Bangun "Tidur"

Lagi - lagi saya kerasukan penyakit lama (jangan2 menahun... jangan sampe deh!) itu loh yang namanya malas. Sudah beberapa bulan ini saya malas untuk sedikit Rajin apalagi banyak wkwkwk... Apa karena jadi bumil? #mulai cari2 alesan..., Yap Alhamdulillah bulan berikutnya setelah menikah Allah mengamanahkan rezeki hebat-Nya buat saya dan misua berupa kehamilan saya yang pertama dan yang mudah2an ini menjadikan saya dan suami hamba-Nya yang terus berbenah agar syukur en belajar jadi ortu yang mumpuni di mata Ar Razzaaq itu, Aamiin...

Bagi saya yang baru pertama kali jadi bumil, ini adalah kondisi yang cukup bikin beda segalanya, mengalami perubahan moody dan utamanya tubuh... ya walaupun untuk ukuran bumil yang saat ini masuk hitungan bulan ke-7 saya masih masuk kategori "langsing" diantara bumil2 lainnya (antara kenyataan atau pengharapan akan pujian sering kali beda tipis yah qiqiqi...), tapi sejak resmi 25 Desember 2015 lalu menjadi istri maka 2016 bagi saya memang baru semuanya. "Baru" yang saya maksud adalah memaksa pribadi ini memperbarui lagi sikap, sifat, juga karakter saya yang masih banyak banget jauh dari predikat cukup baik hehehe... tapi semuanya Alhamdulillah dengan warna - warni dari-Nya membuat saya sadar bahwa hidup adalah persoalan melanjutkan kehidupan yang harusnya "Hidup" sesuai maksimal yang kita mampu.

Dulu..., saya punya ketakutan bahwa dengan menikah pasti deh tambah ribet dan repot, dan mungkin itu sebabnya Allah menunda saya menuju meja ijab qabul sampai saya siap apa sih sejatinya "pernikahan" itu... (padahal sempet was - was bingits usia menjelang kepala 3 dan belum merit rit rit...), dulu... saya sudah merasa ribet dengan aktivitas saya sendiri yang mo ngantor + tetek bengek urusan rumah tangga lainnya karena saya hanya berdua dengan ma2 yang otomatis ada laler nemplok di jendela pun kudu saya yang mengusir, kini... sudah terbiasa dengan rutinitas gedebak - gedebuk tiap pagi menyiapkan sarapan misua + bekal ngantor-nya dia, sudah kebal dengan tambahan cucian piring or baju, sudah terbiasa dengan ada - ada saja aktivitas tambahan lainnya yang dulu sering saya habiskan dengan selonjoran di kasur qiqiqi..., Alhamdulillah karena Allah memberi saya suami yang ngerti bingits makanya saya terbantu, seperti dengan wajah ramahnya mau menggantikan mencuci tanpa diminta saat saya sudah kelelahan terutama awal - awal kehamilan yang sering banget drop bahkan sampai dokter meminta saya bedrest.

Dulu..., terpikir oleh saya bahwa ngurus anak pasti deh bikin badan cuapek banget (ya kalo mau gak capek sih gak usah berumah tangga atau gak usah idup sekalian kali yah hehehe...), intinya saya termasuk manusia pengeluh-lah karena saya bungsu maka otomatis saya termanjakan karena tidak pernah mengurus adik jadi gak pernah tau rasanya "momong" itu kaya' gimana..., (Walaupun gak semua anak bungsu semanja saiyah loh yaa...), dengan kehamilan ini saya buaannyyak banget belajar bahwa kepayahan memang kondisi yang normal ada dan perlu dijalani dalam hidup! Meski baby belum lahir tapi kehamilan memaksa saya "melek" bahwa hidup bukanlah soal pengen nyante - nyante ajah di waktu senggang tapi bagaimana justru dalam rangkaian kondisi hidup kita entah lagi sibuk wara - wiri ngos - ngosan sampai sedang sedikit bisa ongkang - ongkang kaki tetap harus berdaya memaksimalkan waktu yang kita punya. Dulu..., rasanya pengen cepet2 weekend biar bisa leha - leha tiduran di rumah bahkan masak pun tak pernah karena saya tinggal hap saja masakan mamah, kini... wuiiiihhh..., meski badan penat dan suami tidak pernah memaksakan saya untuk ngerjain ini itu saya merasa terbebani sendiri bila ada sedkit saja gosokan belum saya rampungkan (ya wallaauu... gosokan numpuk kadang tetep saya liatin aja karena sudah lelah hehehe...)

