Senin, Maret 09, 2015

Setia pada Kelemahan Diri

"Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman"
(Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 139)

Assalamualaikum, hai helo all...
Bismillah, Alhamdulillah Yang Maha Berderajat masih berkenan memberi kita everything ya kawan. Mudah2an saat ini baik anda ataupun saya masih dalam Rahmat besar-Nya, Aamiin ya Ghafur...

Gemuruhnya kehidupan masih menegaskan bahwa benar Sikap dalam menyikapi apapun dari Allah akan menjadi donasi atas kualitas hidup kita, entah saat ini baik atau sedang diuji dengan "yang kelihatannya" buruk. Tak ada yang miss dari Al Malikul Mulk, tak ada yg sengaja disisihkan agar tidak kebagian Rahmat-Nya yang selalu ready, dan tak ada niatan Ar Rahman membegal jerih payah ini. Hanya saja sebagai insan yang sering melihat buruknya dulu dibanding baiknya utamanya saat hal2 yg hanya menyesakkan dada mendarat dalam episode perjalanan hidup, maka kita lbh suka merillis perilaku diri yg sesungguhnya kitalah yang tidak mahir melihat jawaban-Nya, dan parahnya nih kita menjadi satu2-nya yang "merasa" tepat kalkulasinya (statement ini dilayangkan juga buat yg ngetik nih soalnya yg nulis ini orangnya masih suka begitu tuh wkwkwkwk)

Yup, apakah ada yg tidak diuji? None guys, bahkan Rasulullah yang tinggal tunjuk mau Jannah versi apa, juga diuji tingkat dunia dan bahkan sakitnya lebih dari kita. Fakta demikian apiknya menjadikan diri ini sadar bahwa utasan terbaik-Nya saja harus berpeluh darah agar kontinyu berkah.... La apalagi diri ini yg gak pernah satu hari absen dosa tapi sering absen dalam berdekatan dengan-Nya!?&%$, mudah2an saat ini kita tetap menjaga pada upaya ke ridho-Nya yuaaa :-) Aamiin ya Karim...

Saya yakin pasti rekan2 sudah lama berkenalan dengan ayat diatas kan? Hanya saja banyak dari kita masih pula tak akrab dalam meng-implementasikannya, apalagi saya hehehehe... (Kena lagi nih yg nulis, susahnya gini nih kalo nulis soal kebaikan apalagi Ayat Allah karena penulisnya sendiri itu juga masih banyakan minus-nya daripada plus-nya apalagi kali-kali-annya hihihi). Ada hambatan dikit ngeluh, ada susah sebentar nangis, ada kekurangan disini eh disitu rasa sedih, ada kekecewaan disana lalu upload berbagai macam rasa kegalauan disini, dan barisan kalimat miring lainnya yg tidak bisa penulis sebutkan satu persatu (komplet n kompleks).

Basically... Namanya juga manusia maka lumrah saya kira bila kecewa, sakit hati, merasa tersisih, sedih, nangis, bahkan "merasa" Allah tak suka kita, that's colourful life. Tapi sebentar aja ya masbro mbaksist karena setelah berduka harus memastikan diri, mengambil langkah yg gak hanya seribu untuk stand tall, tapi juga berdiri menghadapi "ketidak-enakan rasa" agar syaithan tak lama2 bertengger di jiwa raga.

Firman Al Malik jelas bahwa Ia lebih menyukai yg kuat dibanding yg lemah dan lebih condong pada yg mengutamakan jalan2 bahagia daripadi yg sibuk "cari2" kedukaan. Kabar buruknya adalah masih banyak pribadi2 bahkan tak jarang hebat dalam sisi kehidupan tertentu tapi di sisi lainnya merawat "kebun" Kelemahan dirinya tanpa disadari bahkan dipupuk lalu disirami... ckckck... tinggal tunggu mawar melati semuanya indah aja deh :-). Kok bisa gitu sob...??? Ya iya bisalah guys... kan syaithan juga punya prinsip "Selama hayat masih dikandung syaithan maka benih2 kemaksiatan takkan urung dihentikan" bagi syaithan apapun bisa jadi jalan jihad-nya dalam menyesatkan siapapun yg sujud pad Ar Rahman! Dari hulu sampe hilir, dari musim semi sampe gugur, mulai matahari keluar rumah dari pintu timur sampe matahari say hello dari arah Barat, syaithan tak akan berpaling pada janji setianya agar kita nge-follow dia! Jadi gak heran kan yg kita lihat mewah segalanya, tercukupi kebutuhannya, dan terkabulkan semua cita2ta eh cita2nya maksudnya :-) masih aja upload kemurkaan-Nya...

