Jumat, Februari 03, 2017

Andai Aku Mati Hari Ini...

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah ya sob kita masih Allah beri kuota nafas hingga detik ini. Segala Macam aktivitas masih juga Allah ijinkan terjadi, ada yang sesuai maunya kita dan tak jarang satu hari itu terjadi sebaliknya, tak satupun ingin2nya kita Allah perkenan wujudkan.

Tapi gak pa2 a.k.a rapopo alias no problem and don't worry be happy karena yang sudah Allah pilihkan untuk kita pasti deh itu baik, tidak ada yang terjadi kecuali itu baik, juga tak ada satupun yang Allah ambil kecuali Ia punya ganti yang lebih baik (Cihuuuyyy... lancar jaya yah ngemengnyeeee... :-D).

Minggu lalu tetangga saya persis samping rumah, berpulang. Ada rasa kaget "kok bisa ya?", ada rasa "Ya Kariim..., life's so short, it musn't happen... but nothing impossible for Allah the Only God. Gak ada satupun yang gak mungkin atau gak bisa bagi Allah, meski pagi sebelumnya saya bertemu tetangga saya itu masih membeli gas 3 kg dekat rumah dan nampak sehat, tetapi malaikat Izrail kan mencabut nyawa seseorang gak hanya yang sakit aja to? atau kudu tua gitu? gak kan gaes...?

Lagi - lagi kalau pas ketemu satu hari itu dengan kejadian kematian langsung deh inget...

"Eh aku gimana yah nanti?"

Langsung inget lagi deh dosa2 yang kebanyakan "belum ditebus" malah tiap hari (bahkan tiap nafas) tambah aja dosanya, 

"Bagaimana pula bila saat berpulang amal-nya masih buruk?"

Kalau sudah inget begitu rasanya beberapa saat setelahnya jadi serba khusu' melakukan kebajikan, tapi gak lama kendor lagi deh #janganditiru ya pren...

Perihal Kematian bukanlah Fakta baru dari rangkaian Sunnatullah yang berlaku di setiap makhluk-Nya, Kematian setaraf dengan Kelahiran, Jodoh, juga Rezeki dimana kita hanya mampu berupaya maksimal tapi Allah sebagai Satu - Satunya Pemilik saja yang Sesukanya akhirnya Memutuskan.

Urusan rezeki misalnya, Allah dalam surat Al Jumu'ah ayat 10 Berfirman :

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung"

Maknanya Insya Allah wan kawan sudah paham, disitu kita diperintahkan "carilah karunia Allah", yang maksudnya juga berupaya mencari rezeki Allah (yang halal ya mbak sist mas bro) setelah kita tunaikan kewajiban kepada Allah terlebih dulu, it means mendahulukan Allah diatas segalanya yang bila kita implementasikan maka formulanya adalah Beribadah, Berdoa, lalu Berusaha, namun mengenai nanti dapet hasilnya berapa atau di usia dan waktu kapan kita akan kaya raya atau malah sebaliknya, Allah sajalah Penentu semuanya! Ranah kita hanyalah usaha, jadi plis sudahi mengeluh dari A sampai Z bila sudah maksimal usaha atau masih belum to the max usahanya. Yang sudah berupaya maksimal maka bila Allah kehendaki sekian hasilnya, so itulah yang Allah takdirkan, yang belum berupaya ya jangan dikit - dikit ;

"ini kan Takdir Allah"

Heeyyy.... kalau belum ada konkritnya kita berupaya mana bisa "Back to Allah", kita dulu dong yang usaha dan barulah dari situ didapat hasilnya!, karena belum ada ceritanya Allah nurunin hujan emas langsung tanpa jerih payah lo!. Bila sudah semuanya dilakukan dan hasilnya belum seperti yang kita inginkan tetap saja bernilah Baik dan Untung, loh kok bisa gitu? Lah kan ayatnya diatas jelas ending-Nya "dan Ingatlah Allah banyak - banyak supaya kamu beruntung", so bukan pada hasilnya yang harus sesuai dengan kita maka dibilang Untung, tetapi mereka - mereka yang "mengingat" Allah dalam segala kondisi atau usaha sajalah yang Beruntung walau secara kasat mata penilaian manusia dinilai gagal!. 

