Jumat, Agustus 07, 2015

Cinta itu saling Bahagia, bukan mengajak Fakir dan Dhuafa bersama!

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Cinta tak menyoal plek rasa-rasa, Cinta juga gak berhenti sampai deg-deg ser itu memenuhi dada
Cinta mengambil hitungan en logika dengan cara yang beda pada umumnya, bahkan kadang tak bisa dipandang indera
Cinta tetap meminta tanggung jawab utuh mereka – mereka yang mengibarkan bendera “I Love You” katanya…   
Cinta adalah kasih sayang berkelanjutan tak hanya untuk hidup saat ini, tapi juga nanti…. hingga menutup mata
Minggu lalu Allah beri amanah saya berupa hadiah pengalaman dari seorang sejawat. Layaknya pilem2 fiksi atau non, boleh saya sebut kawan saya ini Mawar saja ya hehehe.... Dia berkenalan dengan seorang pria yang saya namai Kumbang (yang tak ditaman dan tak diundang) dari seorang rekan wanita Mawar yang bekerja satu kantor dengan Kumbang, saya namai teman Mawar itu dengan Melati. Mawar Melati semuanya indah, lengkap sudah semua jenis yang seharusnya ada di Kebun :-D #LihatKebunku.

Berawal dari si Kumbang yang meminta Melati agar diberi kontak salah satu temannya yang single, dan setelah dipaksa akhirnya Melati memberi Pin BB Mawar. Mulailah Kumbang mendekati si Mawar yang hanya dalam hitungan jam ia kenal Mawar sudah mampu memanggil Mawar dengan "Sayang", eeeaaaa..... Disini saya tersenyum yang pasti seantaro jagad memvonis senyuman saya itu manis banget #Sombong :-D. Sayang, darling, honey, cinta, love, seketika kepala saya gak hanya jadi barbie walau saya tahu banget saya sama Barbie itu yah 11-12-lah... :-D (Barbie versi penyok :-P). Gimana bisa sih baru juga kenalan, baru telpon sekali, belom lama BBM-an udah manggil – manggil "yang yeng yang yeng", emang kita tipe cewek apaan?. Ya saya paham kalo orang sudah kenal sama kami-kami ini tuh emang bawaannya pengen banget menyayangi kami qiqiqi.... #SecaraKamiItuAnakYatim, maka dari itu saking membludaknya yang sayang sama kami justru sampe sekarang kami belum naik2 ke pelaminan karena malah bingung yang mana yang bisa kami jadikan lelaki halal #Ciyeeee.... #lelakiku :-)

Sudah jadi kelaziman saat ini memanggil pasangan dengan sayang2an, darling2an, mama-papa-an (hhhmm... itu kalo putus apa statusnya jadi Janda Duda gitu?). Kalo mo zona nyaman yang artinya temen bukan pacar bukan, tapi PDKT namun ogah dipanggil PDKT ya panggil aja Mas-De', Abang-Ade, Kakak-Adek, atau bisa juga Mas-nama si cewek, karena bisa jadi cowok-nya berusia lebih tua dan ceweknya masih imut yang lagi2 imutnya tuh kaya' saya #PDOD, dst... (disitu saya tidur...)

Singkat kata tapi gak singkat cerita beberapa hari kemudian Kumbang mengajak Mawar ketemuan diakhir weekend. Walau Mawar dari awal sudah sharing ke saya dia belum ada aliran positip sama Kumbang tapi dia mau mencoba untuk ketemu meski baginya cepat sekali karena kenalan sekitar Selasa atau Rabu dan Minggu ketemu. Yap tiap orang memang beda-beda dalam menerima pribadi baru, Mawar teman yang saya kenal itu bukan pemilih akut sebenarnya dalam mencari pasangan tapi dia memang butuh waktu cukup lama agar klik dengan pribadi anyar. Sedang Kumbang lewat cerita Mawar dan skrinsut percakapan yang Mawar bagi ke saya maka saya menilai Kumbang tipikal pria yang pendek sumbunya, alias terburu-buru bahkan ekstrim bagi saya yang selama ini tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menerima jiwa baru dibandingkan dengan Mawar. Bagaimana tidak pemirsah lawong dalam hitungan jam saja bisa saying sayang sama Mawar dan sempat mendaratkan kalimat dengan muatan suka serta jadi ketakutan sendiri bagi Mawar saat Kumbang dengan tanya setengah memaksa adakah perasaan Mawar juga suka padanya?! Eeetttdaaaah tepok tembok deh, gimana bisa cintrong lawong Mawar juga baru kenal pun belum pula tahu seperti apa keutuhan si Kumbang, gimana kalo setelah ketemu ternyata Kumbang makhluk yang gak napak tanah hayo? :-D. Ya bener apapun yang  baik maka kebaikan idealnya disegerakan, tapi bukan maksa anak orang juga harus suka balik padanya. Urusan hati beginian kan gak bisa dipaksa, apalagi antara Mawar dengan Kumbang beda 12 tahun dengan posisi Mawar lebih tua dibanding Kumbang.