Lemah diri adalah ...
Saat menghitung apa2 yg belum diberi menjadi fokus yg mendominasi sehingga Lupa binggo bahwa ni'mat Ar Rahman yg diterimanya justru gak bisa dihitung jari
Saat menyesali diri atas salah2 yg lalu tapi mengisi hari ini dengan ingatan yg sama salahnya untuk diingat dimasa depan
Saat waktu yg dipunya justru menjadi jeda antara kita dan DIA yg gak pernah jeda ngasih berkah-Nya
Saat seruan bersegera dari Al Hakam tak menjadi prioritas yg disegerakan namun sebaliknya terbiasa mengoleksi ragam rasa malas
Saat sekecil apapun bisa menjadi jalan kebaikan tapi tak jua diperjuangkan karena berhitung pada Yang Maha Mengkalkulasikan
Dan terbesarnya yang juga substansi dalam Lemah-nya diri adalah saat Syukur pada Al Malik jadi hal yang langka, nyaris punah dalam jiwa...

Fakir akan syukur maka selalu benar mengeluhkan apa2 yg tidak dipunya, seolah-olah hanya kitalah yg kurang dan memvonis Sang Pemberi tak lagi sudi memenuhi 
Kurang syukur pasti melihat diri tak seberuntung sesama yg lain, lupa bahwa sesama yg lain juga inginnya tuh diposisi kita. Untuk poin ini coba deh sejenak bercelangak-celinguk melihat bahwa sungguh ada jiwa lain yg sama sedih dan lebih sukar dibanding tak seberuntungnya kita yg cuman mampir sebentar

Lupa bersyukur maka pasti lupa akan enaknya apapun yg saat ini masih diamanahkan Allah untuk kita ni'mati. Ya iyalah yang diingat hanya item2 kesedihan doang, jadi baru ngerasa enak makan saat mulut sudah sariawan, enak badan justru ingatnya waktu meriang, enaknya jalan baru berasa saat kaki lebam2, atau merasakan enaknya berkecukupan saat pundi2 uang tak lagi dipangkuan walaupun dihabiskan untuk hal2 yg bukan di jalan Ar Rahman...!!!

Dan punahnya syukur pasti menutup celah baik sangka bahwa Ar Rahiim sungguh masih dan selalu cinta hamba-Nya, bahkan yg belum baiknya pun Allah tunggu sesal dan tobatnya. Ini sering banget terjadi saat seseorang stagnan, yang hanya mampu menerima memori masa lalu dan mengingkari ni'mat saat ini dengan membandingkan masa sekarang yg "dirasa" lebih buruk dari yg lalu. Pengingkaran ni'mat jadi sangat tidak ber-perike-Tuhan-an manakala seseorang berperilaku aniaya saat segalanya bisa atau mudah dia ni'mati atau istilahnya ready to take it, eat it, use it eeehhh... menyia-nyiakannya karena tetap melihat tidak ada apa2nya dibanding yang lalu yang telah lewat! Itu dia kenapa Syukur yang baik dan benar itu sulit karena bila tidak dilindungi iman seutuhnya maka syukur bisa sangat mahal :-(, ckckckckck (eh Lina tolong ini kamu catet juga, kan km sering juga begindang hihihi)

Yup kita sadari bahwa apapun, atau dalam kondisi yang bagaimanapun setiap jiwa memang berpotensi lemah utamanya lman, padahal kan tau sendiri hanya konstruksi Iman yang kuat saja yang jadi dasar arah jalan-jalan berkah-Nya

