Selasa, April 11, 2017

Sedih Pembawa Gembira

Assalamualaikum kawan..., moga Allah masih beri keberkahan usia hingga kini untuk kita semua yah, Aamiin Yaa Fattaah...

Well..., nulis ini masih ada hawa2 melow..., why eh why? #SesiCurhatBanyak, tiap ketemu anak kecil apalagi balita dan utamanya batita serta spesifiknya lagi usia bulanan plus anak itu adalah seorang cowok, pastilah saya teringat Zano, anak pertama saya yang tak pernah saya dengar tangis atau tawanya sejak lahir karena Allah Yang Maha Baik sudah "memeluk" Zano lebih dulu dibanding kami, Ibu dan Ayahnya... #MaafYaSobEdisiMelloww.

Tetapi saat ini gak lagi curhat balik lagi menumpahkan unek2 segala macam aroma kesedihan itu kok (padahal diatas udah pake "intro" begono 😜), justru dari kejadian tak suka yang pasti semua orang alami ini saya ingin berbagi cuap2 yang moga punya konten positif, gak hanya untuk dunia tapi utama banget buat akhirat kita, Aamiin Yaa Wahhaab.

Di sudut lain dari ujian kehilangan Zano, saya begitu banyak mendapat kebaikan2 lain dari-Nya a.k.a hikmah yang membuat saya semakin paham makna Iman yang sebenarnya itu apa (apa yaa...), disitulah saya setuju dengan statement seorang blogger (saya baca di web seorang blogger ilafadilasari) bahwa orang yang diuji adalah orang - orang rugi yang diuntungkan. "Rugi" karena kita kehilangan sesuatu atau seseorang yang bernilai, namun "Untung" karena tidak semua hamba-Nya Allah ijinkan mendapat Rahmat demikian, karena memang dari ujian itu kita termasuk yang diberi ganjaran luar biasa oleh Allah (bila sabar lagi ridha ya pren).

Diuar itu apalagi yang didapat dari musibah bila ditilik dari "keuntungan"? (meski diawal musibah rasanya mayoritas bahkan hampir semua hamba-Nya tidaklah mudah menerima, khususnya lagi bila itu berupa kehilangan nyawa seseorang yang kita sayang #keluarga dst...), berikut yang bisa saya bagi berdasarkan pengetahuan serta pengalaman saya yang belum lama ini sangat lekat saya rasakan :

1. Menerapkan Syukur
Kalau hanya berucap syukur hampir dipastikan mudah dan kebanyakan kita menyatakan itu. Tapi taukah juga selama ini baik sadar atau sebaliknya penerapannya tidak "secepat" berucap "Alhamdulillah", "Makasih ya Allah", dan kalimat setaraf lainnya?, ya karena kita itu sudah biasa mengecap ni'mat Allah yang luar biasa tapi dimata kita hal yang luar biasa tersebut biasa aja dan umum! namun saat diambil, dicabut oleh Sang Empunya tetep aja bisa mewek berturun-turunan. Baru bisa amazing enaknya punya gigi sehat ya saat kita sedang sakit gigi, baru tau rasanya berkendara saat suatu hari kendaraan kita rusak dst..., termasuk mensyukuri keberadaan seseorang justru saat Allah sudah memanggilnya "pulang". Dari sini kita jadi tertanam banget bahwa sesuatu yang kita saat ini masih miliki atau masih Allah perkenankan kita nikmati sungguh bernilai besar.

Pesan poin 1 : Syukuri hari ini, Syukuri saat ini apapun yang masih Allah ijinkan untuk kita punyai karena ada massanya Allah menariknya kembali :-)

2. Bergantung Hanya Pada-Nya
Ini adalah juga perilaku klasik tetapi sering sekali turunnya iman menjadikan abai terhadap kebergantungan kita kepada Allah. Banyak dari kita (juga saya) baru doa secara khusyu' hanya saat2 genting seolah saat hepi sedang kita kecap kita tak perlu lagi berdoa atau meminta-Nya sebagai Pelindung dan Penolong. Tetapi memang lewat ujian atau musibah inilah salah satu cara-Nya agar kita kembali ruku' dan sujud sesungguhnya bahwa sering banget bila sudah begini gelombang air mata deres sekali keluar dan barulah keni'matan berdoa dan memahami satu - satunya hanya Allah sebagai Penolong Abadi baru nge-jleb terasa. Masih inget kapan terakhir kita meminta tolong Allah dengan sungguh2? dan saat yang bagaimana saat itu? hepi atau susah?

