Langsung ke konten utama

Penggenggam Bara Api

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah Allah masih gelontorkan usia yang mudah2an jadi berkah dalam tiap amalan kebaikan yang kita terus berupaya maksimalkan yah, Aamiin Yaa Baasith...


Menulis ini diawali dengan derap langkah emosi... bingungnya sudah lama tetapi karena bagi saya ini sudah menjadi tindakan ekstrem jadi memang ada baiknya saya turut menulis semaksimal, semampu saya, dan tentu silahkan dikoreksi bila memang saya ikut andil menyimpang. Mudah2an bisa jadi pertimbangan oleh siapapun yang menilai si Pendakwah A atau si B "kurang / tidak bijak / kurang ataupun tidak berilmu dalam berdakwah" serta "kata" sejenis dan selevel lainnya (misalnya saja "suka atau mudah mengkafirkan muslim lain" dst...).

Saya mulai dengan... bingung... iya b-i-n-g-u-n-g... kenapa ya para ustadz yang kontennya hanya menyampaikan ayat - ayat Allah saja kok malah dimaki, dimusuhi?, saya heran hingga kini kena apa para ustadz yang isi ceramahnya punya maksud agar jema'ah mengikuti Rasulullah saja kok justru di usiri?, bukannya masa Jahiliyyah itu sudah usai kan yah?, Wait..., nyatanya saat melihat banyak para pemurni aqidah Islam dicampakkan saya baru "bangun" lantas menatap seraya memastikan bahwa "Jahiliyyah" era modern sungguh nyata ada!

Baiklah, tidak ada hubungannya saya dengan Ustadz Khalid Basalamah ataupun Ustadz Felix Siauw (selain karena saudara seiman, karena semua muslim itu bersaudara kawan), 2 orang pendakwah yang baru - baru ini "secara terpaksa" (Ustadz Felix sekitar semingguan lalu sedangkan Ustadz Khalid peristiwanya sekitar bulan maret lalu) harus mengakhiri kajian dakwahnya lantaran "ulah" mereka2 yang "tidak suka" akan 2 pendakwah ini dengan dakwaan sepihak.

Secara umum yang saya dapat dari berbagai info bahwa Kajian Ustadz Khalid "dinilai" sering provokatif dan menjelekkan organisasi islam lain, ada pula yang bilang bahwa beliau "suka mengkafirkan" muslim lain, beliau di cap "wahabi", serta isi kajian beliau dipahami mengadu domba dan saling membenci antar umat beragama, pun ada yang mengatakan beliau sebagai "pemecah kerukunan umat beragama di Indonesia". Untuk Ustadz Felix yang kajiannya pun mengalami hal serupa "katanya" sih kajian yang beliau bawakan "berbahaya" dan belum mengantongi izin, padahal tema yang Ustadz Felix usung saat itu adalah salah satu upaya memotong akses para kawula muda agar tidak terlibat dalam perbuatan zina dan yang mendekatinya, that's it. Sebelumnya Ustadz Felix juga sudah dibatalkan acara kajiannya di Unbraw Malang tanpa alasan jelas, adapun Ustadz Khalid mengakhiri kajiannya itu saat sedang membawakan tema seputar Rumah Tangga Islami.

Well Well Well, Saya bukanlah keturunan Rasulullah atau Habib, bukan pula seseorang yang sudah memegang Surat Jaminan Masuk Surga langsung dari Allah lewat Jibril, saya pun sadari diri ini buanyak banget dosanya (banget sampai bingits) dan meski dosa saya gak ketulungan banyaknya saya termasuk dan memastikan diri pengen pake banget sekali mengharap Ampunan Yang Maha Pemberi Maaf dan Ampun, Allah Yang Esa!. Tak ada maksud pula "memvonis" yang bersebrangan dengan prinsip atau nilai yang kita anut lantas they're absolutely wrong, totally... Saya hanya menyayangkan pun hati saya "menangis" kenapa saat ini mereka atau siapapun yang hanya berupaya Total mengikuti Sunnah Rasulullah (Kalo Rasulullah sudah Pasti Masuk Surga loh yaaaa) justru diberi "stigma miring bahkan minus"?.

