Jumat, Agustus 18, 2017

Hunting RS via BPJS - Pilih dan Pindah Faskes Pertama

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillah masih Allah beri diri ini usia nan lengkap dengan penunjang kemudahannya. Kali ini mau berbagi soal pernak - pernik BPJS Kesehatan yang buat sebagian warga NKRI tuh sesuatu bangetsss coz salah satu alat bantu saat sakit dan easy to use tapi bagi sebagian lain manfaat dengan adegan sekelumit yang cukup rumit alias ribet dkk. 

Saya sendiri Alhamdulillah jarang menggunakan BPJS, berraarrrtttii Alhamdulillah Allah kasih saya rezeki yang namanya sehhhaaattt dibanding meringkuk sakit, duuuhh nggak enak bingits kalo Allah cabut sebentaaarrr aja ni'mat sehatnya itu, seolah - olah 1 hari aja berasa laammmaaa bangetss hiks..., tetapi dalam 2 tahun terakhir ini juga gak sedikit wara - wiri ke rumah sakit, Alhamdulillah karena Allah ijinkan saya hamil.

Pada kehamilan pertama, saya masih belum menggunakan kartu BPJS karena saya memilih menggunakan kartu Mandiri In Health, asuransi pendamping yang diberikan oleh instansi tempat suami bekerja. Kala itu saya memeriksakan kehamilan di RS Hermina Daan Mogot, walau akhirnya di ujung cerita #persalinan, saya memilih ke bidan dengan alasan lebih hemat dan berasa "rumah" aja (karena juga dekat dengan rumah) terlebih selama kehamilan debay tidak ada indikasi sakit apapun, ya meski takdir Allah ijinkan lain :-(. Bidan yang saya pilih kala itu pun bukan bidan rekanan BPJS, karena saya pernah ke bidan rekanan BPJS ternyata bu bidannya pergi2an (saat itu padahal saya sedang genting karena sempat pendarahan di usia kandungan 7 bulanan).

Well, 4 bulan pasca nifas persalinan anak pertama, Alhamdulillah Allah beri kami pelipur lara selepas kepergian Zano, yakni saya hamil kembali, dan pada kehamilan kedua kali ini saya sudah memantapkan diri untuk periksa kehamilan dan melahirkan nanti di Rumah Sakit. Setelah ngubek - ngubek memilih RS yang pas di kantong en di hati :-D akhirnya pilihan saya jatuh pada RSIA Budi Kemuliaan. Bagaimana dengan misua? Alhamdulillah dari awal kehamilan anak pertama-pun suami gak pernah bawel mau dimana persalinannya (ya memang selama ini sayalah yang cerewet mau disini atau disitu), misua sih manut2 ajah, katanya sih "terserah se-enaknya kamu aja" Alhamdulillah.

Mulai periksa pertama hingga bulan ke-6 saya memeriksakan kandungan di RSIA Budi Kemuliaan. Nah memasuki bulan ke-7 bimbang lagi deh mau bersalin dimana... #sayatuhemangplinplanyahorangnya :-D. Sebenernya pula, dari awal juga bimbang..., pengennya pakai BPJS tapi bila pakai BPJS maka Faskes pertama selalu deh menyarankan saya ke bidan rekanan BPJS, gak bisa langsung ke RS karena kondisi saat itu bukan darurat dan masih bisa ditangani oleh Faskes Pertama. Sudah tau pula sih soal aturan itu karena dulu saat kehamilan pertama juga begitu yang akhirnya saya memilih pakai asuransi pendamping (swasta) karena bisa sesukanya pilih RS. 

Kini, dengan pengalaman sebelumnya terlebih baby Zano gak ada saat saya lahirkan menjadikan saya lebih aware lagi dalam memilih penolong persalinan. Wajar, saat ini pilihan saya kudu lahiran di RS karena saya punya riwayat medis yang kurang baik sebelumnya. Pengennya tetep menggunakan BPJS karena mampu berhemat tapiii maunya langsung ditangani RS, sedangkan kalau ke Klinik (karena Faskes pertama saya adalah klinik) yang selama ini saya temui gak mungkin lah langsung ke RS, tapi seperti info saya sebelumnya pasti akan diarahkan ke Bidan. Tapi apa iya? Apa iya semua klinik menyarankan rujuk ke bidan? (bidan rekanan bpjs bagi klinik yang tidak punya fasilitas bersalin), masa' iya sih nggak ada suatu Klinik yang tidak punya fasilitas klinik bersalin dan tidak atau belum punya bidan dan tidak pula bekerjasama dengan bidan rekanan bpjs sehingga rujukannya adalah langsung ke RS terdekat?

