Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hamil saja.

Pasca nifas melahirkan Zano selesai (Saya melahirkan Zano 28 September 2016 dan selesai nifas akhir Oktober), saya dan suami memang sepakat gak ber-KB karena pengennya tidak menunda, terlebih rasa sakit, luka di hati kehilangan Zano itu berasa bangets sampai detik ini menulis, jadi dengan saya hamil lagi dengan jarak yang tidak lama InsyaAllah rasa mencurahkan atensi terhadap anak bisa segera saya luapkan ke baby ini, adeknya Zano yang moga Allah beri kuat dan sehat dalam berkah saat persalinan nanti dan seterusnya, Aamiin Yaa Samii'...

Awalnya bingung... yang pasti saya tidak mungkin menjadikan bidan sebagai salah satu alternatif, bukan karena meng-understimate-kan mereka, tetapi riwayat obstetri saya yang buruk (janin lahir mati) tentu membuat saya harus cermat dan lebih hati - hati dalam memilih penolong pemeriksa kehamilan dan persalinan saya nanti. Ya, tentu tidak harus punya pengalaman seperti saya baru hati - hati, namun dalam hal ini saya wajib memutuskan tenaga medis yang lebih baik dibanding sbelumnya, mengenai alternatif barulah bisa memilih di RS mana-nya. Ini hanya pendapat pribadi saya saja sebagai ibu yang pernah kehilangan anaknya pas baby-nya lahir langsung gak nangis dan gak ada, jadi tidak sedang menuduh penolong persalinan sebelumnya kurang baik. Barangkali dengan pilihan yang lebih baik, dalam hal ini tenaga medisnya lebih capable, lebih banyak, dibantu dengan alat - alat kesehatan yang memadai Insya Allah ikhtiar saya ini (dan saya memohon hanya pada Allah) menjadi jalan kejadian yang pertama tidak lagi berulang karena saya telah memaksimalkan upaya saya sebagai hamba-Nya.

Bagaimana tanggapan saya yang dulu? Saya seorang muslim yang berupaya memaksimalkan taat saya meski sering sempoyongan :-D, sehingga kejadian lalu adalah bagian dari Takdir saya yang Harus Wajib saya imani karena sudah terjadi, kedepannya saya dan suami berupaya semampunya agar Allah memberi takdir pada kami berupa persalinan yang membuat saya dan anak kedua saya ini sehat dan kuat, Aamiin Yaa Qawiyyu.

Itulah mengapa dan sangat wajar pilihan saya jatuh pada RSIA dengan ditangani Dokter Spog... Plis, tidak sedang membanding - bandingkan profesi ini dan itu yang lebih mampu, karena kakak sayapun ketiga anaknya lahir di bidan, ibu saya juga melahirkan saya di bidan bahkan kakak2 saya yang lain di dukun beranak malah... (hehehe maklum yah orang jadul) dan sekarang semua sudah dewasa lagi sehat, saya sharing sebagai tambahan info buat para moms dan juga saya agar terus memantau kesehatan kehamilannya hingga detik2 akhir. Saya sadari, pun dari awal salah, gonta - ganti dokter, 8 bulan pemeriksaan di RS tapi saya jumawa merasa baik2 saja dan kurang mempertimbangkan hal2 lain sehingga bulan ke-9-nya memilih di bidan padahal pada bulan ke-7 saya sempat pendarahan. Yap, sekali lagi semua sudah takdir..., tindakan saya di hamil kedua ini lebih condong menjaga seluruh sikap saya sebagai bentuk ikhtiar maksimal dalam merawat si mungil dari nol bulan hingga besar kelak ;-)

Hehehe... maaf ya banyakan intro-nya dibanding to the point-nya :-D... Baiklah kita kembali lagi soal RSIA. Jeng jeng jeng...Setelah hunting sana - sini dan mencari yang fits with our budget and insurance service akhirnya pilihan jatuh pada RSIA Budi Kemuliaan.... Sebelumnya dulu di RS Hermina Daan Mogot (dan terhitung deket sama rumah) tetapi eh tetapi Biaya Persalinan di sana tidak cucok dengan kantong kami, sedangkan asuransi pendamping suami hanya meng-cover sebagian. Sebenarnya di cover lagi sih yang sebagiannya di kantor suami namun itung2annya masih harus nambah lumayan (hehehe biasalah bu ibu mak emak... soal itungan kudu di jembreng atu2 yang mana yang bisa dipangkas...), maksud saya pula adalah barangkali ada yang lebih proper segalanya (ya di uang dan di fasilitas) maka tak salah dong saya pilih opsi lain. Apalagi setelah lihat web.nya RSIA yang islamic, jadi makin cintrong en pengen disana deh, dari kehamilan sampai persalinan nanti.

Kenapa tidak pakai BPJS? BPJS saya masih pisah faskes dengan suami dan pengalaman sebelumnya pasti deh disuruh ke bidan dulu kecuali ada indikasi medis yang perlu penanganan yang bidan sudah tidak mampu handle (hihihi... pengalaman pertama yang dulu suka gonta - ganti pemeriksa kehamilan...), walau kali ini saya belum mencoba karena saya punya riwayat obstetri buruk dan barangkali ada rujukan dari bidan tetapi saya sudah putuskan dengan asuransi pendamping suami saja yang langsung bisa ke RSIA. Faskes-nya suami di RSPAD Gatsu memang, tetapi saat saya melihat price-nya (maaf ya lagi2 lihat best price-nya) lebih "cantik" di Budi Kemuliaan, terlebih RSIA melayani asuransi pendamping yang saya miliki.

