagi hajat hidup rakyatnya, via cara mereka. Karena ndak usahlah ukuran negara, milih jodoh aja punya pertimbangan sendiri kan? (hehehe nyerempet jodoh maning neeh) apalagi negara yg melihat adanya ketidakbaikkan bila abai atau longgar memberi hukuman pada segelintir pelaku yg dinobatkan dalam barisan extra ordinary crime!, Piss ya...

Kenapa gerah bila putusan kami ada dalam koridor baik?, utamanya masa depan generasi kami. Apakah jadi putusan yang tak berperikemanusiaan lantaran memutus kehidupan sesama tapi rapopo merusak masa depan sesama?, Lalu apakah bantuan kemanusiaan yg sebelumnya pernah diberi setaraf membayar generasi kami yg lebih dr segelintir harus padam masa depannya karena Obat yang oleh belahan dunia manapun secara meyakinkan dimention as poison?!@##, See Guys. Berpikir terbuka berarti memberi ruang pada hati dan pikiran bukan pada poin satu sisi saja kan? Rasanya kok childish yah karena pernah memberi jasa baik kategori membantu kaum papa (pula) lalu merasa boleh dan legal mem-barter dengan tindakan yang melenggangkan pelaku the truly crime. How come?

Ya saya maklumi kok bahwa bagaimanapun tiap kepala negara seyogyanya memang harus melindungi rakyat-nya, no bargain, even dia tersangkut perkara kejahatan / pidana dinegeri lain. RI sendiri juga melakukan langkah yang sama saat WNI kita kecantol perkara kejahatan dinegara lain walaupun saya melihat upaya pemerintah selama ini belum maksimal, tapi intinya adalah langkah penyelamatan itu ada. Hanya saja statement-nya si Mister Tony Abbott soal ungkit2an bantuannya itu loh cukup me-miriskan hati, Mbokya kasih-lah alasan lainnya yang Rasional.

Kejahatan apapun namanya, besar atau kecil dampaknya tetaplah tidak berubah jadi baik, karena memang sifatnya Nista, sehingga tidaklah setaraf bila lantas ditukar dgn Perilaku Terpuji. Apapun hasil atau hukumannya, saya berdoa yang utamanya adalah Kebaikan berkah bagi bangsa ini, Indonesia Raya, Aamiin Ya Rahiim...

Picture Source : dreamstime.com

Komentar

Postingan Populer