Rabu, Mei 13, 2015

5 Menurun 6 Mendatar

Assalamualaikum kawan....
Seneng bingits bisa jumpa lagi dalam bahasan yang gak bisa lebih tajam dari... Silet .... :-D. Anyway, moga kita semua tetap menjadi hamba yang disayangi-Nya yah, Aamiim Yaa Salaam...

Sorry kalo judulnya jayus a.k.a Maksa yah, indeed tidak ada niat pelaku membuatnya begitu :-). Kisah kasih ini (halah...) sebetulnya klimaks dari dampak yang belum berakhir yakni penantian duduk di pelaminan wkwkwkwk, jadi bila tersirat dan tersurat oleh pembaca bahwa aku sudah lewat dari ambang batas normal dalam penyampaian tulisan kiranya bisa mengambil sikap maklum, anda segan aku pun sopan (tuh kan beneran gak match, apa coba....), gak segitunya kawan, just intermezzo doangan :-P.

Berbagai peristiwa hilir mudik yang terjadi  sungguh menjadi pelajaran bagiku bahwa Al Adl itu nyata Timbangan KeadilanNya, bahwa Yang Berkehendak hebat KuasaNya, dan Yang Maha Melihat itu asli tajam PendengaranNya. 

Oiya sebelum menapaki uraian aku yang pasti gak pernah bisa singkat dan selalu padat merapat mungkin ada yang aneh kenapa judulnya begitu. Diambil dari kisah nyata bahwa seorang lajang (iya deh maksudnya akoh) itu kadang bukan soal penantiannya aja loh yang bikin dag dig dug tapi soal bongkar pasang hati dan gedebak gedebuk "Jatuh Bangun"-nya merajut, menyulam, merenda dalam C-I-N-T-A #eeeaaaa ini mah cinta apa belajar njahit-njahitan seh? aku tuh sok kelarisan banget yah .. . yang padahal jauh dari laris tapi manis #weeekkk. Oraitlah kawan bukan tanpa sebab oret2an ini, karena walau gak penting aku tetep ingin jadi bagian NKRI yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai Pembukaan UUD 45.

Nulis ini cukup tersendat, ya mungkin karena long wiken kali yah. Apalagi harusnya saat nulis ini aku kudu kirim dulu bahasan ke kompasiana (target pribadi) #promosi, tapi berhubung hati ini connected sama tulisan ini maka dengan seluruh jiwa raga aku mau tumpahkan disini dulu. Padahal maraknya kan lagi menyoal yang 80 s.d 200 jutaan itu..., itu nanti dulu ya sob.

Aku pikir soal Jatuh Bangun dalam dunia per-love-an hanya dunianya kaum hawa eh ternyata kaum pria juga "mengalami"nya. Yaelah mbak sist laki-laki kan juga manusia, punya rasa punya hati jadi jangan samakan dong kaya' pisau belati. Maksud aku bukan poin jatuh bangunnya tapi menyikapinya. Iyalah mereka juga jatuh bangun, bedanya kalo cewek itu pas jatuh lantas patah karena cinta maka buat ngebanguninnya seolah mesti manggil malaikat Izrail dulu... Ssssuuuussssah.... Belum lagi uraian airmatanya itu loh lebih dari produsen wafer yang gak hanya ratusan tapi literan bahkan bisa barrel-barrel-an wkwkwk.... ini pasti lagi ngomongin seorang wanita cupu tapi berharap unyu en lutcu, Erlina Febrianovida #mimpikaliyeee...

Oke oke balik lagi... Pokok' e kalo cewek gedebuk soal cinta susah deh buat bangunnya #moveon, meski laki2nya sudah ampun2an menyakitinya. Sejurus kemudian pasti kaum Adam yang baca bakalan "wuuuuuuuu" en bilang "cewek juga ada kali yang tujuan hidupnya nyakitin pria" hehehe iya deh gan ada... tapi tetep banyakan cowok wkwkwkwk....#ampuntuan. Eh tapi masih ada pula kok pejuang-pejuang move on, move away dari kalangan perempuan #disitusayamerasasenang.