Pesan poin 2 : Libatkan Allah terus saat berusaha dan berdoa, baik saat susah apalagi senang

3. Penggugur Dosa
Iya banget nget nget... jadi inget kajiannya Ust. Khalid Basalamah nih... bahwa ujian atau musibah yang dialami individu lantaran Allah ingin hamba-Nya itu naik kelas ke derajat yang lebih tinggi yang tidak bisa ditebus oleh amalan hamba-Nya itu hanya dengan lewat sholat yang semaunya, shaum yang seadanya, atau sedekah yang ala kadarnya dan baru bisa dicapai melalui pintu ujian yang Allah ijinkan itu. 

Paralel dengan itu, disitulah saya mulai memaknai cobaan yang Allah berikan kepada saya lantaran mungkin saja karena ada buanyak dosa saya yang saya lalukan dan gak cukup dibayar lewat amalan2 saya yang biasa2 banget, mungkin dengan cobaan berat berpisah dengan baby saya itulah Allah hendak mengurangi dosa2 saya yang bejibun selama ini meski saya pun yakin dosa saya gak langsung jadi nihil tapi at least lewat kesabaran dan ketabahan saya melepaskan dengan ikhlas seutuhnya anak saya itu Insya Allah menjadi pengurang banyak dosa2 yang saya atau suami pernah lakukan dulu atau saat ini entah dalam bentuk apapun (moga pula saya menetapi tabah dengan sebenar - benarnya ikhlas, Aamiin Yaa Baasith).

Pesan Poin 3 : Saat sulit sekali menerima ujian yang ada cobalah ingat dosa2 yang sebelumnya kita pernah lakukan, istilahnya mencoba "menginventarisasi" atau menghisabi diri karena boleh jadi Allah gak hanya ingin kita kembali sebenar - benarnya sujud pada-Nya namun lebih dari itu Dia ingin ujian yang sempat membuat hati kita luka menjadi salah satu penggugur dosa karena banyaknya dosa yang sebelumnya kita perbuat dan tak cukup bila kita bayar hanya dengan istighfar atau amalan baik kita lainnya

4. Bukti Sayang dan Atensi Allah
Ho oh..., benarlah Allah dengan segala Firman dan Perbuatan-Nya! Bila Allah ciptakan nyamuk dengan tujuan, mengijinkan adanya hewan bernama anjing atau babi dengan maksud, lantas membiarkan seorang pencuri kabur dengan curiannya, hellooww bagaimana dengan hamba-Nya yang berupaya konsisten di jalan-Nya? tak mungkin luput dari pengawasannya juga bukan?. Sayang-Nya Allah tanpa batas sedangkan penglihatan kita melihat kejadian Allah dari sudut pandang Adil-Nya Dia sungguh terbatas, tak mungkin Dia salahi janji bahwa bila ada yang meminta pada-Nya lantas tanpa diberi, hanya saja akal pikiran, logika, dan pemahaman kitalah yang sempit. Mungkin yang dangkal seperti saya sebelumnya akan berpikir mengapa Zano tak Allah ijinkan hidup sedangkan anak lain dari pasangan kaum kafir Allah beri sehat dan kuat? bila Allah sayang kenapa Allah tak beri saja umur panjang kepada Zano bersama saya sebagai ibu dan ayahnya? dan kenapa2 lainnya. Bukankah Rasul juga Allah uji? bukankah para sabahat juga Allah coba dan semuanya dengan cobaan yang ampun - ampunan beratnya padahal Iman mereka sungguh sudah dibayar surga?

Tapi Allah gak begitu, gak ada dalam sunatullah bahwa yang sudah beriman lantas berjalan di dunia ini tanpa ujian! Justru lewat ujian itulah Allah menganggap kita sebagai hamba-Nya yang berikrar beriman dan ingin kita tetap berada di jalan lurus-Nya, bukankah orang tua kita dulu pun menghalau kita saat jalan kita mulai ke tengah jalan raya supaya kita tidak luka atau tertabrak? 

