Langsung ke konten utama

Yang Sholeh, Sholehah aja diuji, Lah Gimana yang masih Lumutan Salah

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, 
Dear semua, Alhamdulillah Al Qaadir masih mengijinkan kita cipika-cipiki meski dalam maya dan sering dalam tempo yang sesingkat-singkatnya :-D.

Awalnya nonton video-nya Ustadz Nuzul Dzikri yang punya judul "Kembali Tawakal kepada Allah", dan ingin saya bahas dalam tulisan yang punya muatan sama, tapi setelah melihat fenomena alam maya saya ingin mengungkap hal relevan lain (sok penyidik banget saya hehehe...). Lah terus bahasan Tawakal-nya? ya nanti saya upayakan di episode selanjutnya, InsyaaAllah :-).

Bahasan inipun ringan sih, hanya saja perkara begini jadi delik umum yang menurut saya serta sebagian lainnya tak eloklah diumumkan, iki maksut'e opo toh?... Berawal dari sekedar membaca.. tapi... eh eh eh kok jadi gak sedikit ya kawan maya bercuap-cuap di timeline atau status mereka dalam ranah per-sosmed-an dengan nada kesal, marah, memaki, kasar, sumpah serapah, hingga nada hati yang berpatah-patah #eeeaaaa. Ini diluar yang menjadikan sosmed "ajang syur begitu". 

Yah namanya juga lapaknya, jadi sa-sah aja sih mau nulis apa, status-status ane, nulis juga di-timeline ane kenapa ente yang usil? Hehehe... Ya benar apa yang kita genggam atau istilah kata yang kita berhak atasnya ya boleh aja suka-suka menggunakannya, termasuk mengumbar kata-kata makian, mengumumkan rangkaian ibadah yang dilakukan, atau juga publikasi segala keluhan dalam per-sosmed-an. Tapi ingat pula ya sob bahwa detail yang kita lakukan selalu satu gambreng dengan paket bahwa sebagai makhluk sosial kita gak mungkin bisa lepas dari dampaknya! meski hanya di kancah per-mayaan. Tulisan ini gak ada maksud melarang loh karena empunya Facebook, Twitter, Instagram, Path, Pinterest, or laennye aje kagak ngelarang kok berkeluh kesah di medsos buatan mereka, masa'kah saya menabuh genderang perang dengan melarang #HellowwwWhoAmI...?.

Hanya lewat tulisan singkat ini saya ingin menuangkan catatan ringan utamanya bagi saya pribadi yang boleh jadi saya garda terdepan dalam berkeluh kesah #nahlo!. Bila ingin marah-marah maka selalu ada kok celah dalam sisi kehidupan yang bisa dicela untuk dimarahi. Bila ingin sumpah serapah? Wah itu apalagi bisa juga... Bisa membuat orang lain mengirimkan ragam makian hingga pukulan hihihi.... Lantas selesaikah masalahnya dengan mengeluh? Dan ini pertanyaan yang paling penting...
"Inikah yang Allah minta saat segalanya tak seideal maunya kita?"
Jangan-jangan ini memang maunya seorang makhluk bernama syaithan. Hhhmm... sudah bisa kita duga ya sob...

Bila bertanya ujian pakai meteran Iman maka seharusnya Rasulullah gak usahlah pake diuji dengan masalah umat apalagi sampai perang-perangan yang bangeds berat segala, bahkan banyak Sahabat beliau yang sakit dan syahid. Nah bisa terbayang dong kalo Rasullah yang pintu surga itu gak mungkin terbuka via beliau aja masih diuji ampun-ampunan, gimana kita yang sepupu Rasullullah aja bukan, tetangganya Abu Bakar juga bukan, teman mainnya Umar bin khatab juga enggak, kawan seperjuangan Ali bin Abi Thalib wah bukan maning, bahkan bukan pula pembantunya Ustman bin Affan kan?

Thingking out loud-lah.... yang sholeh en sholehah aja ujiannya membukit apalagi kita yang dosanya menggunung....? Eeiittss sebentar saya ngaca dulu yah :-), yang seluruh penghuni alam yakin akan keimananannya Al Amin dan beliau saja masih diuji apalagi kita yang masih sering jauh-jauhan dari sikap amanah?. Ini menandakan bahwa siapapun kita yang memproklamirkan diri berTuhan pada Ar Rahman berbalut keyakinan kuat keimanan maka Pasti Pas-nya di uji imannya!. Coba saja sebutkan pembawa risalah dan wahyu kebenaran Allah yang lenggang kangkung tanpa cobaan? Adakah? Mulai dari Nabi Adam yang terpesona sebentar saja akan untaian kata-kata syaithan, lalu Nabi Ibrahim yang dibakar seolah bahan bakar perapian, Nabi Ayub yang mulai diambil harta, anak-anaknya, sampe disisihkan bahkan oleh keluarganya dewek, Siti Hajar yang hanya... sekali lagi yah... hanya ingin air putih aja pakai bulak-bulak Safa-Marwah yang di rumah kita siy bergalon-galon tuh air putih istilah kata nge-jogrok di rumah, atau Siti Maryam yang saat berjuang melahirkan dan terasa kelaparan harus menggoyang pangkal kurma, kenapa gak Allah langsung kasih aja lewat Jibril dari surga? itu bumil yang mau lahiran loh tapi masih diminta Allah usaha untuk hanya makan kurma yang padahal hanya beberapa!!! kalau Rasulullah gak usah ditanya yah kawan soal ujian-ujiannya.

Ujian mengalirkan banyak rasa pesakitan baik fisik tak jarang juga badan ikut-ikutan sakit, tak perlu menunggu lama air mata pun turut demo keluar dari persembunyian memeriahkan penderitaan, baik yang keluar sekedarnya sampe dalam volume kubik-kubikan hiks hiks hiks...
Boleh kok sedih tapi pastikan sebentar, emang salah menangisi kejadian menyakitkan? gak salah kok say hanya saja tetap harus dalam batas wajar, sekedar... Bagaimanapun, seburuk-buruknya ujian (menurut kita) Rahmat Al Khaliq tak pupus tak jua putus. Tak mudah memang menerima takdir buruk selancar perkataan tulisan ini (begitu juga saya hihihi.... yang nulis ini emang rada error orangnya), tapi ujian dalam format, gaya, atau style-Nya Ar Rahman kan memang sebuah Sunnatullah yang gak mungkinlah lenyap tanpa bekas, bilapun ada hidup tanpa ujian itu hanya di syurga kawan.

Ujian itu pahit karena menyimpan manis sesudahnya bagi jiwa yang konsisten sabar. Ujian bisa jadi pertemuan segala macam sakit tapi sungguh ia menggaransi pribadinya lebih sehat bagi yang kontinyu mentabahinya. Ujian mengajarkan bahwa hidup itu bahagia karena ada sedih sebelumnya. Dan dari semua macam rasa akhir dari ujian adalah InsyaaAllah kita dalam fase kehidupan dengan pangkat kemuliaan diatas level sebelumnya, Aamiin Yaa Haqq (cihuuuyyyy...)

Oke deh kawan segitu dulu komat-kamit saya, ogut sarankan bilapun gak ketulungan pengen mengeluh pastikan kirimkan dengan santun dulu pada Yang Maha Tahu, gimanapun Dia satu-satunya Shelter paling tentram dan memang cara-Nya lewat ujian yang menandakan Dia masih "Mau" ingat sahaya-Nya.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh temansss
Great Big Hug,
Erlina Febrianovida

Sumber Gambar : http://saefulazhar19.tumblr.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…