Langsung ke konten utama

Pegulat Move On

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, jumpa lagi semua ...., 
Edisi kali ini lagi mo angkat cersan aja #CeritaSantai tapi sudah dibuktikan dalam keseharian bahwa dampak hantamannya gak bisa diajak santai juga. Kenapa sih saya sok - sok an nulis gak penting beginian. Eiittsss jangan pindah saluran dulu kisanak karena menuliskan ini saya memang punya ensiklopedi-nya sendiri #Halah Lebay!.

Saya "ngeh" kok sudah segerbong banyak massa yang mendengung - dengungkan bahwa "Move On" adalah suatu keharusan!, dan biasanya, lumrah, dan lazimnya deket banget relasinya pada kisah menyayat hati yang katanya sih sakitnya ba' diiris - iris sembilu, memerah paksa air mata, memekakkan telinga, mematikan rasa dan disematkan luberan istilah kata juga kalimat sekuel cinta, cinta, dan C-I-N-T-A..... Walllaaauuuu ya... yang namanya Move On itu sejatinya (cielah...) berpindah dari yang Tidak Baik ke yang Baik, dari posisi yang saat ini sudah aman lan baik ke lebih aman dan lebih baik lagi, apapun itu skema kondisi or keadaan realita kehidupannya. Yang tadinya males (kaya' saya) jadi kudu rajin (saya sih masih belum Rajin a.k.a Males :-P), yang tadinya boros lantas sedikit demi sedikit mengerem keborosannya beralih pada perilaku hemat yang sesuai #BukanPelit!, yang tadinya serrriiinnngg banget menyemburkan berpatah - patah kalimat kasar lalu kini dengan berupaya tingkat wali menjadi lemah lembut nan gemulai dibalut elegan dalam tampilan kesederhanaan, dan masih buaaannyyyaakkk lagi contoh sejenis lainnya yang tidak bisa saya inventaris satu - persatu.

Tapi sayang lebih dari dua ribu sayang "Move On" kok ya sering banget hanya jadi kata "tren", istilah yang cukup sebatas di "In" kan saja tak sampe dibawa - bawa dalam sanubari #alay, dan dituntaskan dalam corak kehidupan seseorang sehari - hari. Entah dalam belantika asmara atau varian masalah hidup lainnya. Seorang kawan misalnya, baru bisa membuka "hati" kembali yang sebelumnya ia "Closed" setelah lebih dari 5 tahun putus dari mantan. Atau yang lebih parah terjangkit penyakit menahun yakni bersama dengan pribadi yang "sakit", udah jelas dia memang pilih "sakit" inner-nya dan enggan sembuh..., ya kitanya jangan ikut2an gak mau jadi sehat kan? Ingatlah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, Mens Sana In Corpore Sano  hahaha... enggak nyambung banget yah saiyah :-P.

Oke seriiuss beibeh..., Bukan saya tidak pernah sakit hati, dikhianati, disakiti, dan disayat - sayati maka saya sesumbar "Move On - Move On-an" begitu seolah ia hal yang mudah diucap juga dikerjakan. Saya paham makna kepedihan hati, juga apa itu "Ups and Downs" dalam realita hidup! karena saya pun pernah lekat dengannya. Diawal pun tak sedikit seliter dua liter airmata yang saya produksi bahkan ingin saya koleksi guna kenang - kenangan diakhir masa bahagia saya nanti. Tapi gak perlu kan yah berlama - lama dalam situasi menyalahkan diri sendiri, mencaci keadaan, menserapahi orang lain juga to? berhari - hari, berminggu - minggu, bahkan waktunya ngalahin si Bang Toyib yang cuman 3x puasa en 3x lebaran dendam kesumatnya atas kejadian yang kadung happened! (ya diawal - awal kesedihan sih dimaklumi boleh bersesenggukan ria :-P tapi gak perlu lah cyin berlanjut luuuaaaamaaaa begonoh...).

