Jumat, Mei 15, 2015

Aku, Kamu, Sebatas Gincu


Assalamualaikum kawan
Moga tetap dalam Iradat Baiknya yah, Aamiin Ya Rahmaan

Wah Mo nulis ihwal ini agak berat berat seneng gimanaaaa gituh :-). Berawal dari linangan seorang sobat belum lama ini #ekstrem, yang rasanya aku punya pengalaman serupa tapi agak-agak sama... jadi ya sudahlah aku torehkan dimari.

Sebenarnya pula bahasan ini tuh mainstream abis karena pasti dah buaaanyyaaak yang mbahas, tapi melihat kemirisan dan mendengar masih banyaknya korban berjatuhan dalam rentetan peristiwa PHP, aku sebagai mantan korban dan pelaku (mungkin...) merasa terpanggil untuk memberikan sebongkah cahaya pemahaman #halah yang muga2 aja nih tetap pada jalan-jalan cinta yang benar sesuai pasal-pasal cinta yang berlaku.

For your Information (kalo pake fyi takut nyamain someone you don’t know wkwkwk...) bahasan ini tadinya mo aku kemas semi formal dan kubuat jadi layang-layang, ups maksudnya aku mo submit di Kompasiana. Tapi berhubung bahasan kaya’ gini gak mungkin bagiku gak ada bahasan gokilnya... ya sudahlah cukup di publish dalam blog lokal aja #blogsendiri :-) #maluah bahasan lope2an gini meski sarat inpo di-publish disana. Itu sebabnya kenapa aku tetep nge-blog walau sudah jadi Kompasianer (jjiiiaaah apa korelasinya coba?), karena dalam Kompasiana ada kontrol bahasa yang aku jaga guna citra (cie cie...)

Tadinya mo pake pict someone juga but I'm afraid... ya intinya aku ngalah ajah lah ya agar tidak mencederai (suit suiiitt...) yang bisa dicederai atau menyinggung yang mungkin bisa kesinggung “siapapun”.. ya udah deh sebagai wanita yang terus jungkat – jungkit dalam kebaikan (sombong tenan nih cewek) akhirnya aku ngubek-ngubek pict dari gugel en Alhamdulillah dapet walau dari mancanegara.

Seorang kawan (wanita) memasang status di sebuah medsos lokal ibukota yang muatannya keluhan atas sikap seorang laki-laki yang ia klaim sebagai PHP... awalnya ngejar dia dengan minta no. lalu dll... tapi setelah itu kok kaya’ krupuk masuk angin, melempem pemirsah dan akhirnya nyaris tak terdengar.... #kuciwa

Aku bisa pahami mereka yang memproklamirkan diri sebagai jiwa pesakitan korban PHP. Pun sejurus kemudian aku "merasa" pernah masuk dalam shaf para korban itu, merasakan sakitnya cita-citata meski tak pernah pula terbesit aku cita-citakan yang demikian, tapi... saat aku resapi lagi kok kurang greget yah, dan disitu aku sadari mungkin akunya saja yang responsif alias #GR hehehe... mending aku ngaku GR aja deh biar feminim :-P. Kalo sebagai pelaku? ...mmm.. kaya'nya.... "enggak pernah" deh...? #enggakpernahmerasa maksudnya :D. Lagian adakah tampang daku sebagai jiwa yang tega mem-PHP-kan pria-pria diluar sana? (tidak ada pelaku PHP yang mau mengakui kalau dia sudah melakukan tindak pidana PHP). Eh kalo saling meng-PHP-kan pernah gak Lin? Hahaha ditanya gitu aku jadi seneng jawabnya...”belum lama ini” lah terus sekarang? Mo tau aja apa pake bangeds?... Aku mah orangnya detil dan kadang jelas kadang TiJel, tapi soal hati maka untuk perkara yang baik aku maksa agar saat ini memutuskan yang baik, karena bila ia jodoh kita Allah tetap ijinkan ia kembali karena bisa jadi dia nantinya “proper” untuk kita dan kita untuknya. Loh masih ngarep dong Lin? Kok gak konsisten? Aduh... bukan itu poinnya... Maksudnya Allah punya bejibun cara mempersatukan bahkan yang awalnya tidak suka atau benci, tapi garapan kita bukan disitu melainkan fokuslah pada kebaikan yang kita kudu upayakan sedangkan bab hasilnya hanya Yang Maha Mengeksekusi yang Mampu” maaf kalo seolah-olah lagi baca Lina Golden Ways yah, gak ada maksud :-D

Well well well, bagi seorang lajang yang dalam masa married oriented tentu hepi bila ada yang memperhatikan, utamanya lagi nih yang melempar ragam sikap perhatian itu check list atau bahasa pegunungannya "kedemenan" kita. Hati full tank dengan bunga-bunga walau hanya ditanya makan apa, feeling happy meski isi dompet cukup menyesakkan dada, feeling guilty kalo kita gak cepet-cepet jawab tanyanya, feeling angry saat tahu bbm kita cukup di read doang padahal dianya lagi rehat sebentar ajah, en feeling free walau sibuk dengan dateline menumpuk tapi tetep punya ruang waktu saat pujaan hati nge-pohin kita, mulai tanya  menu makannya, sedang apa, jadwal keberangkatan dan ketibaan kita dari dan ke rumah or kantor, dan tanya jawab umum yang kurang penting lainnya tapi tendensius atensinya. Akhirnya percakapan  itu tak sekedar kesasar rasa, tapi lebih dari aku dan kamu, abang dan neng, mas dan ade'.... disitulah karya Tuhan yang bernama manusia dijatuhi cinta yang mampu meliarkan rasa bahkan membungkam logika, ending-nya sepakat dalam koalisi RIR, Rasaku Itu Rasamu :-P (masih mainstream...)

