Langsung ke konten utama

Ramadhan 2017 : Alhamdulillah masih Allah lapangkan dan sebagai Bumil :-)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah seneeeeennnggg bingiitttssss hingga detik ini menulis Allah masih perkenankan ni'mat luar biasa terjadi dalam kehidupan saya, mudah - mudahan anda juga yah, Aamiin Yaa Mujiib...
Insya Allah besok, 27 Mei umat Islam mulai shaum, Alhamdulillah dan moga - moga saja Ramadhan kali ini Allah masih cukupkan usia kita untuk menggenapi 1 bulan Ramadhan hanya dengan yang baik - baik, Aamiin Yaa Mujabassailin😇

Bagaimana persiapannya kawans semua? mungkin sudah mulai nyetok makanan atau minuman, bisa daging ayam, sayur - mayur, dan ahhaaa... syrup hehehe... Kalo saya en fam? saya terbiasa tidak mengkhususkan makanan untuk sahur atau berbuka, yaaaa walaupun tetep juga mikir en nyari - nyari makanan supaya enak makan pas sahur dan penghilang keinginan saat berbuka hhmmmm... (tetapi tentu berpuasa karena Allah punya substansi peningkatan Iman dan bukan pelepas keinginan saat berbuka atau saat Idul Fitri tiba). Keluarga saya juga begitu, tidak mengkhususkan makanan apa yang paling enak saat santap sahur atau berbuka, tetapi tetap menyediakan yang nyaman untuk perut terutammaaaa saat sahur, sumpah loh... hingga usia saya lebih dari seperempat abad ini godaan terberat saaat ramadhan adalah saat sahur! waktu bangun melek dan mamamnya itu loooo... benar - benar harus pakai mantera Paksakan Dirimu :-D, kalau bukan karena Allah dan Rasulullah tentu kita semua sepakat malas ria untuk menunaikannya :-), Alhamdulillah Allah selalu memberi jalan bagi siapapun yang bertekad melaksanakan perintah-Nya dan bersabar untuk tidak melakukan larangan-Nya :-).

Sudah sunatullah, ada senang ada duka, ada tawa dan ada sebaliknya. Pun saya Ramadhan ini, senangnya buaaayyaaakk banget, tapi tersemat air mata juga karena Ramadhan kali ini saya melegowokan hati menerima fakta bahwa gambaran indah tahun lalu untuk Ramadhan tahun ini dan Idul Fitri tidaklah terwujud. Momen berpuasa dan Idul Fitri masih seperti tahun lalu, dengan keluarga besar, dengan suami, tapi tidak bersama dengan Zano, anak pertama kami yang Allah sudah tempatkan dalam Rahmat-Nya (Aamiin Yaa Rahmaan). Qadarullah, tetapi ini masih menjadi beraaatt bagi saya melepas Zano, suami sepertinya juga begitu tetapi dia selalu lebih tenang dan menenangkan saya "Ini ujian buat kita bu...," #edisimewek

Well, itulah kita (saya utamanya), dikasih ni'mat Allah yang sudah buanyak buanget tetapi tetep saja pinter dalam mengingat perkara yang cuman 1 atau 2 hal yang belum Allah kabulkan..., tanpa melihat utuh keadilan Allah itu sempurna dan banyak cacat dalam diri ini yang "tidak bisa melihat" keadilan Allah saking banyaknya dosa yang kita perbuat atau juga "logika" kita yang dangkal. Alhamdulillah Ramadhan kali ini Allah beri kami amanah kembali karena saat ini saya sedang hamil masuk bulan ke-4, Allah sungguh Maha Baik, bersyukur banyak - banyaklah kita bila saat ini Allah masih mau dekatkan kita dengan keluarga, anak - anak, dan suami yang supppperrrr lembut dan pengertian (Alhamdulillah gak kebayang bila Allah tidak menjodohkan saya dengan suami saya yang sabar dan penyayang dll #eeeaaaaa moga2 si ayah gak baca biar gak GR wkwkwkwk...), ada waktunya Allah merubah sebaliknya, entah dalam bentuk teguran, ujian, cobaan, musibah, dan bentuk lainnya yang Allah kehendaki.