Sepengetahuan saya (silahkan dikoreksi bila salah sist gan) ceramah yang Ustadz Khalid selama ini siarkan tidak ada konten menyudutkan atau menjelekkan ormas manapun, saya memang belum semua mendengarkan ceramah beliau tetapi saya sering mendengarkan kajian beliau disamping Ustadz2 lainnya seperti Ustadz Nuzul Dzikri, Syafiq Riza Basalamah, Firanda Andirja, Abdullah Zain, Felix Siauw dll dan saya belum menemukan isi konten pendakwah2 tersebut (khususnya Ustadz Khalid) yang berupaya memprovokasi atau bahkan "mengkafirkan" yang tak sejalan dengan pemahaman beliau2 tersebut, sepemahaman saya pula beliau hanya menyampaikan apa isi Firman Allah dan perkataan serta perbuatan Rasulullah disertai bukti otentik yang shahih (bila ada yg lemah tetap disampaikan dan diinfo bahwa bukti tersebut misalnya hadits adalah riwayat yang lemah dst), sedangkan bagi yang tetap tidak sejalan dengan penuturan beliau setelah adanya dalil2 yang disampaikan ya dipersilahkan juga untuk tetap tidak mengikutinya, as simple as that... but I emphasize you it's not mean for the implementation... kenapa begitu?

Saya akui konten yang Ustadz Khalid sampaikan selama ini memang beberapa diantaranya masih belum lekat dengan kebiasaan yang ada karena kultur masyarakat yang masih kuat pada nilai kepercayaan sebelumnya (entah pada adat atau ajaran yang dibawa oleh ulama terdahulu dengan metode penyampaian ulama tersebut), tetapi juga tidak salah bila Ustadz Khalid ataupun Ustadz lainnya berpegang teguh pada kemurnian Al-Qur'an dan Sunnah bukan?. Ini juga bukan menuduh ulama terdahulu tidak berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits loh yaaa... karena tentu ulama terdahulu punya dasar kuat pula mengapa memilih metode atau cara menyampaikan ajaran Islam pada umat saat itu!. Apa yang pendakwah sunnah sampaikan murni hanya menyampaikan apa yang Al-Qur'an katakan dan Rasulullah lakukan. Misalnya saja salah satu contoh soal tahlilan atau acara selametan untuk orang yang sudah meninggal seperti 3 harian, 7 harian, 40 harian dst. Bukan maunya Ustadz Khalid dan Ustadz lainnya yang menyampaikan hal senada "melarang", namun yang saya pahami adalah acara tersebut tidak seharusnya dilakukan karena memang Rasulullah dan sahabat belum pernah ada riwayatnya melaksanakan. Dan sewajarnya hal demikian bukan menjadi pemicu antara yang tetap mau melaksanakan ritual tersebut atau yang pada akhirnya tidak melaksanakannya. Silahkan bila masih ingin melaksanakannya dengan dasar bernilai baik meski dalam ajaran murni Rasulullah jelas - jelas tidak ada, dan please do bagi yang akhirnya mengenal sunnah mau meninggalkannya karena perkara ibadah tak hanya dinilai baik saja lantas cukup tetapi perlu melihat panutan kita Rasulullah (bila memang mengaku pengikut Rasulullah), karena bagaimana pula kita melakukan apa - apa yang Rasulullah dan sahabat Tidak Pernah lakukan lalu kita melaksanakanya bukan?. Mohon tidak disamakan dengan "lah Rasulullah itu kendaraannya Unta dan Kuda jadi bid'ah dong kalau kita berhaji lewat pesawat?", "Dakwahnya jangan pakai medsos dong, kan Rasulullah dan sahabat tidak melakukannya?" Plis yang dimaksud disini itu perkara ibadah ya gaes yang ditambah2i sedang Rasulullah tidak melakukannya, itu saja. Membaca Al-Qur'an diperintahkan dan menziarahi kubur baik dilakukan, tetapi apakah Rasulullah pernah ada kisah atau riawayatnya menziarahi kubur lantas membaca Al-Qur'an di kubur tersebut?. Jabaran singkat diatas hanya sedikit contohnya. Silahkan bagi yang ingin melaksanakan sesuai keyakinannya, namun jangan vonis mereka yang bermaksud lurus di jalan Allah dan Rasul-Nya sebagai muslim yang tidak baik, takfiri, sesat, wahabi, bahkan patut ditentang kajiannya! see guys?