Maka penutup dari tulisan ini kiranya pantas menempatkan Iman sebagai kebutuhan pokok mutlak ada serta ketersediaannya yg sangat penting diprioritaskan dalam upaya perlindungan dari kepunahan. Hehehe bahasanya sok berat yah? Apa lebay? Apa?%&%#%? Kedua-duanya? Saya maklumi itu :-). Maksud dari Iman itu produk yg perlu dilindungi adalah karena dikit aja meteran Iman turun maka spektakuler dampak destruktif-nya seperti tidak akan lama bertahan dalam ujian yang Allah layangkan walau sebentar, entah ujian itu dalam bentuk musibah kehilangan harta atau orang yang disayang berpulang. Bila sudah demikian kadang bunuh diri jadi hal yang "legal" dijalankan (Nauzubillah)

Pada akhirnya hanya pribadi dengan takaran iman yang pas sajalah yang mampu melintasi ujian Allah itu. Sebaliknya bila volume Imannya tak memadai maka seorang muslim/muslimah jangankan di-request menghadapi dunia luar, lawong nge-fight diri sendiri supaya Allah oriented aja masih serong kiri serong kanan! Mmm ... Padahal kita sudah divonis paling tinggi derajatnya loh! Tapi nyatanya suhu kepercayaan kita pada Sang Maha Penjamin derajat gak nyampe one hundred celcius sob :-(, bahkan sering ragu dalam perkara ber-substansi baik

Terus poin solusinya? Itu dia pren... Saya sebenarnya paling demen bedah masalahnya doang tapi gak piawai dalam solusinya wkwkwk....
Okay okay anyway, konklusi solusi yang saya tawarkan sebetulnya bukan inovasi baru Gan karena hamba-Nya yang masih berlumut dosa ini hanya ingin berbagi hal sederhana yang IngsyaAllah jadi jalan Jannah lewat ikhtiar saling mengingatkan dalam hal kebaikan, kan ada ayatnya to?

Yup mengetahui bahwa kita termasuk golongan lemah yang akhirnya berupaya fokus pada semua pemberian Ar Rahman yang dimaksimalkan pemanfaatannya lalu rilis-lah pribadi kuat dibanding sebelumnya kan bukan orang lemah to? Karena jiwa yang kuat adalah mereka2 yang tertatih lelah, terseok,bahkan sering terjerembab dalam cadasnya kehidupan tapi tetap punya porsi pada Ilahi untuk kontinyu melihat apa yang Al Malik sudah amanahkan padanya untuk digarap dalam rasa kesyukuran bukan kekufuran!, nah cakep kan solusinya #sombongnya keluar nih. Silahkan diartikan ya sob sesuai ejaan yang disempurnakan :-)

Mudah2an kita tetap pada upaya menjadi muslim/muslimah kuat itu yah, Aamiin ya Rohman. Mohon maaf bila ada part yang menyinggung karena diri ini masih deket dengan salah dan Alpha bahkan kadang keterusan jadi Beta Charlie Delta dan Fanta #starting to ngelantur, indeed hanya Allah yang Maha Benar

Wassalamualaikum,
Erlina Febrianovida

2 komentar:

  1. Karena jiwa yang kuat adalah mereka2 yang tertatih lelah, terseok,bahkan sering terjerembab dalam cadasnya kehidupan tapi tetap punya porsi pada Ilahi untuk kontinyu melihat apa yang Al Malik sudah amanahkan padanya untuk digarap dalam rasa kesyukuran bukan kekufuran!, nah cakep kan solusinya....cakep bener, tapi terkadang kita sesema manusia masih saja suka dan tertawa melihat orng yg sdng diuji untuk naik kelas 4JJI, Semoga dijauhkan dri sifat itu amiin

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum Mas Rosyid, hehehe tengkiyu yah udah mau mendarat sukses di blog aku n ada komen plus-nya lagi hihihi jadi shy shy cat nih (mulai deh GR-nya ampun2na cuman gitu doang). Yup bener banget mas contohnya nih yg nulis ini juga masih gak sadar suka gitu padahal mah orang lain bisa temenan ama aku karena Allah masih mau menutup banyak dosa aja kan. Mudah2an kita terus memaksa diri hanya untuk yg baik2 yg IngsyaAllah sifat buruk apapun kita diberi pundak yg kuat untuk mencampakkannya, Aamiin ya Salaam, Trism berat sekali lagi Mas Rosyid :-)

    BalasHapus

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...