"Mengingat Allah" disini artinya bukan hanya Ingat Allah saat sholat saja ya gaes... tapi saat kita dalam upaya real, misalnya apa nih? misalken sudah tahu membohongi pelanggan atau mengurangi timbangan itu Gak Boleh, ya harus ditinggalkan! karena ingat akan Allah yang melarang hal2 demikian, dan seterusnya (Ini saya ngomong begini bukan karena saya lurus, namun justru karena saya lebih sering gak ingetnya sama Allah Yang Masih Memberi saya buanyyakkk ni'mat jadi saya inget, #malu banget saat diri ini masih zholim pada-Nya tapi Allah tetap beri saya buaanyyak karunia yang tak terhitung seolah "Allah Gak Tahu" aib2 dan dosa2 saya ... #mewek)

Begitu juga soal yang lainnya, entah itu kelahiran juga jodoh. Mana bisa sih pren kita request minta lahir dari rahim si Ibu bernama A atau B, nggak kan? Namun Allah beri ruang kita untuk bisa berupaya mendapatkan jodoh yang baik juga Allah luaskan usaha kita supaya kita berumah tangga, lantas punya keturunan dan begitu seterusnya

Baiklah, maafkan ya sob jadi ngelantur kemana - mana bahasannya (tapi tetep nyambung kaaaannnn... #maksa). Jadi kembali lagi soal kematian yang semua orang sudah punya "jadwal" sendiri untuk menghadapinya, maka benarlah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya bahwa Mukmin yang Paling Cerdas adalah yang paling banyak mengingat mati lalu mempersiapkan kematian tersebut (dalam HR Ibnu Majah, Thabrani dan Al Haitsami). Artinya apa sobat? Selain maknanya bahwa Mukmin yang cerdas adalah mereka - mereka yang paham hidup di dunia ini hanya "mampir" dan Ibadah kepada Allah tetapi juga benar bahwa kematian hanyalah Allah saja yang Maha Tahu, namun dengan pemberian usia dari Allah kita bisa mempersiapkan "bawaan" alias "amal" untuk fase kematian yang nantinya entah kapan kita mau gak mau, siap atau sebaliknya, muda atau tua, sakit atau sehat kita kudu' melaluinya

Menghidupkan lantas mematikan lalu Allah bangkitkan adalah sepele bagi-Nya, jangan fokus sama Perbuatan-Nya yang sudah pasti Haq!, Semua sepakat bahkan Rasulullah saja menyiratkan dalam hadits diatas agar tiap waktu yang kita punya agar dimaksimalkan untuk menuju Ridho-Nya, istilah kekiniannya itu Allah Oriented. Bila sudah demikian Iman seseorang dalam perkara kematian, maka tiap sisi hidupnya full obedience to Him. Sholat-nya ia prioritaskan saat tiba waktunya, puasanya makin lama makin cakep karena gak hanya yang wajib aja tapi ia tambahkan shaum sunnah-nya tanpa perlu publikasi "buka puasa" lewat medsos, Sedekahnya baik materi atau bantuan kepada hamba2-Nya gak pernah diungkit-ungkit, berteman yang baik karena Allah suka dengan silaturahim, Sabar dari awal sampai akhir karena Tahu Bener Allah sedang uji imannya dan ingin ia lebih baik sehingga sedih atau nangis secukupnya, atau saat Allah beri kelapangan, lagi2 paham bahwa kelapangan hidup yang ia terima saat ini karena Allah ingin tahu apakah kesenangan dunia bisa memperdayanya atau justru ia kembalikan lagi di jalan Allah semisal membantu mereka yang berhutang, terkena musibah, dan seterusnya

Tambah lagi, bila Iman seseorang berbicara soal Kematian akhirnya tak ada kesia - siaan dalam segala perilakunya. Semua baginya penting dan ia jadikan nilai plus di raport akhirat-nya, entah saat dia sedang susah banget dan sebaliknya. Catatan keluhannya soal dunia juga minus karena sibuk menambal cacat diri sendiri yang khawatir ia pikirkan bila saat itu juga "dipanggil" belum diperbaiki. Seneng ya ngeliatnya..., hepi dan tenanglah ia baik saat hidup atau matinya, gak ada beda baginya hidup atau mati karena yang utama dalam pikirannya cuman "masihkah saya Iman pada Allah dan Rasulullah hari ini, esok, dan nanti?"

Padahal yah... lagi - lagi saya sendiri ngejalaninnya juga masih sempoyongan bok, kadang kalo lagi Iman kenceng ya inget en takut abis mati itu .... "gak enak disono" lantaran amal yang cuman segelintir padahal "hidup" setelah mati itu umurnya panjang tak terhingga!  tapi kalo iman lagi turun (yang ini tuh sering bingits) seolah Allah bisa bernego soal kejahatan karena Ia Maha Pemaaf sehingga saya lupa Pemaaf-Nya Dia tentu bagi orang2 yang murni Imannya... #Astagfirullahaladzim

Akhirnya berandai - andai "Jika aku Mati Hari ini..." bukan hanya seoonggok tanya "gimana nih kalo Allah panggil aku sekarang?" bukan itu darl..., tetapi "Sudah berapa banyakkah bawaan amal yang ikut saat Allah perintahkan Izrail melepas ruh dari jasad ini?" hanya "Iman" yang seutuhnya sempurna pada-Nya sajalah yang bisa jadi "Ukuran" dimanakah tempat kesudahan kita nanti?

Moga Allah tetap "Rangkul" kita hingga akhir massa yang Allah janjikan itu tiba yah, Aamiin Yaa Ghaffaar...

Wassalamuailaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillahi Robbil 'Alamin...

Sumber Gambar :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...