Lalu, ada apa ya dengan Ustadz Felix Siauw?. Sepanjang saya mengetahui isi ceramah beliau (lewat berbagai media sosial) saya melihat sesuai saja dengan Al - Qur'an, beliau menyampaikan apa yang Al - Qur'an boleh atau tidak boleh dengan metode yang beliau create. But..., cap bagi Ustadz Felix yang "katanya" anti NKRI dan stigma setaraf lainnya memang saya dengar juga, namun sekali lagi kajian beliau yang selama ini disampaikan isinya apa yang Allah halal dan haramkan. Saya memang tidak mengetahui kebenarannya mengenai "dakwaan" yang di alamatkan ke ustadz Felix, tetapi bukankan sebagai muslim yang baik bila muslim lainnya salah itu ditegur, diajak berunding, meminta klarifikasi sehingga jelas hitam putihnya dan jelas pula yang perlu diluruskan bila sudah clear  menyimpang?.

Lutcu atau miris ya? kajian dakwah sunnah kok ya jadi "gak bebas" sebebas mereka yang masih terus melakukan Free Sex yang jelas bukan pasangan halalnya?, yang minum2an keras terang2an?, atau yang mendirikan bangunan untuk kemaksiatan? #SumpahGagalPaham..., Sekali lagi saya bukan ahli ibadah karena saya pun masih pembelajar, tapi mungkin saya memang belum pintar - pintar karena melihat mereka yang Jelas di Garis Allah kok jadi dipersulit, seolah melakukan yang Belum Tentu Benar apalagi salah tetapi banyak pengikutnya jadi lebih save dibanding di Jalan Terangnya Allah tapi sendirian sehingga menyampaikan yang beda padahal ada dalil yang pasti benarnya malah mindik - mindik ketakutan!.

Jadi klop deh dengan Hadits diatas bahwa benarlah Rasulullah sudah kasih pengumuman bahwa akan ada waktunya para pengikut sunnah beliau justru menjalankan Islam dengan segala syariatnya seperti memegang bara api ... "panasss..." brrrooo! padahal Islam jelas Dien yang menyejukkan.

Saya jadi ingat dan akhirnya terus mentabahi apa yang belum lama ini juga menimpa saya (walau tentu tak seberat ustadz2 itulah), bahwa kematian anak pertama saya Zano adalah karena saya termasuk yang "ngeyel" tidak mengikuti adat (tidak mengadakan 4 bulanan dan 7 bulanan ... Hmmm...). Qadarullah Zano berpulang sungguh karena Allah Sangat Kuasa membuat Takdir demikian!.

Saat hamil saya pernah ditanya "pakai bawaan/jagaan apa?" (gunting, bangle, dst...) saya pernah menjawab "Cukup Allah yang jaga saya (dan bayi ini tentunya)", Qadarullah Wa Ma Sya'a Fa'ala, inilah salah satu untaian kalimat penguat saya "Allah menakdirkan segala sesuatu, dan Dia berbuat apa yang Ia kehendaki" saat Zano meninggal pas lahir. Guess what? jadilah saya bulan - bulanan mereka yang berkeyakinan kuat bahwa penyebab Zano meninggal adalah karena saya "tidak taat" pada adat kebiasaan yang ada yang padahal juga Rasulullah tidak pernah sama sekali melaksanakannya dan tidak ditemukan pula dalam ayat manapun bahwa bila tidak melaksanakan 4 bulanan atau 7 bulanan maka akan masuk neraka dan sejenisnya bahkan menjadi sebab seorang bayi meninggal!.

