Selasa, Agustus 25, 2015

Memahami Wanita, jadi Tanya bagi Pria


Bahasan ini sebenarnya klasik tapi masih sering meng-invite tanya khususnya di kalangan pria, dan kalo dibahas masih saja tersaji fakta menarik tak jarang jadi #trending tropict, itu juga kenapa angkel John Gray sampai jauh-jauh ke "planetarium" buat bikin buku "Mars and Venus Starting Over" karena Mars dan Venus nyata beda, pria dan wanita perlu penanganan tak sama sebab kasat mata mereka beda tak hanya sampai pada jenis kelamin saja. Lah terus kenapa begitu? Jangan pindah channel ya, teruslah membaca, moga sharing sederhana dan singkat ini meski sudah banyak yang menuliskannya membantu mengingatkan agar saling memahami dalam hubungan pria-wanita itu kudu ada, dan idealnya tak membuat bonyok penyok kedua atau salah satunya :-). Bahasan ini hanya pada masalah-masalah umum yang biasa terjadi antara pria dan wanita, atau dalam kata lain masalah sepele tapi hingga saya coret-coret ini masih valis jadi bahan yang bisa diramu untuk memperbesar masalah antara kaum Adam dan Hawa saat ini.

"Kenapa sih ya cewek tuh suka begitu, seolah memaksa si cowok harus ngerti dan pas apa maunya, harus paham yang ada dalam benak dan relung hatinya, lah kita kan bukan turunan langsung para rasul atau wali? mana tau maunya dia apalagi bentuknya kodeeee mulu, bilang aja sih yang jelas maunya ini atau itu, pengen yang gini atau gitu, udah gitu yah nanti kalo kita gak ngerti dan memang beneran gak paham maksud arahnya kemana dikasih label gak peka-lah, pake ultimatum "ngambek" segala-lah, pake bonus senjata minta putus-lah, nuduh kita udah gak sayang lagi-lah dan sederet timpukan ajian lainnya yang kalo kita nyela selintas atau sedikiiit aja kalimat penyanggah atau pembela dia semakin marah dan bila ada di dunia ini lembaga hukum cinta & asmara kita sebagai pria udah banyak yang diajukan ke PN, banding ke MA, bahkan MK! Dia pikir kita para pria ini kerjanya jadi code breaker apa?".

Pernah dengar pria mem-publish tanya demikian atau senada begitu? Atau paling tidak pernah membaca meme dengan konten kurang lebih seperti itu?, yang intinya wanita itu sudah populer memberi kodenya samar2 cenderung tidak jelas, atau abu2 istilahnya tetapi meminta prianya harus tahu dan menjalankan undang-undang wanita yang bersangkutan? Atau malah anda sebagai pria pernah merasa "dizalimi" wanita anda seperti ini dan sebagai wanita anda pernah melakukan tindakan serupa ini? (Ini kok ngomongin saya banget :-D hehehe...)

Pria : Waaaahhh abis potong rambut nih, bagus dan pas banget kamu dengan potongan begitu
Wanita : Oiya? Masa'? Ah kamu cuman menghibur aja, justru aku mo bilang aku agak nyesel potong karena menurutku gak cocok sama face-ku
Pria : tapi beneran oke ok, serius deh
Wanita : hhhmmm....
Beberapa bulan kemudian...
Pria : eh rambutmu udah panjangan lagi aja, jadi makin cantik lo, emang bener sih kamu lebih cocok begini :-)
Wanita : Tuh kan bener.... jadi kemaren waktu itu kamu muji rambut pendekku emang bener gak bagus, gak pas kan?, gak cantik juga kan?
Pria : eh maksudku bukan begi...
Wanita : udahlah bilang aja jelek!
Pria : (Ya Allah aku salah di poin mana sih....)

Atau contoh lainnya yang barangkali pernah bahkan sering anda alami, misalnya si wanitanya bilang beneran gak marah eh sebenernya masih guuonnndook banget tapi si pria menganggap memang sudah gak marah lagi, atau kejadian dimana si wanitanya sedang marah dan maksud pria membujuknya tapi apa lacur? Menghubungi lewat telpon di reject, sms gak dibalas, BBM hanya di read tapi tak di reply, lewat WA tak pula direspon karena cukup 2 centang biru terpampang tapi balasan yang ditunggu-tunggu tak jua datang, dan keesokan harinya saat sang pria mencoba mendiamkan guna memberi waktu si wanita cooling down eh dilempari rangkaian aksara "kamu itu seharian kemana aja? Bagus banget gak ada kabar!" Weleh weleh weleh salah lagi... :-D.

