Jumat, Januari 20, 2017

Keputihan saat Hamil, Gimana nih...?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dulu saat masih lajang atau sebelum menikah saya termasuk langganan keputihan utamanya lagi sebelum dan setelah haid selesai. Namun demikian Alhamdulillah tak pernah sekalipun saya alami keluhan yang sampai begimana banget karena si putih itu (kalo skala ringan seperti jadi gatel sih pernah tapi sangat jarang), karena juga nih keputihan yang saya alami dibanyak artikel kesehatan kategori "jinak"... maksudnya terbilang wajar atau normal.

Diawal kehamilan perdana, saya sempet hepiii banget karena si putih malah sama sekali gak nongol (soalnya kalo si putih dah nemplok di CD otomatis saya harus sering gonta - ganti celdam apalagi kalo mo sholat). Tapiiii... gak lama setelah itu (yah kira2 2 - 3 minggu usia kehamilan saya) si putih dateng lagi... saya abaikan aja sih karena saya pikir keputihan normal kaya' yang lalu2. Apalagi saat saya telusuri dan melakukan penyelidikan lewat gugel serta cerita2 bumil lainnya bahwa keputihan saat hamil adalah normal maka saya tambah adem ayem ajah.

Butttttt... bulan berikutnya, tepatnya memasuki bulan ke-2 usia kehamilan saya, kok ya keputihan saya makin sering, baik intensitas pun juga kuantitasnya. Saat pemeriksaan rutin kehamilan yang sebulan sekali akhirnya saya kemukakan keluhan saya itu ke dokter (dokter Spog perempuan), lalu saya diberi obat untuk cebok. Namun keputihan yang saya alami ini kategori level "membandel" karena obat cebok yang dokter beri tak mempan sodara2!. Lantas saya cerita ke dokter kembali, kali ini dokter yang berbeda namun tetap di rumah sakit yang sama (dokter Spog laki - laki), itulah saya... diawal - awal kehamilan, saya itu macam playgirl ajah, sering bingits gonta - ganti dokter. Ada ajah alesannya..., yang gak enaklah karena dokternya cowok (fakta membuktikan dr SPOG itu kebanyakan kaum adam pemirsah!), begitu sudah dengan dokter cewe' masih gak sreg-lah karena "merasa" gak dapet soul'nya saat ngomong (hhmm... udah kaya' cari pasangan hidup ajah) #sayaemanggituorangnya... Well didapatlah jawaban dokter yang cukup menenangkan tetapi tak cukup mempan mengusir kedudukan keputihan di miss v saya itu.

"Gak pa2, itu normal. Justru keputihan itu memang salah satu ciri wanita hamil" kurleb begitu petuah Bpk Dokter

Okelah, saya tabahi (halah...) si putih itu, statement pak dokter setali tiga empat lima uang dengan artikel yang bergentayangan di gugel bahwa perubahan hormon pada wanita hamil memang memicu banyak perubahan dalam tubuh juga fisik, dan keputihan adalah salah satunya. Tapi itu dia, lagi2 saya merasa keputihan saya kali ini sudah cukup menjengkelkan, membuat geram, dan seharusnya sama pak dokter dianggap serius!. Ya emang sih saya gak detail2 amat menjelaskan dan mungkin atas pertimbangan saya gak cerewet nanya ini itu terus kenapa keputihan saya begini begitu makanya pak dokter juga tidak meneruskan ke langkah yang lebih serius juga, maksudnya pemeriksaan tingkat lanjutan :-D, tapi maksut saya mbokya pak dokter-nya itu mengeksplorasi keluhan saya, hehehe... curang juga saya, padahal dokter sudah tanya sih tapi berhubung pak dokternya memberi ekspresi yang menggambarkan bahwa keputihan itu adalah sesuatu yang gak sesuatu banget a.k.a wajar jadilah saya gak cerewet.