Sabtu kemarin saat tanya dokter Alhamdulilllah menenangkan...
"Puasa itu harus" (untuk bumil yang sanggup), kalau dirasa tak kuat cenderung sakit ya buka saja"
"Tapi kalo saya tahan - tahanin tetep puasa gak pa2 juga kan dok?"
Pak Dokter tersenyum sambil berkata "Allah kan Maha Tahu bu, Allah juga tidak memberatkan..."
Saya pengennya Ramadhan kali ini full shaum-nya seperti tahun lalu saat hamil-nya Zano, walaupun pernah diselingi muntah saat pagi, Alhamdulillah sampai sore Allah tetap beri kuat pada saya dan Zano juga tak pa2 saat itu, pun selama sebulan Zano juga sehat plus berat badannya dalam kandungan juga naik sesuai usia kehamilan saya kala itu. Walau saat itu berat badan saya turun tetapi tidak ada apa - apa dengan dede' Zano (Zano memang tidak menyusahkan bahkan saat lahir Allah bantu saya dengan Zano kooperatif keluar meski akhirnya Zano harus berpulang)

Kali ini? Saya berharap tidak begitu lapar, bukan lapar karena puasa loh ya tapi laparnya orang hamil!. Sejak saya tau laparnya orang hamil tuh bedddaaaaaa bangets sama laparnya berpuasa, maka saya baru mensyukuri bahwa sungguh mereka yang lapar karena puasa jauuuhhh lebiiihhh baik dan nyaman dibanding laparnya sebagai seorang bumil yang dia bisa makan apapun!. Laparnya orang berpuasa itu akan hilang bila sudah menyantap makanan atau minuman, sedangkan tidak bagi bumil yang lapar karena dia sedang hamil! orang yang hamil (ini pengalaman saya yang sudah 2x hamil) dan lapar padahal dia tidak sedang berpuasa sungguh laparnya tuh sampai sakiiiitttt bangets (lebay), maksudnya laparnya bisa sampai segitunya..., tappiii kalau dimakanin yang masuk cuman secuprit makanannya alias sedikit dan masih lapar, bila tetap diteruskan maka selain masih ada rasa lapar sedikit juga ada rasa lain yang ada, eneg alias mual yang bila masih diteruskan lagi mamamnya (karena masih lapar) bisa saja dia muntah. Nah kan bingung?

Lapar Puasa : Diberi makan dan minum = Puas / Kenyang
Laparnya bumil : Diberi makan atau minum = kalau sedikit masih lapar, kalau agak banyakan tetap ada rasa lapar (tidak kenyang) plus ada mualnya, kalau ditambah lagi bisa muntah...

Alhamdulillah, bersyukuuuur banget bagi anda yang tidak merasakan laparnya bumil, Allah itu benar - benar Hebat, bisa ya bikin lapar yang biasa sama laparnya orang hamil? #AllahMahaBisa. Itulah yang saat ini saya khawatirkan, itu yang saat ini saya sedang mohonkan kepada Allah supaya tidak memberi saya laparnya orang hamil bukan karena lapar atau puasa ramadhan-nya, bilapun itu terjadi (karena emang lagi hami kan?) maka moga Allah beri saya kuat menahan rasa lapar yang sering tiba - tiba saja menyerang sebegitunya dan gak perduli waktu, karena 2x hamil, lapar saat hamil yang saya rasakan sungguh tak nyaman #menyiksa dan bisa gak kenal waktu, serta mualnya itu bisa sepanjang hari bahkan sampai malam (dan dulu sudah hamil masuk trimester ketiga-pun masih kadang terjadi), muntah pagi hari pernah, sore pernah, mau magriban pernah, mau isyaan pernah, dan hampir jam sepuluh malam pun pernah muntah yang awalnya masih lapar lalu saya makanin terus dan beberapa jam kemudian muntah deh... (Ya saya pun tahu dan memang saran dokter makannya suruh sedikit2, lah tapi kalo dijeda'in alias sedikit - sedikit maka rasa lapar masih aja gak ilang2).

Alhamdulillah meski begitu saya syukuri, kenapa? Allah tidak memberi rasa ini kepada semua wanita!, diluar sana ada yang sama sekali tidak merasakan seperti yang saya alami karena memang tidak bisa hamil!, sedangkan saya diberi kondisi seperti ini kan bukan karena saya sakit tetapi sebaliknya karena Allah sedang memberi rezeki dalam wujud manusia sempurna dan sehat, dan Alhamdulillah juga saya masih dikategorikan sehat dan "hamil kebo", yang gak lemah dan ngga' sakit, karena ada yang saat hamil sampai harus ke rumah sakit karena muntah terus - terusan dan makanan yang masuk keluar lagi. Alhamdulillah saya jarang muntah karena yang sudah pasti absen itu rasa mual qiqiqiqi.., serta makanan masih mau masuk yang penting tidak berlebihan.