Situasi demikian persis banget seperti Mr. John Gray bilang :
"When a woman doesn't feel safe to express her feelings, no matter what a man does, it will never be enough for her"

Mau sejumpalitannya si pria tetep ajah bagi si wanita gak cukup atau dalam kalimat lain yang kejam "maju mundur salah" hehehe..., dan kabar kurang gembiranya adalah entah bener adanya demikian atau memang apa adanya demikian tapi intinya makhluk Tuhan berparas cantik itu mayoritas di beri stempel demikian (saya termasuk juga neh :-P).
Bila saya amati utuh (sok surveyor saya) kebanyakan wanita justru untuk masalah-masalah printilan memang masih "populer" jadi concern utamanya dalam jalinan hubungan bahkan kadang tanpa sikap logis juga. Itu mengapa pria mendakwa bahwa Hawa itu makhluk Tuhan yang ribet-lah, gitu aja repot-lah, sedikit2 dipermasalahin-lah, katanya kalo belanja-belanji lama-lah (yang ini saya no comment ah :-P), baper banget-lah, dan lah-lah lainnya yang tak mampu saya sebutkan satu per satu.

Pria sudah umum identik (silahkan koreksi ya kalo salah) dengan praktis, logis, ringkes / efisien / gak bertele-tele, berkuasa / pemimpin, petualang, logis, rasional, pengambil resiko, mendaki gunung, menapaki lembah, melewati gurun, mengaruhi samudra, dan tidak berlama-lama berbelanja qiqiqi....
Lantas kita tengok si Hawa..., Wanita lumrah ditandai mumpuni dalam intuisi, emosional, respek, sensitif / perasa, pen”drama”tisir, “demen” basa-basi atau istilah jadulnya bahasa isyarat dan modern-nya #kode hehehe, saya kumpulkan istilah itu dari beberapa media dan tentunya saya sendiri dan pengalaman :-P. Nah dari sifat-sifat bawaan keduanya itulah maka lumrah ada cekcok, silang pendapat, dan seringnya salah paham padahal maksud keduanya baik loh.

Seperti saat ada masalah pria lebih memilih opsi menarik diri agar fokus pada penyelesaian atau solusinya, bukan woro2 ke diary, curhat ke teman, atau opsi cuap-cuap sekedar melepas “uneg-uneg” lazimnya wanita. Pria harus diakui lebih mampu mengendalikan untuk liar dibanding wanita yang “pokoknya emosi dulu yang merdeka” hihihi…, makanya kadang jadi gak nyambung kalo wanita dan pria berantem karena si pria fokus pada “Ya sudah kamu maunya gimana?” (fokus pada Solusi), sedangkan si Ms. Always Right itu masih aja kekeuh pada statement “Kamu itu ngerti gak sih, kan kemaren itu bla Bla bla…”, balik lagi muter2 cerita atau fokus asyik pada obrolan masalah, saya jadi paham maksud Pak Mario Teguh bahwa wanita itu ahli sejarah karena memang mampu detail menjelaskan “masa lampau” layaknya menerangkan rumus Aljabar meski prianya udah gak inget jeluntrungannya.

Soal intuisi, wuiiih jangan ditanya wanita adalah garda terdepannya, makanya wanita lebih peka bila prianya berubah atau saat ada masalah, karena intuisi memang relevansinya pada kemampuan memperhatikan kebutuhan atau perasaan orang lain. Itu dia kenapa pria begah juga kalo lagi stress atau masalah menumpuk si wanitanya sibuk banget atau kepoh dikit2 tanya walaupun maksudnya si wanita ini memang murni perhatian dan respek. Dan itulah mengapa saat si pria idaman seorang wanita baru tanya “kamu udah makan?” bisa mudah meleleh ba’ margarine dapur :-D, padahal tanya makan mungkin saja di rumah si pria ada sisa makanan kucing yang mubajir bila dibuang hehehe…. Wanita suka diperhatikan walau bila keterlaluan gak suka juga. Sudah tau juga kan salah satunya selain soal kemandirian finansial sang pria dalam mensejahterakan kenapa wanita itu bisa “klepek2” meski bahasa inggrisnya salah sekalipun, dia tetap bisa terbang tanpa sayap. Dan sudah paham juga to kenapa wanita lebih bisa naek darah kalo pesan BBM cuma dibaca tapi gak dibales :-D.