Saya tidak melaksanakan 4 bulanan dan 7 bulanan karena Rasulullah memang tidak ada panduan demikian, terlebih saya mengalokasikan dana untuk biaya Aqiqah nanti yang bagi saya itu Wajib saya tunaikan sebagai orang tua karena saya dan suami tahu hukumnya juga karena Allah beri rezeki yang cukup sehingga Aqiqah bagi saya dan suami menjadi Wajib dilaksanakan!, karena tak mungkin banget bila saya tidak melaksanakan 4 atau 7 bulanan lantas di akhirat nanti Allah tanya "kenapa kamu tidak melaksanakannya?". Bila ada yang bilang "ya kan kalo ada duit baru deh bisa aqiqah", lah terus kenapa sudah tahu duit ngepas malah dipakai yang Bukan ajaran Rasulullah? sedangkan Aqiqah yang jelas perkataan dan perbuatan Rasulullah bisa kalah pamor di "ntar - ntarin" dengan dalih "doku-nya belum ada/belum cukup", Plis..., jangan bilang buat aqiqah susah tapi buat 4 bulanan dan 7 bulanan duit diada - adain sedang waktunya aqiqah malah kendor usahanya. Ini bukanlah celaan bagi mereka yang masih ingin / tetap menjalankannya loh yaaaa..., silahkan bagi yang masih melaksanakannya karena setiap orang punya paham yang mereka anut, dan panutan saya dalam hal ini jelas Rasulullah, terlebih saya belum mendapati ayat Allah yang bila tidak melaksanakan ritual tersebut saat hamil maka sudah pasti dosa dan mendapat bala' sehingga saya harus jungkir balik ngadain walau uang yang dipunya nge-pres alias jadi pinjam sana sini hanya untuk perkara kebiasaan / adat sedangkan yang Rasulullah ajarkan malah di nomor sekiankan!. Ini juga bukan memaksa mereka untuk aqiqah bila memang benar - benar belum mampu melaksanakannya, tetapi yang saya dapati di masyarakat adalah masih banyak yang istilahnya punya dana mepet banget tapi maksa buat acara 4 atau 7 bulanan tapi untuk Aqiqah kurang diperdulikan meski itu sunnah Rasulullah, kan daripada jumpalitan bingung menyediakan dana untuk acara yang sudah pasti tidak ada dalil dan sanksinya tentu idealnya dana di alokasikan untuk hal yang perlu atau wajib misalnya persiapan persalinan dst... termasuk ditambahkan untuk kegiatan Aqiqah yang terbukti Rasulullah lakukan. Bila banyak dana tentu tak soal menggelar semua acara (bila masih ingin tetap melaksanakan semua), tapi kalau yang punya dana pres macam saya ini maka belum tentu semua bisa dipenuhi to?

Menulis ini tak ada niatan sama sekali turut andil memperkeruh dengan memaki apalagi kita adalah sesama muslim/mah yang berikrar Tuhan hanya satu yakni Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, bilapun kita harus beda janganlah akhirnya membabat "konten" lurus yang jelas dan terang Allah Firmankan dan Rasulullah sabdakan, itu aja kok. Bila belum bisa menerima ajaran utuh agama Allah itu adalah urusan anda dengan Yang Maha Benar, tetapi gak bener juga membenci mereka yang mencoba nyunnah. Bila belum bisa menjalankan Sunnah at least  tidak mencibir mereka yang mencoba kaffah.

Saya? bukan dan belum sempurna sebagai seorang muslimah, saya pun masih banyak cacat disana - sini dalam hal apapun utamanya urusan ibadah pada agama Allah karena saya juga masih banyak luput belum menjalankan ibadah kepada Allah secara utuh, tetapi pantang bagi saya untuk berlaku nyinyir terhadap saudara seiman yang menjalankan agama Allah di Jalan yang sudah Pasti Benar!

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Moga Allah ampuni saya dan anda (siapapun) bila ada kesalahan di celah yang manapun, Aamiin Yaa Ghaffaar :-)

Maacih sudah mampir dan membaca yah :-)

Sumber Gambar : @putmeilani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…