Move On bukan soal melupakan mantan doangan atau beralih pada masa sulit atas ketidakhadiran yang biasa kita dekap selama ini dengan menerima fakta bahwa apa yang selama ini kita genggam bisa sewaktu - waktu Al Khaliq ambil. Move On adalah perkara Ikhlas melanjutkan "nafas" yang Ar Razzaaq masih hibahi dalam situasi yang bisa saja bahkan sangat mungkin tidak kita sukai dengan sikap "terbaik". Apa itu sikap terbaik? Sikap apapun yang mengandung nutrisi positif khususnya bagi hati atas ketentuan-Nya yang sudah terjadi. Bila sabar, maka Sabar musti ada gak hanya di akhir tapi diawal juga ditengah. Tidak Mengeluh karena sudah capek ngoceh tapi memang mentabahi sejak awal takdir gak enak terjadi. Lainnya? Tidak mendendam bahkan saat diri ini sangat power membalas!. Berat ya sob? ya kalo ringan gak usah ada malaikat pencatat amal baik dan buruk aja sekalian :-). Tidak mudah bagi saya berupaya tetap berdaya saat ayah berpulang 7 tahun lalu, gak mudah pula saat harus untuk yang kesekian kalinya lagi saya gagal menikah (Alhamdulillah saat ini sudah menikah #eeeaaa kok jadi pengumuman? padahal gak ada yang tanya juga kan yah...), Tapi bukankah ada diluar sana orang yang masih kepayahan hidup dan deritanya ribuan kali sakitnya dibanding saya? nyatanya mereka mampu "Hidup" dalam "Kehidupan" dan tidak "cengeng" seperti saya!. Bahkan terdengar aneh saat merasa menderita dan menjadi korban tapi faktanya pula masih ada loh yang ingin tetap diposisi diri kita padahal menurut kita tuh kita lagi sulit - sulitnya?.

Saat lisan berujar memang fasih adanya, namun berat implementasi "real"-nya. Kenapa begitu kawan? sudah jelas sisi buruk, negatif, dan yang berbau dosa tetap ingin syaithan sematkan kepada mereka yang punya niatan Baik kan?, jadi sudah jelas juga to bila berjanji hari ini gak boros lantas besok ada diskon gede - gedean mata malah jadi ber-air dan mulut ileran pengen belanja - belanji lagi meski di rumah udah segepok jenis barang yang sama?.
Tau mengapa bahkan saat hati paham ada pribadi yang tidak cocok dengan prinsip kebenaran yang kita anut kita masih aja mo nemplok sama dia? padahal terjembreng di depan mata ia makhluk Tuhan yang menzalimi sesama tapi kita kok yaaa... berrraaat banget meninggalkannya? Hayyoo... (ini saya juga dulu pernah begitu :-P) sehingga cuman di say "Hello, apa kabar" aja kita bawaannya udah terbang ke negeri di atas awan!. (ini tulisan kenapa jadi bully-an buat saya siy???...)

Eniwei..., Panjang lebar gini kesimpulannya apaan to mbakyu?... Apapun yang berbau kebaikan tidak mungkin mulus dalam perjuangan baik diawal membangun maupun saat sudah  mencapai pangkat mempertahankan kebaikan itu sendiri. Balik lagi kepada Yang Maha Benar ber-Firman "Apakah bila sudah beriman lalu kamu gak diuji lagi?", bila sudah punya niatan baik, berbuat baik, bahkan tahun - tahunan sampe ratusan juta tahun sebelum masehi mengerjakan kebaikan, apa lantas bisa ngeloyor lenggang kangkung, sampe lenggang bayem gak ada halang rintang digoda sama yang tidak baik???. Gak begitu kan yeeee...
Jelas pula bahwa akhirnya perkara "Move On" bukanlah soal sesaat berpindah kepada yang baik karena sebelumnya melakukan yang buruk atau berbagai macam rasa kejahatan, tetapi bagaimana hati keukeuh menggerakkan seluruh yang ada dalam diri untuk berpindah dan tetap tinggal pada dekapan Yang Maha Baik!.

Jangan lagi ada sesal (apapun yah...) bila sudah lewat, justru sesali saat satu hari ini terlewat tidak disertai pada perbaikan hati, sikap, atau diri. Banyak dari kita (termasuk akikah) concern pada masa lalu lebih terarah pada mengais - ngais kesalahan dan menyesali yang lewat tapi kurang bahkan tidak fokus pada solusi yang sebenarnya sudah tertambat di hati tapi tidak eksekusi!, sesekali tersadar lalu melangkah tapi keseringan urung melanjutkan.

