Pinangan Izrail

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” 
(Surat Al Jumu`ah : 8)

Sumber Gambar dari seorang kawan....
... yang lupa link sumber-nya :-)
Assalamualaikum sobat,
Segala pujian terbaik hanya milik Ar Rahmaan yang hingga detik ini untuk yang gak tau deh kesekian kali jumlahnya masih menghibahi kita dengan banyak Ni'mat dan Rahmat-Nya. Dan Alhamdulillah-nya lagi Dia masih belum meminta Izrail "namu" ke rumah kita...

Sungguh itu salah satu sinyal-Nya bahwa Al Khaliq masih ingin melihat sujud terbaik sahaya-Nya, sehingga bila massa-nya tiba bagi diri ini dan kita berpulang hanya dengan kesudahan yang baik #KhusnulKhotimah, Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Haliim ...

Can't remember to forget him, Rasulullah SAW, pribadi mulia yang hingga akhir satuan nafasnya kitalah yang beliau ingat. Moga Al Quddus tak putus dalam melimpahi beliau dan keluarga, sahabat, dan follower Rasulullah dengan Derajat Kemuliaan yang tak bekesudahan, Aamiin Yaa Rafii'...

Buat mba' Rir, mba' Dian, or mba' Wednesdiana (hehehe sebutin aja semuanya lin...) Trims yuuaa, Allah sungguh Maha Baik sudah memberi saya banyak teman yang tak sedikit memberi saya manfaat seperti mba' yang satu ini nih yang selalu mengingatkan pada Jalan Al Maliq. Pict ini berawal dari dia, dan ya karena saya salah satu ciptaan Allah yang iseng akhirnya saya bilang ke mba' Dian buat saya bikin jadi tulisan ini qiqiqiqi..., ucapan terimakasih juga saya layangkan untuk teman2 dan "teman2" yang lain, yang tak hanya memberi saya siraman manfaat tapi juga limpahan sikap dari mulai yang harumnya ba' mawar melati hingga kamboja sampe bunga Raflesia, dari yang bikin senyum-senyum sendiri sampe yang bikin keki, dari yang bikin sumringah ba' mentari sampe yang bikin jatuh, tertelungkup di pembaringan disertai isak sesenggukan #terlalu, but Alhamdulillah masih ada saja yang bisa saya panen dari teman2 dan "teman2" saya itu hehehe... Perkara yang bikin torehan baret di hati saya larikan kepada Ar Rahiim aja ah, masih ada Yang Maha Membalas wkwkwk..., beginilah kadang saya, belajar ikhlas tapi meminta Allah Yang Rahmaan Membalas... Ealah Lina...#inimbahassiapasih?. Ini bahasan yang seharusnya khusyu' eh malah jadi ajang berdalih minta Allah membalas yang bikin keki #sayamahorangnyagitu. Gak kok saya gak gitu, sungguh disitu saya sekedar kidding kawan.... jangan muaarrrah yuuuaa. Tak mungkinlah saya yang lagi lutcu-lutcunya begini bersumpah serapah #mujisambilngaca, karena saya pahami utuh bahkan yang Allah ijinkan mampir membuat literan air mata saya tumpah ruah #halah semua ada faedahnya. Yap itu semua pengingat bahwa saya masih belum baik pun masih rombeng amalannya di sana sini :-). Alhamdulillah sudah dalam menuju gantinya yang lebih baik, Aamiin Yaa Kariim...

Anyway... awal dikasih mba' Dian pict itu saya sempet diem... yang gak hanya sejenak tapi cukup berjenak-jenak, huft ... belum lagi saya tuntaskan tulisan ini lagi-lagi seolah Allah menyentil saya. Kemaren 11 Mei 2015 salah seorang mbak dari ipar-nya mbak saya berpulang, Inna Lillahi Wa Inna Iaihi Raji'un  (jadi, mbak saya punya suami dan suaminya itu punya mbak, nah mbaknya itulah yang saya maksud sudah Alm #mohonmaafbilasayamasihlebay). Sungguh tak saya duga meski beliau dalam RS hampir 1 bulan dengan biaya hampir 400 juta tapi tetap tak membuat Yang Maha Menghidupkan menghibahi nafas lebih panjang. Duh Yang Maha Memudahkan... kami memohon bila kami-kami ini Kau "absen" plis mudahkanlah... bagi kami dan mereka, orang-orang yang menyayangi kami :-(... Aamiin Yaa Rahiim...

