Selasa, Agustus 18, 2015

(Tidak) Hidup dalam Iman

Assalamuaalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sobat dumay,
Masih suasana HUT RI nih, menang lomba apakah? :-D, moga selebrasi yang digelar menambah semangat kita untuk terus kontinyu estafet dalam perkara yang baik-baik yah, Aamiin Yaa Haliim...

Awal bulan ini (07/08) (:-D... selalu aja saya telat nge-post...) Republika lewat tweet-nya @republikaonline mewartakan perihal pastor yang sebelumnya pada bulan Mei 2014 lalu menyebut Islam sebagai agama setan muncul di pengadilan. Pastor Belfast, James McConnell sebelumnya telah mengatakan bahwa Islam adalah agama setan dan kafir lewat khotbahnya yang disiarkan langsung lewat internet dan karenanya ia oleh Kejaksaan umum Irlandia Utara dinyatakan melanggar UU komunikasi atas kiriman / menyebabkan untuk dikirim, lewat jaringan komunikasi elektronik publik, pesan, atau bahan lainnya yang isinya terlalu ofensif. Berikut link-nya : 
Dalam sumber media online lainnya pastor ini juga meluncurkan statement kategori hinaan / cacian terhadap Islam dan follower-nya.

Saya sering banget tak habis pikir mereka yang mengaku beriman, mengaku ber-Tuhan, mengaku berada dalam agama kebaikan tapi berperilaku atau bersikap sebaliknya. Dalam tulisan ini saya tidak sedang atau bermaksud menuding agama ini atau itu tapi apapun agamanya. Kenapa yah?, namun saya akhirnya pahami bahwa memang setiap pengikut suatu keyakinan belum tentu hidup dalam iman apa yang diyakininya. Itu artinya bukan soal ajaran kebaikan agama yang dianut bersangkutan yang dikuliti, didakwa, lantas diketok palu salah tapi para pengikutnyalah yang mempelintir makna ajaran kebaikan agamanya untuk akhirnya dalil seolah benar versi yang bersangkutan ia publish.

Setali tiga uang, peristiwa bom-boman yang beberapa tahun lalu sempat masif mendarat di bumi pertiwi juga menuai heran saya (moga kedepannya gak akan ada lagi), apa Islam begitu? Apa itulah jalan jihad yang Ar Rahman ridhoi? bahkan melihat saudara seiman yang tak tahu apa-apa ikut jadi korban yang mangkat dengan cara yang bikin hati tercekat?!. Bagaimana bila korbannya adalah seseorang yang sedang bekerja menghidupi ia, ibunya yang sudah janda, dan adik-adiknya karena Allah Ta'ala? Siapa yang the real jihad coba?. 

Hingga saya tuliskan ini masih banyak mereka-mereka yang katanya sih berjalan pada garis lurus agama, tapi kok menghujat sesama? Apa karena tidak sepaham soal mindset lalu boleh aniaya begitu? Entah aniaya lewat lisan, sikap, juga tindakan. Dalam case ini adalah soal kejahatan yang diklaim "legal" oleh pribadi yang beragama itu loh ya, tidak dan bukan sedang menyinggung prinsip ke-Tuhanan yang bagi saya memang final beda dan bukan ranah saya mengutak-atik dasar iman seseorang pula atau persoalan kenapa ia memilih agama ini atau itu.

Karena alasan tindak - tanduk pengikutnya jadi boleh mencaci agama si pegikut begitu? Okay bila anda atau siapapun menghujat atau mengutuk perilaku kejahatan, tapi seharusnya cukup pada tudingan ke pelaku tersebut dan bukan ajaran agamanya!.
Salah satu contohnya adalah soal Islam dan kebiasaan laki-laki muslim yang diberi label "tukang kawin". Hhhmm... bila yang menyatakan demikian mampu memetakan kasusnya dibanding makiannya dulu maka idealnya ia paham bahwa persoalan diperbolehkannya dalam Islam menikahi lebih dari satu istri haruslah dengan pemahaman keduanya yakni ajarannya dan pelaku poligami tersebut bukan main potong kompas Islam dengan tempelan pengikut laki-lakinya yang tukang kawin tok!. Penting saya sampaikan ini karena makna poligami beserta aturannya dalam Islam memang bukan pada landasan "saya mau banyak istri", dalam islam segalanya harus dengan ilmu, entah kaitannya untuk pencapaian dunia apalagi akhirat. Detailnya monggo sobat mencari referensi yang mumpuni yah. Dan lain-lain yang dilontarlan oleh mereka-mereka yang beriman tapi mengotopsi keimanan orang lain hanya dengan plek sikap pengikutnya bukan ngoprek utuh ajaran agamanya, lutcunya kadang dilontarkan oleh mereka yang dicap meteran imannya lebih sakti dibanding jiwa kebanyakan.

Bila Allah mau tentu sangat mudah baginya menjadikan agama hanya satu saja dan yang lain gak perlulah ada, tapi kenapa Dia ijinkan yang lain tumbuh sama seperti Ia ijinkan Syaithan menggoda manusia?. Karena salah satunya Dia ingin melihat (walau Ia Maha Tahu) apakah lewat ujian keragaman yang rentan benturan hamba-hamba-Nya masih mampu berdaya dan bisa dalam jalan kebaikan atau justru rapuh dan asyik berburuk-buruk sesukanya? Jihad itu bukan serampangan dan membabi buta juga loh!.

Lantas apa dong kaitannya dengan stempel si pastor itu bahwa Islam itu ini dan itu dll. Adalah juga ujian dalam format lainnya bahwa segala yang kita lahirkan, entah baik buruknya ucapan, lembut atau barbar-nya tindakan merupakan penilaian dan informan orang lain atas nilai atau kepercayaan yang kita yakini, karena banyak penghalang (termasuk hidayah) yang menjadikan mereka kurang atau tidak paham dengan Islam seutuhnya sehingga mereka mengambil sample termudah yakni diri kita sendiri lewat segala sikap, cara, dan perilaku kehidupan kita untuk tahu Islam itu bagaimana.

Akhirnya tidak hanya sampai pada menyalahkan tindakan orang lain atas apa yang kita yakini karena bisa jadi kita termasuk andil merusak trust sesama, entah yang sama keyakinannya atau diluar keyakinan kita, karena harus diingat pula bahwa tidak mungkin memaksa orang lain harus sama dengan kita!, namun begitu kita tetap punya opsi memperbaiki diri dalam Iman sehingga jiwa lain paralel merubah pandangan buruknya terhadap kita dan InsyaAllah cakupan yang lebih luas yakni terhadap Islam, Aamiin Yaa Mujiib.

Moga yang bersangkutan menerima reward yang setaraf, Ar Rahman itu Kasih dan Sayang, juga Maha Imbang atas apa yang kita maksimalkan dengan konten ada niat didalamnya. Mudah-mudahan kita termasuk dalam barisan kebaikan itu yah kawan, Aamiin Yaa Nuur :-)

Have a great day,
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh 

Erlina Febrianovida 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...