Aku, Kamu, Kita, Merdeka?

Assalamualaikum para konco, moga apa yang saat ini temans kecap adalah Ni'mat Ar Razzaaq yang membuat lebih baiknya diri, Aamiin Yaa Salaam.

Senin lusa, 17 Agustus 2015 pertiwi ultah. Meski selalu dijumpai tiap tahunnya tapi milad NKRI selalu saja menuai selebrasi dan dihelat dengan varian hiruk pikuk warganya, mulai tingkat RT sampai nasional.
Selain logo disamping ada logo lainnya yang sudah lama beredar bahkan dalam beberapa media sering diikuti tagar RI70 sebagai salah satu tanda Indonesia 70 tahun merdeka. Selain itu ada pula gerakan dari kawan-kawan online melalui timeline yang mereka share agar pengguna BBM menambahkan *ID setelah nama profil tanpa spasi agar terpampang gambar bendera merah putih setelah nama profil sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada sang Merah Putih mulai dari lini paling bawah, serta masih segambreng kegiatan para penduduk merah putih lainyya dalam perayaan ini.

Ya, Indonesia sudah 70 tahun merdeka!, tuakah? atau untuk usia suatu negara masih terbilang ayu lan ranumkah seperti saya hihihi.... Berbicara kemerdekaan suatu negara bagi saya adalah bicara soal kualitas bangsa yang bersangkutan saat ini. Sudah lebih baikkah (seharusnya) atau tetap perlu dikasihani? dalam artian masih tertatih merajut kehidupan kebangsaankah?, karena berbicara soal peperangan, kapan Pangeran Diponegoro lahir dan wafat, pada tahun berapa terjadi perang Padri dan perang Adat tentu sudah tidak relevan walau nilai yang terkadung didalamnya sebagai salah satu bentuk perjuangan menuju kemerdekaan tetap ada dan baik hingga nanti.

Lantas ngomongin apa dong kalo dah merdeka apalagi 70 tahun gini? Hhhmmm... sebentar.... saya jadi ingat pagi tadi saat membaca status baru di twitter bahwa harga tomat sadis banget karena dijual per kg Rp 200,-. Ya petaninya sih gak rugi.. cuman Rugiiii bangettttttt boook!!!!. Ajigile 20 ton en modalnye 11jeti eh begitu panen 200-an perak doangan sekilo??? disitu Tanah Air Beta juga sedih!.

Terus apa hubungannya ama Merdeka Lina? Itu hanya satu kasus "ringan" saja yang membuka pikiran kita bahwa negeri yang lengket dengan emble "Gemah Ripah Loh Jinawi" masih menyisakan penjara sendiri bagi mereka yang bernaung dalam Negara merdeka ini. Masalah lainnya adakah? Wah.... ratusan... Mulai dari unit terkecil yakni keluarga yang di era serba praktis dan harusny untuk kebutuhan pokok saja mudah tapi masih masih saja ada yang defisit air, paceklik dalam kemarau... hhhmmm... Masalah politik? Ini apalagi banyak beud.., tapi saya ogah ah 'mbahas ini, namun begitu mau lagi musim arah politik macam apalah saya tetap lantunkan doa agar pemerintah kita tetap pada jalan amanah, itu saja, simple kan? Yoi..., tapi Amanah adalah salah satu peluang bagi siapapun yang memikul agar bisa ke Surga lewat amalan baik atau sebaliknya, karena Amanah itu bukan tentengan ringan dan bukan pribadi "ecek-ecek" yang mampu melaksanakannya.

Lainnya, saya miris melihat masifnya tindak kejahatan saat ini yang hanya bahkan soal piyik saja gampang menggantung raga sesama. Entah bunuh diri atau membunuh orang lain bahkan orang yang dicintai pelaku loh, padahal saat ditilik lebih dalam ternyata hanya masalah sepele (monggo di gugling aja ya sob). Mudah mengatakannya sepele karena kita tidak dalam posisi pihak yang bersangkutan? ya memang, tapi fakta bahwa hal-hal sepele mampu melukai sesama juga aneh dirasa juga to?!.

Masih populernya seseorang atau banyaknya yang mudah melakukan kejahatan begitu adalah indikasi bahwa perkara moral juga agama sebagai keyakinan pada Yang Serba Maha adalah Kemampuan yang belum merdeka dari hal-hal buruk. Hukum keburukan tidak pernah berencana ganti jadi amalan baik, Baik ya Baik dan Buruk ya Buruk. Sehingga bagi pribadi yang terbiasa dengan apapun yang buruk baik bagi kehidupannya sendiri atau sesama merupakan notifikasi nyata ia masih tidak bisa merdeka melakukan kebaikan. Sesederhana itu, meski harus saya akui apapun kebaikan yang dilakukan bukan pula mudah dan konsisten dilaksanakan juga tanpa hambatan, tapi bukankah itu juga tanda bahwa kita masih punya Iman?.

Kalo hanya dan sekedar celoteh memang asyik, yoi gan karena jalan surga itu memang gak mudah, didalamnya meminta ikhtiar utuh seorang hamba yang katanya Beriman. Saya utarakan ini pun karena saya juga masih suka ngerjain yang buruk2 (eetttdaah ini yang nulis kok gak konsisten amit qiqiqi...), apa dong konklusinya panjang kali lebar nulis begini? Merdeka saat ini adalah kemauan anda, kita, dan semua dalam berjuang melawan apapun keburukan yang hanya membuat status mulia kita di Mata-Nya turun!

Moga kita termasuk jiwa yang utuh merdeka ya kawan, Aamiin Yaa Samii',
Met Milad, Met Ultah, Met Dirgahayu NKRI yang ke-70

Komentar

Postingan Populer