Orang - orang di sekeliling saya bilang katanya saya itu biasa aja saat hamil, ya kalau yang saya rasa sih ya gak biasa - biasa juga tapi ya gak parah - parah banget keluhannya, tetapi saya lebih memilih tidak publish dan mencoba belajar tidak menggerutu semua keluhan yang saya rasa (karena memang begitulah salah satu gak nyamannya bumil). Kalau lagi tak enak dan laparnya gak ketulungan paling saya keluar ruangan lalu ke gudang atau tempat sholat untuk rebahan (saat di kantor, tentu melihat kondisi saat itu bila sedang tidak terlalu sibuk atau pekerjaan masih bisa ditunda for a while), kalau di rumah ya langsung ke kamar buat tidur - tiduran (dan bisa tidur beneran hehehe...), atau kalo lagi puncak - puncaknya mual (terkadang juga karena sendawa yang keluar beraroma minyak ikan karena mengkonsumsi vitamin yang mengadung itu seperti Folamil Genio atau Prolacta) saya coba bolak - balik jalan, duduk, menidurkan kepala di meja, dan aktivitas lainnya pengalih rasa mual.

Alhamdulillah semua itu dulu terlewati meski saya akui saya kendor di sholat malam (kendor bangets), kini saya bertekad mengulang kesuksesan shaum-nya full seperti dulu dengan timbangan amal yang saya harapakan lebih baik daripada tahun lalu, anda pasti juga kan?

Kesimpulannya apa yaa...?, Selalu ada celah untuk memalingkan kita dari ibadah kepada Allah (apapun itu bentuknya) tetapi selalu ada jalan juga bagi yang tetap mau beribadah pada-Nya. bagi sebagian bumil berpuasa saat Ramadhan menjadi dilema, kalau puasa gimana ya si dedek nanti tapi kalau tidak puasa gimana juga, masa' memilih khawatiran yang kita ada2kan dibanding taat pada-Nya?. Dulu saya juga begitu, di hari pertama saya puasa bahkan saya menangis saat Zuhur karena takutnya si debay kenapa - kenapa karena saat Zuhur di hari di luar Ramadhan biasanya sudah makan beberapa kali (pagi sebelum berangkat ngantor, sekitar jam 10 pagi #cemilan, dan makan siang), but... Allah Maha Tahu, Alhamdulillah debay sehat2 aja tuh!, tentu diimbangi dengan makan2an yang baik dan cukup serta memang kondisi memungkinkan. Kalau sekarang ketakutan saya bukan itu, Insya Allah Yang Maha Hidup memberi sehat pada janin saya, tetapi saya khawatir di poin lain yakni laparnya bumil yang "takutnya" kalau dipaksakan malah berakibat yang tidak - tidak, karena dulu saat hamil sudah masuk trimester ketiga sedangkan saat ini saya masih baru mau masuk trimester kedua sehingga masalah lapar yang gak ketulungan masih sering saya rasakan.

Namun, tekad saya untuk mengabaikan yang tidak perlu harus saya prioritaskan, itu hanya kekhawatiran saya karena toh bila Qadarullah hal buruk terjadi (jangan sampai) Allah selalu tidak membebani hamba-Nya kecuali memang dia sanggup!. jadi buat bumil yang mau puasa dan bila sudah ada statement dari bpk. dokter bisa atau dikategorikan mampu puasa ya harus dicoba ya moms. Ibu waras mana sih yang tega atau mau menyakiti anaknya? semua ibu atau orang tua pasti sayang terhadap anak - anaknya, tetapi Allah juga lebih sayang loh dengan debay kita lebih dari diri kita sendiri :-), jangan hanya karena kekhawatiran tanpa adanya bukti otentik kita "tidak mampu" lantas mengurungkan shaum-nya tanpa dicoba, bisa jadi disitulah celah syaithan menggoda supaya iman kita turun!.

Baiklah, untuk semua kawan selamat menunaikan ibadah - ibadah di bulan Ramadhan yah, moga Allah terus memberi hidayah kepada kita semua dan menjadikan kita seutuhnya "pemenang" keluar dari bulan Ramadhan serta meneruskan kebaikan - kebaikan tersebut di bulan - bulan Allah yang lain, Aamiin Yaa Mujabassailin :-)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Sumber Gambar : http://www.muhammadiyah.or.id/muhfile/image/berita/00065.jpeg

😒😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…