Hehehe... pengguna BPJS kudu paham, bijak menggunakan, dan kritis. Iya kritis..., supaya kita bisa maksimal sehat untuk diri sendiri dan orang - orang terdekat kita, syukur2 bisa jadi inspirasi buat sehat bagi orang banyak, Aamiin... Akhirnya saya coba cek klinik yang masih daerah kekuasaan (deket rumah maksudnya) untuk tanya dan yang bisa surpey saya datangi sekedar menanyakan :

"kalo saya periksa kandungan/kehamilan di klinik menggunakan bpjs dikemanain ya mbak? / dirujuk kemana?"

Kalo jawabannya "o ke Bidan A, Bidan B, Bidan C, dst"
"O Baiklah, makasih ya..." begitulah jawaban saya sambil tersenyum manis sekali dan langsung ngeloyor pergi..., lanjut ke pencarian klinik berikutnya.

Petualangan saya mencari Faskes "yang sesuai dengan hati" makin gencar manakala Faskes terakhir saya (sebelum yang saat ini) Polkes Lakesgilut Ditkesad (sodaraan sama RSPAD Gatot Subroto) hari Sabtu dan Minggu tutup! olala... sedangkan saya dan misua cenderung lebih longgar waktunya di akhir pekan itu, apalagi jarak rumah ke Polkes kan gak deket - deket juga, kudu pindah ke laen faskes nich. Andil salah saya juga sih waktu disuruh pilih mau ganti faskes, apa langsung ikut punya suami? saya dengan PD ikut punya misua saja dengan pertimbangan mungkin Faskes suami lebih fleksibel untuk rujukan, padahal saat saya gugling ternyata enggak juga huhuhuhu..... Dulu saya pikir bila lakesgilut tidak bisa menangani pasien faskes pertama, maka akan langsung dirujuk ke RSPAD (kirain saya....) ternyata ada pengalaman warga net yang bila di lakesgilut tidak dapat menangani, maka akan di rujuk ke RS Ridwan Meureksa, Jakarta Timur (eeehhh bujuuuggggg jauuuhhhh benong dari rumah saiyah pemirsah yang berbahagiaahh... gak sekalian aja ke bogor wkwkwkwk... ya kan di JakBar sebenernya juga ada hehehe, saya saja yang salah pilih faskes) barulah apabila di RS Ridwan Meureksa tersebut tidak bisa menangani maka akan dirujuk ke RSPAD... hhhmmm...

Dan saat saya tiba di depan Polkes Lakesgilut Ditkesad (deuh... namanya aja udah satu paragraf sendiri...) pada hari sabtu, 12 Agustus 2017 dan Polkes yang terpampang di depan mata tutup, makin bunder bulet deh keinginan saya untuk ganti Faskes!. Yap! memang harus jungkir balik usaha juga siy bila ingin pakai BPJS tapi masih ingin disesuaikan dengan inginnya hati. Gak pa2 deh ya demi kebaikan anak en fam :-D

Setelah itu saya cari - cari klinik yang kira - kira nih memungkinkan saya untuk periksa dan bersalin di RS dengan BPJS. Ada yang saya datangi dan kebanyakan by phone saya cek, sekedar memastikan ada gak sih yang rujukannya langsung ke RS sebelum akhirnya kartu KIS saya dan suami, dirubah faskesnya. Yang saya temui daerah cengkareng untuk faskes pertama, akan merujuk ke bidan rekanan BPJS bila ingin memeriksakan kandungan (bahkan suami sempat berseloroh "jangan2 di Cengkareng en sekitar semua bidan rujukannya ke Bidan X semua lagi... hehehehe). Hhhmmm... cobalah saya cari klinik diluar cengkareng tapi masih area Jakarta Barat.