Finally..., dengan mengucap Bismillah saya mantapkan ke RSIA Budi Kemuliaan, udah gitu banyak baca2 referensi soal RSIA satu ini yang ok tapi harga terjangkau, ya udah deh lengkap "pokoke di RSIA Budi Kemuliaan". Then, bagaimana tanggapan misua? hehehe Alhamdulillah dia sih dari awal manut manggut aja, sayalah yang cerewet ini dan itu qiqiqi... hanya saja ia sudah mengingatkan hal2 lain termasuk kejauhan gak?, Alhamdulillah pengalaman melahirkan pertama kali dengan persalinan normal lalu memberi gambaran kepada saya yang Insya Allah jarak dari Cengkareng, Jakarta Barat ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat bisa saya lampaui (kalo masih pembukaan awal yah, moga Allah kasih pembukaan lahir yang cukup waktu saat ke RS dan langsung 8 atau lengkap saat sudah beberapa menit di RS, Aamiin...), Suami lagi2 iya dan iya, ho oh dan ho oh... (mungkin dominan suami itu ya begitu kali yah, kalo gak ada kejadian yang sebegitunya mending dia ngalah aja sama istri wkwkwkwk...).

Tiba pertama kali di RSIA sumpah sudah seneng bingits, semua mbak suster dan sista perawat pakai jilbab (sepanjang mata memandang...) dan ramah tamah (norak ya saya? maklum ini perdana saya berkunjung ke RS ini). Kok liat jilbabnya sih? Ya saya demen aja kalo ada institusi yang mayoritas tenaga ceweknya berjilbab, salah satu syiar Islam kan?. Well, saya sudah tekadkan bulat dan bunder harus dengan Dokter Cewek!, gak boleh diganggu gugat! (siapa juga yang mau nggugat pilihan saya!), terus terang dan terang terus saya masih aja risih kalo dengan dokter cowok (itu juga salah satunya dulu saya pengennya ditangani bidan). Ya walau nanti kalo pas hari H gak ada dokter cewek dan mulesnya udah gak nahan sih ya seadanya dokter kaya'nya .... :-P. Saya memilih Dokter Flora. Pertimbangannya adalah karena dokter Flora adalah Dokter Perempuan yang hari sabtu ada dan jam 2-an itu pas suami sudah selesai ngantor. Ada kok dokter senior..., tapi cowok :-(

"Akhirnya dipanggil juga..." celetuk misua saat suster memanggil nama saya untuk ke ruangan periksa. Alhamdulillah Yang Maha Baik memperlihatkan lewat USG (Transvaginal) kalo dede' sudah kedut2 jantungnya, tapi masih keciiiiiillll bangets (tak apa2 ya nak kan nanti besar dan sehat :-)), foto diatas adalah penampakannya, ukurannya 2.3mm usia 5-weeks lebih. Hilang jenuh yang sempat landing soalnya sebelum itu nunggu Dokter Flora merampungkan tindakan medis (ya adalah hampir 45 menit ditambah antrian emak2 lainnya, mungkin ada yang lahiran atau cesar)

Oiya saya pakai asuransi "Mandiri In Health", asuransi pendamping yang diberikan oleh Pegadaian dimana suami bekerja untuk para pegawai dan keluarga intinya, nah RSIA Budi Kemuliaan adalah salah satu RS yang melayani Mandiri In Health. Setelah urusan dengan ibu dokter selesai kami ke loket obat2an #apotik RS lalu ke kasir dan diminta ke loket "Jaminan". Berikut adalah biaya periksa bulan pertama :

  1. Buku Periksa                Rp.    10.000,-
  2. Pendaftaran                  Rp.    40.000,-
  3. Konsultasi Dokter      Rp. 175.000,-
  4. USG Transvaginal      Rp. 210.000,-
  5. Vitamin - Folavit        Rp.    32.300.-
Total Biaya Rp 467.300,- 

Alhamdulillah dari total biaya tersebut kami hanya membayar Rp 42.300 yakni untuk Buku Periksa dan Vitamin Folavit yang tidak di cover In Health, namun bon sebesar Rp 32.300 itu masih bisa saya rembes di kantor saya, jadi total sesungguhnya yang kami bayar hanya Rp 10.000,-, beserta bensin, parkir, makan siang, dan jajan yang memang kesemuanya itu tidak di cover di manapun, tidak di cover oleh Mandiri In Health, tidak bisa rembes kantor suami, dan tidak bisa pula rembes di kantor saya wkwkwkwk...

Alhamdulillah..., kelar deh periksa di bulan pertama, mudah2an ini bisa jadi referensi para moms yang saat ini sedang perlu info ini yah, Aamiin... Sampai jumpa di bulan periksa selanjutnya :-)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Komentar

Postingan Populer