Hari H bagi mereka berdua pun tiba, saya bingung menyebutnya tapi takdir yang terjadi bikin Mawar harus ekstra keras menghadapi pertemuan perdananya itu. Janjian ketemu disalah satu pusat keramaian di daerah Jakarta Barat. Biasanya rumah Mawar tak sepi ponakan lengkap dengam kendaraan mereka yang ngetem siap dipilih, lah ini? Minggu sore itu tak ada satupun ponakan ready yang bisa mengantar, akhirnya yaaa majuuuu jalaaaan. Dalam perjalanan, Mawar berkirim pesan kepada Kumbang bahwa dirinya sudah jalan tapi tak ada jawaban sampai akhirnya Mawar sudah tiba dan menunggu di lokasi agak lama baru datang balasan si Kumbang. Isinya meminta sabar dipanjangkan karena ban motornya bocor dan harus ditambal.

Akhirnya mereka bersua juga, Kumbang mengajak Mawar ke sebuah rekreasi warga yakni Danau di bilangan Jakarta Utara. Sampai di lokasi Mawar enggan saat diajak menepi meski banyak orang yang wisata bahkan dengan keluarga juga yang hadir absen tukang jajanan (kalo saya pasti mau karena melepas penat sambil ngobrol plus ditemani semangkok atau 2 mangkok Mie Ayam hehehe...). Setelah itu Kumbang meminta ijin dirinya mau pergi ke ATM, dan Mawar pun menunggu Kumbang diluar box galeri ATM. Setelah keluar, Kumbang me-rilis sebuah statement yang Mawar sudah tandai jadi pertanda tak beres
"Waduh War ternyata gajinya belom masuk"
Hhhmmm maksudnya?....

Setelah gagal ambil uang lantaran saldo tak ada (menurut Kumbang) lalu mereka muter2 lagi dan sempat Kumbang menawarkan pergi ke Waduk dibilangan Pluit, Mawar masih tak mau. Karena muter2 gak jeluntrungan dan bulan sama rombongan bintang2 di langit sudah datang akhirnya Mawar yang cerita ke saya pegel juga duduk lama2 di motor menawarkan opsi,
"Makan Bakso Pontianak deket rumah aku aja yok, dari situ udah deket rumah jadi aku bisa pulang sendiri dan aku deket jalannya"
Tak dinyana Kumbang memberi pernyataan
"Hhhmmm itu dia War...., aku gak ada duit... Soalnya tadi kan udah dipakai buat nambal ban"
Eng Ing Eng.... Disitu Mawar sebenernya terbelalak begitupun saya yang mendengarkan dan seketika tangan saya lemah lunglai tapi tetap gemulai dan menarik diri dari panggung ketikan #keyboard yang sedari tadi saya tak tik tak tik karena cerita sambil ngetik.

Loh gimana bisa sih ngajak wanita untuk ketemuan pertama kalinya tanpa persiapan dana, tanpa hepeng dikantong? Mawar juga bukan niat hanya minta makan kok, tapi sudah menjadi kelaziman pula saat pertemuan pertama kalinya antara laki2 dan  perempuan dalam hal ini ngobrol untuk tau satu sama lain dengan ditemani makanan. Loh lin kan ketemuan untuk kenal satu sama lain ya gak pa2 juga gak pake makan atau makan di mall kelless? Okay gak perlu deh pakai makan atau jalan ke Mall, anggaplah ke Taman misalnya, lantas di sebelahnya ada tukang bakso masakkah anda sebagai pria tidak menawari? Atau ada tukang gorengan lewat masa' iya anda tidak berniat membelikan untuk wanita anda? Atau paling nggak Teh botol deh di warung pinggir jalan. Meskipun si wanitanya gak mau kan tetap harus standby dana pula paling gak untuk anda sendiri.