Dilain sisi kalo cowok... Oooo Eeemmm Jiii.., hari ini putus besok udah nge-renjengin- hawa-hawa yang lain dan dengan renyahnya bisa bilang "yang lalu ya biar aja berlalu, yang saat ini harus dini'mati sebagai anugerah terindah yang masih dimiliki" hahahaha...
Eits tungguuuu... tapi ya gak semua gitu juga kok, soalnya teman aku (cowok) ada juga yang bilang :
"Aku pernah diselingkuhi jadi sekarang aku gak bisa lin kalo suka sama cewek 100%"
Hahahaha... Eeeaaa mas'e bilang aja karena buat si A 50% buat si B 25%, en buat si C 25%, jadi genep deh 100% cintaku qiqiqi....
Atau temenku cowok lainnya di kantor yang bilang :
"Sakit banget mbak karena dia (mantan ceweknya) ninggalin saya karena saya udah gak kerja, padahal ya mbak sebentar lagi udah mo nikah, saya sampe dirawat di rumah sakit lo mbak lina"
Waktu cerita, ekspresi temenku saat itu seolah mau nggarukin aspal tapi setelah dia nikah bisa bilang :
"Aduh mbak saya nyesel loh kenapa waktu itu saya sampe sakit2an mikirin dia, beneran udah keganti mbak ama yg sekarang". Dan saat ini sudah punya seorang putri cantik, Alhamdululillah ya kawan.

La terus gimana ceritanya dengan akoh wkwkwk, gak penting bangetlah, paling kalo ditanya temen...
"eh lin waktu itu yang lo ajak ke kondangan gak berlanjut?"
"Mmm" (sambil berpikir) "yang mana ya say?" (Jjiiiiaaah sok laku banget ya ane hahaha...)
"Yang...."
"O itu, ada noh di gudang" :-P qiqiqi
"Bukan jodohnya bu" dan lebih lanjut aku bilang ke temen pake bahasa artis2 itu..
"Kita pisah karena sudah tidak ada kecocokan lagi, ada perbedaan prinsip yang tidak bisa kami satukan" #diplomatis

Mbahas soal jatuh bangun dalam cinta bagiku adalah permainan hati, bagaimana kita tetap punya sikap baik dengan yang bahkan bikin kita gondokan. Seorang teman (wanita) tanya padaku :
"Gw sih gak bisa lin kaya' lo, gak lama putus terus sudah membuka yang baru"
Mmm anda pikir hati saya baja seluruhnya? qiqiqiqi...

Aku punya tangis tapi juga tawa, tapi aku memilih yang jelas baiknya. Kenapa?
Ya benar sih dia pernah mengisi hari2 dan membuat taman bunga di setiap sudut perasaan kita. Tapi plis being logic gals, ingat pula apapun yang gak cocok bila dipaksakan Patah! Memang harus ada yang mati sebelum yang baru hadir dan menguat #MTGWbangets. Ikhlas aja deh bahwa dia memang tidak cocok, bukan tidak baik loh ya karena bisa jadi "baiknya" dia cocok bagi pribadi yang lain, pun demikian juga kita. 

Iiih Lina sih enak ngomongnya.... Hihihihi... Perkara patah mematahkan aku pernah rasakan dan bagiku itu alamiah. Justru aku lebih khawatir bila aku seperti salah seorang kawan yang baru bisa open her heart again after 5 years left! How come?!. And now she's guilty for everything she didn't do... Atau temannya temanku yang finally membuka diri lagi untuk pria yang Alhamdulillah sudah jadi suaminya saat ini tapi setelah vakum 4 tahun dulu cuy, dan itupun upaya keras temanku dalam memprovokasi kebaikan baginya.