Dalam berbagai hal pria lebih suka terus terang, gak abu2, gak kenal kode, nah wanita hhhmmm… kebalikannya to? Itu dia salah satu bibit perang lainnya pria vs wanita. Lah gimana enggak pemirsah si wanita memberi aba-aba abu-abu tapi meminta si pria sanggup menerjemahkan maksudnya si wanita dan gak boleh salah pula! Kalo kata pria kurang lebih mungkin begini “gimana aku bisa tau lah kamu kan gak kasih tau, jangankan solusinya lawong masalahnya apa dan maunya kamu apa aja aku emang beneran gak ngerti beb? Aku harus gimana dong?” hahahaha…dan ujung-ujungnya wanitanya? “Kamu mah gitu aja gak ngerti! Kamu emang gak perhatian sama aku!” Waduh!.

Yap diakhir saya setuju banget dengan apa yang tertuang dalam buku Don't Sweat the Small stuff in love-nya Richard Carlson dan Kristine Carlson bahwa memang seharusnya baik pria atau wanita tidak meributkan masalah-masalah kecil dengan pasangan. Pasti deh para pria yang baca bait ini akan langsung sesumbar "yang sering masalahin en ngeributin masalah-masalah piyik gitu tuh siapa?, kadang kita udah lupa dulu marahnya kenapa aja si wanita masih ngelotok inget beberapa tahun kemudian!" Hihihi.....

Akhirnya buat ladies, kita memang harus belajar bersikap bahwa pria tidak melulu harus punya keterampilan membaca pikiran kita, jadi bila dia gak mudeng-mudeng juga maka boleh kok menyampaikan keterus-terangan dalam balutan santun. Boleh kok marah atau ngedumel karena si prianya membuat kesel, tapi kan kudu proporsi juga. Mana bisa sih gitu? Bisa kok, walau gak langsung total berubah. Susah memang mengerem karena saya juga masih lega bila cuitan saya ditumpahkan (ini yang nulis tuh ada dipihak siapa sih?). Gimana bisa ada kesempatan baginya untuk tahu duduk perkara apalagi memperbaikinya lawong isyarat kita juga ambigu gitu?. Minta perhatian juga boleh (saya juga mau loh) tapi juga jangan jadi minta dikhususkan karena si dia kan juga ada fokus lainnya yang harus diselesaikan dan boleh jadi salah satu masa depan untuk baiknya kita juga.

Buat para pria – pria tangguh mudah2an dengan mengetahui sifat dasar wanita diharapkan memahami kalo ada gelagat atau kejadian seperti diatas kedepannya. Bagi pria yang biasa cuek, perbaikilah sedikit demi sedikit tapi gak harus lebay juga, bagaimanapun respek dan perduli itu penting, sesuaikan saja dengan kebiasaan yang tetap memberi nyaman baik bagi anda juga wanitanya, bila lembut dalam menyampaikan wanita juga paham kok. Tapi bilapun wanitanya tetap demikian karena dasar sifatnya begitu, maka selain anda diminta paham maka anda perlu meteran “beneran sabar” yang lebih panjang sambil terus diupayakan perbaikannya (misalnya dengan berkomunikasi atau cara lain yang sesuai) karena sebetulnya maksudnya si wanita baik kok, hanya saja caranya yang “unik” itulah yang menjadi sebab anda harus menambah kuota sabar :-).

Tulisan ini gak ada pro kemana-mana atau ‘mbela siapa-siapa loh, saya kan juga wanita asli, murni ingin berbagi saja karena hingga reshuffle kabinet yang kemarin baru Pak Presiden Ir. Jokowi bentuk masih ada saja tanya pria “kenapa wanita itu begini begitu?” (kok gak nyambung?) ya kan emang beda masbro. Wanita itu mungkin misteri, unik, atau apalah namanya, tapi tanpanya hidup juga tak lagi asyik gan.
Mohon maaf ya bila ada barisan kalimat yang kurang atau tidak berkenan, moga manfaat :-). 

Erlina Febrianovida
Sumber Gambar : http://www.sodahead.com/living/men-and-woman-really-not-all-that-different-from-each-other-would-you-agree/question-2083129/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...