Saya lanjutkan dulu yah, Mawar yang saya tau banget kawan saya yang tidak pernah berhitung dan orangnya punya prinsip kalo bikin makanan bisa lebih maka baiknya dilebihkan biar bisa makan semua, dikantor hampir saya tak pernah lihat dia bawa makanan untuk sendiri akhirnya dia bilang
"Ya udah untuk kali ini aku yang bayar deh, kalo gitu kita ke Sevel aja dekat situ"
Kumbang sebenarnyapun mawas diri, dia tidak berani mengambil makanan dan Mawar yang mengambilkan untuknya. Disitu mereka ngobrol.
Selesai juga obrolan mereka dan waktunya pulang, entah kenapa Mawar iseng tanya...
"Ada buat parkir Mbang?"
"Itu dia War gak ada juga, kan tadi udah buat nambel ban siy"
Waduuuh saya dan Mawar Spechless...., Mawar akhirnya memberi uang Rp 2.000,- ke tukang parkir setempat.

Kumbang sampai rumah berkirim pesan "say sorry" bla bla bla atas semua yang sudah terjadi, Mawar masih menanggapi seperti biasa meski apa yang terjadi tadi memberi poin untuk Kumbang, tapi bagi Mawar tetap jadi baik jugsa, toh dari awal dia memang belum bisa menerima Kumbang dan poin ini jadi catatan penting bagi Mawar bahwa apa yang saat ini dia rasa dengan Kumbang direspon seperlunya saja. Uniq-nya Kumbang masih saja "memaksa " Mawar agar gayung bersambut, weleh weleh weleh....

Orait pren saya tak sedang menguliti sesama, bukan pula merasa saya kaya lantas saya menghina lawong saya juga hidup sangat sederhana dengan orang tua. Tapi sulit bagi saya menerima penjelasan seorang pria mengajak wanita pertama kalinya tapi tidak memuliakan, rasanya kok kurang ya tanggung jawabnya. Seperti si Kumbang itu mbokya ngajak ketemuannya nanti saja dulu, bila belum ada dana lebih baik kumpulkan sambil istilahnya PDKT aja dulu kan bisa to? Atau bila ia mengandalkan transferan gaji lebih baik cek diawal ada atau enggaknya baru deh jalan.

Alasan karena menambal motor jadi sebab uang di saku tak ada ... hhmmm... juga kurang bisa diterima? Kenapa? Saya juga seorang pengendara motor, dan setau saya terakhir saya menambal motor tahun ini Rp 8.000,-, tapi okelah kita anggap nambal motor itu paling muahalnya let's say Rp 20.000,-. Lah terus si Kumbang itu tadinya bawa uang berapa bila menambal motor menjadikan ia tak bisa memuliakan Mawar sebagai konsekuensi logis dia mengajak Mawar ketemuan? Bahkan seandainya saja tak ada kejadian  ban motor itu maka kondisi akan sama karena dana tetap kurang juga kan? Karena kalo gak ada kejadian itu maka anggaplah Kumbang punya uang Rp 20.000,-, tentu belum cukup juga kan? Ya mungkin bisa juga sekedar teh botol atau makan mie ayam + teh manis buat Mawar aja tapi dia enggak. Kalo kondisinya ganti ban maka saya pahami, ganti ban dalam anggaplah Rp 50.000,-, ganti ban luar non tubless kisaran 160-an, atau yang tubless merek FDR minggu lalu saya mengganti ban belakang saya dengan harga Rp 258.000 (sudah plus2).

Dari kejadian ini bukan niatan saya mengumbar minus atau memvonis salahnya seseorang tapi ingin sekali saya sampaikan agar siapapun bertanggung jawab penuh atas hidupnya dan bersabar dalam proses baik. Mengajak jalan, ketemuan, dating, ta'aruf atau apalah namanya sebagai salah satu ikhtiar dalam menjemput jodoh tentu dianjurkan, tapi kan gak pake acara sradak-sruduk sehingga ada hal lain yang perlu dipertimbangkan atau disiapkan justru diabaikan? Bener siy ini bukan acara makan-makan, tapi berkendara di jalan apalagi ketemuan dengan orang baru lebih spesial lagi dia target pasangan yang kita ajak maka baiknya kan bawa uang to?. Wah lin kesannya kok cowok siy yang melulu harus berkorban uang? Bukan demikian, tapi seharusnya Kumbang membatalkan saja janjinya bila ia tahu kantongnya gak bersahabat. Yah ingkar janji dong lin? Bila Kumbang jelaskan dengan adanya kejadian tambal ban dan gaji belum ia terima pada Mawar bukan soal ingkar janji juga, meski membuat yang bersangkutan kecewa dan poin minus juga tapi itu tetap lebih baik daripada memaksa jalan, lalu ketemuan, dan ditengah-tengah ada hal yang seyogyanya ada tapi jadi tidak diselesaikan, bagaimanapun kita hidup dalam norma, aturan sosial meski tidak ada hukum tertulis tapi disepakati oleh umum sebagai kepatutan!.