Sayangnya varian rasa dalam kemasan lagi cinta-cintanya itu mampu memarahi logika saat ada kejanggalan rasa.. seharusnya tahu dan paham bahwa Cinta, perasaan yang anti mainstream itu tak selamanya mulus, putih, bersih kondisinya #kosmetik, tak selalu biutipul. Kenapa? Cinta hakiki hanya Yang Maha Empunya Cinta yang bisa, jadi selain dari Ar Rahmaan ya siap2 juga ada sakit yang gak hanya disini, hoping for the best but preparing for the worst bahasa anak Jak-Barnya gitu :-P.

Bagi aku soal PHP, memberi harapan, intinya membuat seseorang itu hilang ingatan karena lope-lopean adalah karena ada sikap yang salah dalam menyikapi fenomena alamiah itu... boleh gak sekarang kita ganti jangan fokus di dianya, tapi di-kita-nya? Kenapa lin? Ya bisa jadi kan emang kita yang salah menangkap rasa. Tapi Lin dia itu emang beneran bla bla bla ... yap anggaplah dia salah tapi berilah porsi pada diri bahwa kita-pun ada andil juga, paling gak kita sudah andil salah dalam memilih dan mempercayai orang :-P.

Dan anggaplah dia bilang cinta plus gak hanya ngasih sayang tapi sampe ngasih sekotak berlian, nge-lempar Range Rover, ngebangun Candi, Apartemen, mesenin gaun made in Alexander Macqueen, nelponin yang punya Hermes, en order Louboutin (ini mah blink blink juga mataku hehehe) tapi please being logic gals. Siapa sih yang mau sakit hati? Gak ada kok, yaelah Lin gak pernah ngerasain meleleh ya?. Plis... soal leleh-lelehan aku tuh dah malang melintang dalam per-melting-an say! Tapi kan juga kudu mesti harus wajib Smart, isn’t it?

Pernah denger lagunya Gareth Gates? Yang “Anyone of Us”...
.... the situation got out of hand, I hope you understand
It can happen to anyone us, anyone you think of
Anyone can fail, anyone can hurt someone they love
Hearts will break, cause I made a stupid mistake....

Duh duh duh panjang bingits tapi kok gak ada penutupannya? Yap basically bila Cinta-nya benar seharusnya tak ada sudut2 menyakiti, makanya bila ada alarm “eh kok dia ini kok dia begitu yah?” sudah seharusnya kita aware dan being logic! Tapi Lin kan udah sayang...

Ya memang nyenggol soal hati itu sulit, bisa melumut dan membekas #halah, aku pun pernah rasa. Tapi coba deh pikirkan gak hanya pake rasa tapi logika juga dibawa. Cinta gak sekedar ucap manis semata loh, tapi ada konsekuensi logisnya seperti Respect, Ketersalingan, Komunikasi, Tanggung Jawab, dll. Implementasinya? bisa dari unit terkecil misalnya saling mengabarkan sampai level berani berkomitmen menyegerakan menikah. Loh buru2 dong? Bukan buru-buru tapi menyegerakan yang baik, soal caranya tiap orang beda-beda, tapi jangan mengambil sikap gantung karena minyak aja jenuh kalo digantung apalagi perasaan :-P #komikline.

Rasa itu gak bohong. Kita selalu diberi alarm kok “eh ini oke gak yah?”. Bila ia saying I love You tapi tindakannya tidak demikian dan kita masih memberi kesempatan (kesempatan dibohongi lagi maksudnya) lalu akhirnya dia walk away ya jangan menuduh dia PHP atau semua laki-laki sama aja dong, karena saat sirine minus nguing2 kitanya welkam-welkam ajah. Bila kita membiasakan go ahead pada alarm minus maka alarm plus lama2 gak ada fungsinya, itu sebabnya Pembegal punya hati melukai karena sudah biasa salah!

Nah bisa ditangkap dong kalau dalam taraf sudah serius aja kita temukan hal-hal yang minus dari pasangan lazimnya kita aware apalagi yang baru sebatas janji2, WA-an, BBM-an, YM-an, SMS-an, dan yang gak ada ujung pangkalnya itu?. Minus yang dimaksud disini bukan kekurangan pasangan loh ya, tapi ke-tidak-baik-kan atau tidak adanya penghormatan.

Gak enak yah bacanya? Ya silahkan buat daftar plus en minusnya sendiri bila ditemukan kejanggalan. Bila yakin secara logika (mohon bahasan ini dilihat dari sisi logis-nya juga ya kawan karena kalo maen perasaan doang terbacanya kejam) harus kita tebas, legowo-lah kita yang salah. Tapi dia tetap PHP lin? Mmm... Apapun namanya dan masuk PHP stadium berapa cukupkan disitu saja, tugas kita melanjutkan yang baik. Sekali lagi bila kita berupaya baik dan dia pun baik Allah tetap menjadikan dia milik kita, mungkin tidak saat ini. Bila tidak? Allah tentu punya takaran yang Pas soal baiknya yang akan bersanding dengan kita. As simple as that #simplengomongnya hehehe..

Have a nice all days ya Pren
Erlina Febrianovida

Picture Source : inspirably.com by Nora Patricia Goodman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...