Sebelum mba' Dian submit pict itu saya tak terpikir menuliskannya, tapi Al Qahhaar emang gitu yah, darimanapun selalu punya jalan agar yang sering lupa bahkan "ngelupa" puter balik lewat jalan U-Turn-Nya. "Sibuk" dengan dunia saya sendiri yang sebenernya apalah, manusia cupu yang bahkan beli pertamax ajah minta nyokap nggelontorin doku qiqiqiqi..., yang bukannya beliin mama pulsa tapi malah malakin mama pulsa :D, yang target tahunannya hingga detik menulis ini hanya terpampang gak rapi pada sehelai kertas, sungguh saya merasa sedih karena masih fakir saja belagu tajir dan porget bahwa Al Maliq Yang Merajai Pembalasan. Menyengaja melepas logika bahwa Yang Maha Melapangkan itu kan Empunya waktu untuk Menyempitkan tapi seolah diri ini dikhususkan dengan disodorkan waktu yang berkepanjangan. Akhirnya, gak hanya diri tapi jiwa ini secara tak langsung "menghamba" pada yang fana! Yaa Rahmaan Yang Agung, beri kami ampunan... Aamiin

“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”
(HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”).

Kutipan hadits diatas saya pernah tahu dan dengar bahkan saya tulis dalam buku catatan saya, tapi yang selengkap diatas saya copas dari blog tetangga http://salafy.or.id/blog/2008/04/02/mengingat-mati/.

Ya rasanya bukan hal baru lagi bahasan mengingat mati, tapi hal yang misteri nan pasti menghampiri ini tak banyak yang memberi atensi. Lupa, tak ingat, sibuk, tak tau, dll lumrah jadi hal legal mengabaikan dalam mengingat kematian dan poin utamanya amnesia soal "bekalan abadi"-nya. Bila saya inventaris satu-satu maka saya yakin sobat semua pasti lancar jaya dalam mention amalan-amalan apa aja sih yang road to Allah. Ya Syahadat, Sholat, Shaum, Zakat, Haji, Sedekah, bermanfaat bagi sesama utamanya pada kedua orang tua, tidak menyakiti hamba-Nya termasuk tidak PHP apalagi PHP yang tidak ada ujung pangkalnya #eeeaaaa balik maning balik maning :D.

Yup intinya soal amalan-amalan jannah yang menemani kita saya tidak akan bahas disini mengingat durasi. Hanya ingin berbagi sedikit saja bahwa akar dari kita keluar dari Marka-Nya sehingga sering abai dalam amalan perekat dengan Al Hakam adalah karena kita masih belum Ikhlas Ber-Tuhan, tak legowo menghamba pada Al Khaliq. Maaf yah bila terdengar mual tapi sumprit saya tak punya tendensi bahwa saya bersih, justru karena diri ini lumutan dosa maka ini bisa saya utarakan.

Loh kok saya bilang gitu? Mmm.... bagi saya itu karena apa yang jadi ke-keren-an Al-Ikhlas hanya jadi pemanis buatan dalam diri bahkan hati. Mengakui Ia Esa tapi punya "ruang" lain dalam hati selain untuk-Nya. Tahu binggo Allah satu-satunya tempat bergantung dan bergelayut tapi mengambil "pihak lain" sebagai Shoulder to cry on!. Berikrar bahwa Allah itu Mandiri tapi masih aja kita sematkan Ragu sehingga berserah selain dari-Nya. Akhirnya? meski tak langsung dan tak kasat mata, timbul "sedikit" bahkan jadi bukit kurang percaya pada-Nya yang lutcunya kita itu tahu bahwa gak akan pernah ada siapapun yang mampu Setaraf dengan-Nya!. Dampaknya? Meteran Iman turun dan lebih sulit naiknya, aktivitas menuju ridho-Nya hanya taraf formalitas, fisik semata. Bila sudah demikian tentu wajar juga perkara kematian tak ada dalam pertimbangan penting kualitas hidupnya kan?

Duh duh duh ini tulisan daritadi gak sopan yah ngomongin minus yang nulis mulu. Tulisan ini tak sekedar nampang dalam maya karena saya pastikan jiwa ini masih kurang banyak plus-nya karena minus-nya naik tiap second-nya. Gak mudah Ikhlas mengimani Al Ikhlas. Ya iyalah syaitan kan juga merasa sedih kalo kita beriman seutuhnya!. Tapi tak ada jalan selamat pula dari Makar-Nya bila kita "mendua", "mentiga" bahkan "meng-empatkan" Dia kan?

Mudah-mudahan tak hanya coretan semata, tapi menggugah saya khususnya dan siapapun pembaca bahwa detik ini usia kita punya makna masih terus ditunggu "ruku'" dan "Sujud" oleh-Nya.... Ruku' yang gak hanya dalam 5 waktu wajib, atau Sujud yang gak hanya ada pada Sunnah, tapi sampai bilangan terkecil, bahkan hanya menyingkirkan duri di jalan!

"Gak hanya deodorant, tapi juga amalan yang pasti setia-nya setiap saat"
Mudah-mudahan kita ikut men-setia-i amal kebaikan yah karena cuman dia yang mau bersama saat menghadap-Nya nanti..

Mohon maaf bila penyampaian saya justru keluar dari substansi akhirat, sungguh cacat dan keburukan rilis dari saya, hanya Allah saja Sempurna segalanya .... karena Tuhan kita, Al Maliq itu Maha Apapun

Wassalamualaikum,
Erlina Febrianovida

Komentar

Postingan Populer