Pesan Poin 4 : Allah sayang pada hamba2-Nya yang beriman, oleh sebabnya karena Sayang-Nya Ia maka Ia hanya ingin kita tetap pada jalan-Nya entah dalam kondisi apapun kita di dunia ini!

5. Memurnikan Iman
Poin 5 ini mengingatkan saya kembali pada kajiannya ustad Abdullah Zaen, bahwa ujian yang kita hadapi adalah juga keinginan Allah agar iman kita murni kembali. Loh kok bisa? bisalah..., bukankah Rasulullah juga mengatakan Iman seseorang itu bisa naik bisa turun?. Jadi sangat sangat mungkin dan bisa banget iman kita "terkontaminasi" juga. Waduh apalagi nih?.. maksudnya gini... barangkali, mungkin..., perjalanan kehidupan kita selama ini atau akhir - akhir ini disertai dengan iman kita yang sudah bercampur dengan hal - hal lain yang menjadikannya tidak murni lagi, atau istilah lain "punya ruang" lain di hati untuk selain Allah, misalnya kita mempercayai bahwa keuntungan dagang kita selama ini adalah karena ritual - ritual yang kita jalankan yang bukan dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya, bisa jadi kita mulai percaya bahwa ritual2 tersebutlah yang membuat kita untung dst..., atau semisal lainnya saat kita berada di kehidupan yang serba nyaman lantas merasa ibadah kita "cukup" jadi yang tadinya rajin shaum sunnah jadi sementara "off" dulu, yang tadinya gak pernah absen tahajjud sekarang mulai 1 atau 2 kali aja seminggu-nya karena merasa "cukup" taatnya atau barangkali "merasa" sudah tercapai segalanya jadi "ngelupa" amalan - amalan sunnah lainnya.

Ini hanya contoh 1 - 2 aja ya pren, contoh lain atau aplikasinya dalam kehidupan masih banyak menyoal iman yang sudah mulai "agak" sedikit keruh. Pada dasarnya orang tersebut hanya beriman pada Allah dan Rasul-Nya tetapi dalam perjalanannya dia tergoda, berpaling sejenak sehingga punya konsentrasi ada hal yang tak kalah penting dari Allah, padahal Allah itu Maha Penting untuk kita dahulukan. Mencoba "nakal" saat jualan dengan mengurangi timbangan karena gak yakin kalau jujur Allah bakal kasih berkah-Nya atau "yakin" dengan cara begitulah jadi kaya padahal Yang Maha Kaya sungguh mampu memperbanyak rezekinya bila ia tetap di jalur halal. Menipu relasi bisnis lantaran "ah dia gak tau ini" karena dia sendiri lupa bahwa Allah itu Maha Ingat, mau kecil kek, kecil sekali kek, Allah tidak mungkin ada di jalan yang batil!

Pesan Poin 5 : Allah ingin terus kita dalam Iman sebenarnya, oleh karenanya Dia terus juga memperbarui Iman kita lewat ujian, cobaan, atau masalah yang ending-nya bukan membuat kita berputus asa tetapi sebaliknya Allah gak ingin kita terlempar dan mendekam dalam "murka"-Nya.

Jadi sudah paham juga kan kenapa masih ada mereka2 yang begitu Allah beri cobaan ini dan itu justru memilih jalan bunuh diri? Karena hanya Iman yang Berkualitas sajalah yang mampu menangkap sinyal bahwa Allah itu Rahman dan Rahiim, mereka yang "ragu" pada Allah bisa jadi dengan musibah malah kehilangan iman, Na'udzubillah..., Insya Allah kita tidak demikian ya guys, Aamiin Yaa Muhaimin.

Tentu semua oretan saya diatas tidak ada maksud menggurui apalagi dalil saya adalah orang suci, justru karena saya adalah hamba-Nya yang masih fakir ilmu dan amalam shalih serta masih sering banget kejedot dengan dosa2 saya yang banyak, maka jadilah saya suka mencari - cari kajian atau ilmu guna menguatkan iman saya yang masih sering lemah rapuhnya dibanding kuat mengakarnya, sehingga saya bisa menuangkan ini semua dalam blog mini ini.

Yap, moga saya turut andil meski sedikit dalam upaya kebaikan yang saat ini juga terus kawan - kawan maksimalkan yah, bersama menuju kemenangan dari Allah, Aamiin Yaa Mu'izz

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...