Akhirnya saya menyerah deh, karena sudah trimester tengah mau mendekati akhir keputihan itu tetep lanjut dengan kadar seringnya itu loh ampun - ampunan, bahkan saat saya berdiri setelah pipis pun masih keluar, saat sholat yakni dari bangun sujud juga begitu. Ditambah sudah sering gatal dan nyeri (bandel juga saya karena menganggap ini baik2 saja) akhirnya saya coba deh ke bidan rujukan dari kartu BPJS (sebelumnya ke dr. Spog itu faskes dari asuransi pendamping suami saya), dan ternyata bu bidan menyarankan agar segera ke puskesmas. Dari situlah tau bahwa di puskesmas itu ada program dari pemerintah yang memudahkan bumil mendapatkan fasilitas kesehatan (pengobatan) dengan murah bahkan gratis, dimana kalau kita melakukan tes atau mendapatkan pengobatan yang sama di RS dengan biaya mandari wuiihhh harganya mehong bok!. Sebelumnya saat bulan ke - 2 kehamilan, saya sudah medical check ke RS dengan biaya mandiri #sendiri karena ternyata asuransi pendamping suami tidak meng-cover-nya. Tetapi saat bidan melihat hasil test tersebut ternyata masih ada yang kurang test.nya #hhmm... Bidan punya asumsi dan khawatir penyebab keputihan itu dari test yang belum saya jalani itu.

Okay.. akhirnya dihari yang ditentukan... jreng jreng... saya pergi ke puskesmas, dan Alhamdulillah meski rame bingits tapi gak jubel2an juga (ya iyalah secara disana disediakan pengobatan sampe penyuluhan yang murah dan gratis) saya merasakan manfaatnya. Di hari pertama saya diambil darah (persis seperti yang sebelumnya dilakukan di RS) dan diambil cairan keputihannya (hehehe momen ini malu sebenernya..., karena kehamilan perdana jadi walaupun diambil cairan itu oleh sesama wanita tetep aja risih qiqiqi...) dan setelah itu saya diminta balik lagi keesokan harinya untuk mengetahui hasil test serta solusinya bila ada hal2 yang gak rebes (oiya lupa... ternyata petugas puskesmas di tempat saya, Cengkareng, itu cukup ramah2 loh...#maksudnya apa coba)

Besoknya, saya diinformasikan bahwa hasil test darah saya semuanya baik seperti HbsAg non reaktif dll (bahasa medis yang lain saya gak paham dan gak nyerewetin si dokter juga #AturannyaSihNanya), Alhamdulillah, dan ini sesuai dengan bulan ke-2 kehamilan saat saya pertama kali test, dan test yang kedua kala itu usia kehamilan 7 bulan. Tapi benar bahwa ada yang gak rebes di cairan keputihan yang diambil, yakni ternyata sebab dari keputihan saya itu adalah Jamur (padahal saat saya gugel sudah ada yang memprediksi demikian artikelnya, tapi saat itu saya masih jumawa gak begitu memperdulikan #kacau banget ya saiyah itu :-D). Disana dijelaskan bahwa banyaknya keputihan saat hamil itu normal kok meski banyak dari biasanya karena memang pengaruh hormon dan terlebih setiap bumil pastinya beda2, tetapi dari cairan yang banyak itu pula plus kebiasaan lain2 saya, akhirnya bakteri jahatnya lebih banyak daripada yang baiknya di miss.V. Sebelumnya sih saya tau bahwa lebih baik sering ganti celana dalam saja dibanding harus dengan pantyliner, tapi prakteknya keputihan saya kala itu gak kenal kompromi, mau pakai pantyliner atau nggak itu sami mawon alias sama aja banyaknya, mungkin juga ada pembiaran kebiasaan saya sebelumnya, pemakaian kosmetik sekitar miss v, atau juga nih sayalah yang kurang open kebersihan (padahal "menurut" dan feeling saya, saya sih udah care juga aware-lah dengan daerah itu... bisa jadi saya yang gak nyadar hehehe...)