Akhir - akhir ini pula jangankan menulis di blog sodara - sodara, bahkan saya terlintas pikiran "duh... gimana nanti ya kalo kehidupan rumah tangga-ku sudah lebih berkembang... pasti deh lebih kompleks en capek segalanya", tapiii... lagi2 Allah itu masih saja Maha Baik terhadap hamba-Nya yang tak tahu diri ini karena Alhamdulillah dengan cara-Nya Allah selalu punya jalan "menampar" saya bahwa apa yang saya alami entah kepayahan saat jadi bumil atau masalah rumah tangga lainnya yang satu - satu absen menampakkan batang hidungnya adalah kehidupan yang seharusnya saya syukuri dan saya happy-i, why oh why...? karena diluar sana ada bejibun orang yang ingin ada di posisi saya. 

Sedih rasanya saat kehamilan saya ini membuat saya tak lagi bisa petakilan karena kadang (sekarang sering malah) saya maunya tiduran lantaran lelah tetapi hati ini ingin sekali menyelesaikan pekerjaan rumah tangga lainnya, tapi saya lupa di luar sana ada banyak yang ingin kondisinya gak pa2 lebih parah dari saya yang penting bisa hamil dan punya anak kan?, diluar sana ada banyak orang bahkan teman sendiri yang ingin berumah tangga seperti saya karena saat ini mereka masih lajang di usia mereka yang sudah "seharusnya" berumah tangga. Dan masih banyak rahmat serta pemberian Allah lainnya yang semestinya saya syukuri sebagai orang yang beruntung, karena kalo bicara soal Ni'mat Ar Rahman itu gak mungkin habis!.

Pesan lainnya? bahwa tiap detik hidup yang Dia beri, tiap nafas yang masih Dia perkenankan hadir menyambangi membuat saya takjub... bahwa seringkali tidak semua orang "hidup" dalam kehidupannya tapi Yang Maha Hidup masih saja mau mengingatkan agar "bangun" dan berkenan memberi "waktu" agar kita mulai kembali "menghidupi" kehidupan meski yang lewat atau sudah dilalui tidaklah manis atau buruk sekali di masa lampau. 

Akhirnya disini pula saya benar - benar Dia bangunkan tidak saja sekedar teori bahwa hidup bukan berhenti pada suatu "titik" tertentu, mau itu buruk, manis, pahit, asem, asin, karena salah satu "titik" kehidupan yang bahkan membuat kita jatuh sangat dalam sekali-pun (ciellaahhh... kalah deh bahasanya si Rumor dengan Butiran Debu-nya) bukanlah tanda akhir episode perjalanan hidup tapi tanda yang masih bisa lagi disambungkan, apakah itu titik balik atau bisa juga titik awal bahwa segala rentetan ketidak-enakan hidup yang dijalani seperti menguras berkubik - kubik air mata #lukadalam banget masihkah kita hanya bersandar pada-Nya? masihkah kita paham bahwa beban ini memang hakikatnya sanggup kita pikul? atau justru menjadi salah satu hamba-Nya yang gak move on - move on? karena berpikir juga membayangkan kedepan hanya ada kekelaman dan punya dugaan tidak lagi mampu memperbarui hidup sendiri menjadi baik dan manfaat adalah juga bentuk lain dari berputus asa..., jangan sampai ya...

Segitu dulu deh cuap - cuapnya qiqiqi... Oiya walaupun telat melambat, happy eid mubarak dan met berlibur bagi yang saat ini masih menikmati sisa - sisa libur Idul Fitrinya, semoga saya, anda, kita semua masih Allah berikan ganjaran pahala, kebaikan, rezeki, dan Rahmat yang gak putus - putus ya, Aamiin Yaa Mujiib :-)

Sumber Gambar : whytoread.com

Komentar

Postingan Populer