Diujung acara ingin aku sampaikan bahwa up and down, falling in or out love,  melting or heartache, with or without him or her, Jatuh dan bangun, atau istilah lainnya, itu ujian hati, rasa, dan logika. Cinta itu sifatnya ekstrim makanya gak salah Geisha bilang logikanya minta dilumpuhkan. Sayangi diri, respecting yourself. Remember the time is one of impossible thing to turn back. Mau jatuh gelesotan gak bangun-bangun waktu gak bisa kembali juga kan?. Mau jatuh dan tak bisa bangun lagi plus gak tau jalan pulang sampe jadi butiran debu-pun tak bisa membuat apa yang kita inginkan kudu terkabul! Hal yang pasti adalah waktu terus berjalan dan usia gak bisa bohong. Ada massanya kita jadi limited, so selagi masih diberi kelonggaran gunakan untuk menghormati diri dengan segera, cepat untuk memilih yang baek-baek say.

Cheer up, bila ia jodoh kita pasti come back kok, tapi sekali lagi ranah kita bukan kusut masai gimana kalo dia bukan jodoh kita sehingga saat he or she dumped you and vice versa lantas kita maksa tetep ingin bersama dengan yang gak cocok!. Solusinya? Rasanya emang gak enak but please don't bargain for every good deeds you can maximize do. Alami itu, ingat saja bahwa segalanya bila sudah terjadi adalah Takdir dan gak ada satupun yang happened tanpa Al Maliq Tahu. Memaksa diri untuk melakukan yang baik itu Ketegasan bukan Kezaliman, jadi bila kita sudah membaikkan diri lalu ending-nya kita proper dengan ex.kita yang sempet bikin sakit tapi sekarang sudah baik... baik rumahnya, pekerjaannya, baik kendaraannya, dan bawaan uangnya yang minimal di dompet 80 s.d 200 juta itu .... #ngasal.com,... maka Al Khaliq punya banyak cara mempertemukan kita lagi dengannya. Namun bukan dengan meratap, menyesali yang sudah done lalu mengabaikan aktivitas baik yang bisa do it now!.

Lebih lanjut lagi buat yang masih kuat dan bisa netral hati, baiknya gak perlulah delcon or unfriend mantan/ex/ttm/ttp/tts/tpa/tdp/tetelan or apalah namanya. Kenapa? Karena yang akan datang kan misteri maka bisa jadi dia jalan rezeki kita yang lain tapi akhirnya ditutup oleh Ar Rahiim karena kita block dia. Bukan berdalih atas nama silaturahim, tapi bener juga kan jalan baik itu suatu saat bisa darinya meski saat ini dia nothing buat kita, apalagi pertimbangan kita cuman soal emosi minus semata dan perkaranya masih bisa ditolerir hanya saja kita gak mampu mengikutinya.

Iya lin tapi kan aku mo move on en wajar dong segala tentangnya aku burned. Eh wait, jangan di-burning-dong kan sama dia dulu pernah melting wkwkwk. Iyaaaa deh kaka aku juga tahu ini kan perkara hati... makanya aku bilang kalo yang kuat, yang masih bisa netral, dan bisa toleran heart-nya. Kalo gak bisa? Ya sudah walk away, move away, move on, move up. Delcon, backlist, unfriend, block saja bila itu membantu kita sembuh dari luka dan karena mengingatnya sakit. Silahkan dan boleh tapi tetap pada koridor kesantunan sambil terus membeningkan hati (jjiiiaaah kaya' aku udah bener aja ya sob ngomong gitu). Poinnya sih yuk wake up, bila untukmu tetap untukmu, Ar Rahmaan hanya ingin melihat kita menghargai jiwa sendiri dengan membangun yang baik segera dan bukan gak bangun - bangun apalagi sampe bertahun-tahun, it's not worth it bahasa pesisirnya.

Buat yang single (termasuk akoh), bila sudah dalam jalan benar-Nya mungkin Allah ingin kita menyabari ujian usia ini. Jadi bukan karena niat berlama-lama tapi bisa saja yang selama ini sempat landing, transit, atau bahkan nginep yang gak cuman sehari di hati bukan soal gak pas, mungkin belum pas. Ya iyalah lin belum pas lawong gak hanya beda provider tapi beda pula SPBU-nya :-P.

Kaya'nya udah banyak nih, mohon pamit yah. Mohon maaf atas ke-khilafan soale diri ini masih aja gak sadar-sadar sering keluar dari kebaikan

Erlina Febrianovida

Sumber Gambar : i3.mirror.co.uk


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...