Setelah diberitahu bahwa benar cairan keputihan ada yang gak beres sehingga menyebabkan keluhan utamanya jadi sering gatal dan nyeri, petugas puskesmas memberi obat yang langsung saya harus minum 6 pil sekaligus saat itu juga (saya lupa 5 apa 6 pil yah...) dan harus di tempat si petugas itu alias harus dengan penglihatan si Ibu petugas bahwa saya benar minum obat tersebut. Eaalllaahhh udah kaya' anak kecil aja disangkanya saya kabur gitu wkwkwk #KiddingDeng..., tapi bagus banget kok anjurannya karena itu menunjukkan bahwa daerah sekitar kewanitaan gak boleh dianggap remeh temeh bila ada yang tak rebes sehingga gak boleh abai juga bila harus menenggak obat2an #MinumObat. Oiya ... rasa obatnya itu Pahit Asli! (yeee semua juga tau kelleess...), maksud saya obatnya tuh pahitnya beda dengan pahit obat biasanya, lebih membekas #halah, sumpah pahitnya tuh disini #hati, qiqiqi....

Selanjutnya si Ibu Petugas memberi tau saya kembali bahwa saya diminta datang lagi sebulan kemudian dan memberi saya 2 buah kondom :-D, agar selama 2 minggu disarankan tidak berhubungan sama misua dulu karena saya masih dalam pengobatan, dan bilapun akhirnya "harus" berhubungan (hehehe... bukan harus sih, maknanya bila akhirnya tetep ingin...) maka suami harus menggunakan kondom, karena bisa jadi virus/penyakit datang dari pasangan tanpa dia sendiri sadari.

Alhamdulillah, setelah itu keputihan yang abnormal itu gak lagi datang, dan saya juga memilih gak dateng ke puskesmas lagi (qiqiqi... yang ini jangan ditiru yah, patuhilah semua rambu kesehatan #preeettt), dari kisah nyata itu saya bisa simpulkan bahwa :

  • Keputihan saat hamil itu normal, bahkan bila intensitasnya banyak masih wajar karena pengaruh hormon bumil yang tiap emak2 itu beda
  • Bersegeralah konsultasi / berobat bila keputihan yang dirasa sudah sangat mengganggu apalagi sampai gatal juga nyeri
  • Menjaga kebersihan daerah miss V salah satunya dengan lebih sering mengganti celana dalam (bila diperlukan) dibanding dengan menggunakan pantyliner (tips kesehatan untuk miss V yang lain monggo sobat gali lagi gugelnya yah)
  • Saran dari sisi ekonomis adalah bila harus melakukan pengobatan, maka datangilah puskesmas terlebih dahulu dibanding ke rumah sakit karena di puskesmas memang ada program pemerintah untuk men-support kesehatan bumil atau wanita untuk meminimalis penyakit seputar reproduksi wanita juga penyakit menular / kelamin dan sejenisnya dengan harga murah bahkan gratis. Untuk pengobatan yang saya sudah lakukan seperti diatas saya cukup mengeluarkan biaya pendaftaran 5 ribu rupiah (karena saya tidak menggunakan kartu BPJS) dan obatnya gratis (saya lupa deh tuh obat gratis apa 20 ribuan kalo gak salah #sumpah lupa), sedangkan di RS bisa ratusan ribu #bocoran dari bu bidan pun ada teman juga yang berobat soal keputihan dan harganya benar ratusan rebay. Tentu disesuaikan dengan kantong atau selera sing masing ya kawan, barangkali tetap ingin yang berbayar ya plis du, ingin pakai BPJS ya monggo, atau mau pakai asuransi pendamping dari tempat kerja dan menggunakan itu juga gratis ya welkam - welkam aja dicoba, bisa di RS/Poliklinik/Faskes terdekat
  • Apalagi yaahhh... udah itu aja
Sekian dan terimakasih banyak sudah meluangkan waktu membaca dan memahami, barangkali ada yang mau menambahkan atau mengoreksi yukkk silahkan di komen.... Selamat melanjutkan aktivitasnya yah sob.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sumber Gambar : www.demibahagia2u.my

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...