Pun disini ingin pula saya sampaikan pada kawan2 wanita bahwa saat kencan pertama atau ketemuan perdana dengan pria baru tidak perlu GR dan ready bawa dana sendiri, meski ia yang mengajak kita tapi baiknya kita mawas diri pula, bagaimanapun ia bukan atau belum jadi suami kita, sekalian bukti konkret nge-tes dia siy hehehe, kalo kita bayar dia mencegah ya Alhamdulilah jangan ditolak juga :-P qiqiqi.... Tapi bilapun akhirnya bayar sendiri-sendiri tetap beri poin namun jangan judge utuh dia pasti gak baik, kali aja di juga nge-tes kita apakah kita pelit apa enggak hohoho... Terus kalo kita yang bayarin semua gimana lin? Itu juga poin tapi tetap lihat case-nya juga karena bisa jadi emang wanitanya yang janji diawal mo traktir kan? Selebihnya perhatikan pribadi utuhnya apakah sikapnya sejalan dengan itu? Bila positif banyak ke arah enggan berbagi mungkin memang sifatnya kurang suka memberi #Pelit :-P, silahkan pertimbangkan sing-masing apakah tingkat "pelit"-nya layak ditolerir atawa enggak?

Balik lagi kasus Mawar vs Kumbang, lebih lanjut pula setelah kejadian itu Mawar mengetahui Kumbang sebenarnya masih dalam sulit keuangan, membiayai ortu dan adiknya yang sakit, tiap bulan ia hanya menerima gaji Rp 200.000,- karena dipotong kasbon tempatnya bekerja serta harus memberi ortunya, bukankah lebih baik bagi Kumbang menata kemandiriannya dulu? Bila ia tambahkan dengan menikah saat ini apalagi wanitanya juga baru ia kenal (dia sempat utarakan niatnya pada Mawar menikah segera) apa gak tambah puyeng dia? Lantas anak orang yang dalam ijab qabul janji ia nafkahi akan ia beri apakah? Bukan masalah istri tak mau bantu, tapi kalo jadi tumpuan dana juga dalam mencari nafkah disamping tugas2 lainnya sebagai istri yang harus ia rampungkan maka bonyok juga kan? Istri bilapun bekerja maka sifatnya membantu bukan pokok to?.

Bila terlanjur kaya' Kumbang gimana lin? Yap itu sih berpulang pada masing-masing orang yah, tapi kalau saya jadi Kumbang dan terlanjur "menggunakan" uang Mawar maka segera setelah gajian akan saya bayarkan, entah hubungan lanjut atau enggak karena ini soal citra diri, bukan sok pencitraan tapi citra diri yang dimaksud menyenggol harga diri pula, dan kesan baik mendorong kita untuk berlaku baik kedepan.

Akhir kata... Cinta sih cinta tapi ia mengangkut tanggung jawab juga yang salah satu didalamnya ada biaya, gak bisa dibilang Cinta juga kan bila tidak saling membahagiakan? Bagi saya Cinta dalam hal ini kepada belahan jiwa adalah ketersalingan dalam hal apapun bukan berat sebelah, saling menghargai, saling bantu, saling hormat, saling setia, saling sayang, substansinya adalah saling mengetahui peranannya sebagai Laki2, Perempuan, Suami, atau Istri. Tak hanya dalam ucapan karena cinta juga ujian bagi keduanya yang mengharuskan dihadapi, diselesaikan, lewat baiknya sikap dan baiknya tindakan.

Mohon maaf bila ada part yang menyinggung yah, moga Ar Rahmaan tetap sematkan hidayah, rahmat, juga berkah yang mampu kita berdayakan, Aamiin Yaa Mujiib :-).

Erlina Febrianovida


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...