Sedih? ya boleh dong! masa' gak boleh? namanya pernak - pernik hidup gak mungkinlah say ketawa - ketiwi melulu! tapi secukupnya saja karena sedih tanpa "perkembangan" positif atas sikap justru menjadi sebab susahnya orang lain. Lah bukannya masing2 kita akan menjadi manusia yang baik lagi manfaat bila kita menolong sesama? Kalau diri ini saja menjadi beban orang lain, lalu kapan waktunya kita menjadi tangan diatas bagi hamba-Nya? Bukan berlaga pahlawan kemaleman atas rumitnya jiwa lain, tapi Islam sangat menganjurkan loh tolong - menolong dalam kebaikan!.

Putus Harapan? Nah ... yang ini nih yang kudu di penggal mbaksist masbro... pasti sudah menjadi info umum dong kalo berputus asa termasuk dosa besar. Ya iyalah... terang aja gan... karena berputus asa hakikatnya juga sudah menganggap Allah itu gak lagi Rahman, Rahiim, dan segambreng dakwaan negatif pada-Nya!, merasa dunia ini "end" padahal yang Maha Mengakhiri tuh hanya Dia, Alhamdulillah aja Dia masih mau ngasih kuota umur sama kita hingga sekarang, coba kalo sekarang Dia minta Israfil niup sangkakala, apa gak habis segalanya???..., mereka yang berputus asa juga menganggap tidak ada gunanya lagi hidup yang saat ini Allah sudah beri, padahal kalo beneran dijabanin diambil nih... kita juga bakalan gegerungan belingsatan karena boleh jadi juga catatan kita yang dipegang si Raqib belum tercukupi!.

Tapi susah ya rasanya "Move On" itu? hehehe... bau - bauan syurga itu sangaaattt wangiiiii kawan, belum pernah terasa dalam hati atau terucap lisan, bahkan ngebayangin kerreeennyyyaa jannah aja belum ada yang mampu, tapi menuju kesana memang gak mudah, jadi sudah tau kan salah satu kenapa para pejuang Move On banyak yang gagal? 
Okelah bila saat ini anda masiiihhh meratapi yang berbau - bau sedih dan menurunkan semangat cahaya hidup karena disepakati oleh jajaran makhluk bahwa hidup ini tuh gak mudah, move on itu sulit, gak asal enak seperti yang ngomong or yang nulis. Tapiii... selalu sudah jelas kok mana "jalan" Hitam, Abu2, juga Putih!, sudah nampak selama ini bahwa yang menundukkan kehidupan adalah mereka yang berdampingan ikhlas dengan kehidupan dalam ragam rupa apapun, entah manis, sulit, bahkan pahit. Bedakan dengan yang Malas apalagi Pasrah tanpa usaha ya gan :-), istilah kata baku hantam sama nafsu - nafsu dedemit emang lebam - lebam, namun Allah juga Tahu keelleeessss kita disokong oleh serenjeng nafsu - nafsu para angels!. Tinggal lih dipilih aja mo ikutan versi Angels apa para Demons :-).

Bila selalu mudah dalam menjalankan kebaikan, ya syaithan jadi pengangguran lantaran semua orang, semua ciptaan-Nya lurus2 saja, nyatanya tidak demikian, dan Allah masih ijinkan syaithan ada ditengah - tengah masyarakat bahkan beranak - pinak dalam hal kepiawaian godaan.
Pun demikian, bila move on, perbaikan diri, merengungi diri atau apalah namanya, bahkan ber-istighfar itu sulit maka logikanya kita tidak lagi di dunia, karena hanya Jannah saja yang isi semuanya enak - enak, dan asyik - asyik. Baaannngggguuuuun sob... bukankah kita saat ini sedang berupaya keras lagi berpayah - payah "memasok" semua hal yang meluluskan kita kesana?
Lah terus kalo gak move on - move on ituloh... anda mo kemana nantinya?...

Mohon maaf bila kurang berkenan, mudah2an ada yang bisa diambil dari celoteh yang selalu gak singkat ini ya kawan:-)

Kamis, 10 Maret 2016
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sumber Gambar : http://www.ghuj.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…