Alhamdulillah nemuuuuu, di Klinik Semanan (24 Jam) daerah Kalideres. Untuk periksa kandungan bisa di klinik tersebut atau di rujuk ke RS, dan persalinan sudah pasti di RS karena dia tidak memiliki fasilitas bersalin dan tidak pula (belum untuk saat ini) bekerjasama dengan bidan rekanan (mandiri) BPJS.
Sedikit kecewa karena hanya 9 RS saja yang ada dalam daftar rujukan klinik tersebut, dan Budi Kemuliaan tidak ada di dalamnya (hahaha... masih aja ya saya kurang bersyukur-nya #Plok #dasarmanusia!). Tapi hepi loh karena ada RS Hermina Daan Mogot di dalam daftar RS rujukan tersebut. Kalau ada RSIA Budi Kemuliaan maka tinggal melanjutkan saja karena bulan pertama sampai ke -6 kan memang sudah rutin disana, tapi bila mantap di RS Hermina Daan Mogot, tentu ada proses ulang dari awal dan memang kurang baik juga coz rekam medis saya jadi gak runut.

Kenapa RSIA Budi Kemuliaan gak masuk dalam daftar rujukan? padahal Budi Kemuliaan jelas menerima pasien BPJS loh... Setelah coba saya gugling (ini kalo gak salah) Budi Kemuliaan berlokasi di Jakarta Pusat, sedangkan faskes saya di Jakarta Barat, maka jelas sudah kenapa Klinik Semanan hanya memiliki 9 RS rujukan yang semuanya di Jakarta Barat (ini kalo gak salah loh yaaa, kalo salah? ya mohon diluruskna gan :-D). But Alhamdulillah 'ala kulli hal... at least punya pilihan nih karena sebelumnya pernah periksa di Hermina Daan Mogot dan nyaman periksa di sana dengan pelayanannya plus kalo akhirnya hati ini memilih Hermina Daan Mogot maka lebih deket-lah dari rumah. Kenapa gak dari awal aja sih di Hermina? lah kan nemu faskes yang langsung bisa nge-rujuk saya ke RS baru sekarang... (dulu belum ngerti maksudnya, masih polos-lah pakai bpjs wkwkwkw... jadi belom kepikir seperti itu cara baiknya), bisa sih pakai In Health, tapi karena masih ada bayangan Zano pernah periksa disitu (Hermina) akhirnya cari yang lain, terlebih dari segi harga memang RS Budi Kemuliaan masih lebih terjangkau dibanding Hermina Daan Mogot, jadi seandainya mau pakai In Health di Budi Kemuliaan, maka nambahnya lebih ringan dibanding pakai In Health di Hermina.

Kini BPJS saya sudah ganti faskesnya menjadi Klinik Semanan. Kamis 16 Agustus 2017 survey lokasi, tanya ini itu, lalu malam-nya ganti faskes via aplikasi JKN Mobile, cuuuss langsung deh di kartu sudah ganti (secara elektronik yah, alias e-ID.nya). Menggunakannya? hohoho tetep belum... kini ragu masih melanda ... Pakai BPJS bisa tapi RS.nya bukan lagi di Budi Kemuliaan tapi di Hermina yang justru dekat rumah namun rekam medis kudu dari awal atau tetap di Budi Kemuliaan dengan Mandiri In Health yang kudu siap2 dana lebih karena Mandiri In Health untuk persalinan menggunakan sistem Reimbursement sehingga jelas sudah bila menggunakan itung2annya prinsip ekonomi pakai BPJS tentu bisa menjadi jalan hemat...#halah... saya itu emang mudi-an orang-nya dan gampang goyah... :-D, namun semua saya serahkan pada Allah bila ikhtiar yang saya dan suami sudah maksimalkan, Allah tentu punya kalkulasi-Nya sendiri :-)

Akhirnya..., inilah konklusi yang bisa saya bagi kali ini :

  1. Pastikan sobat semua "ngeh" banget klinik yang akan dituju sebagai Faskes Pertama. "ngeh" yang saya maksud adalah gak hanya lokasinya dimana, patokannya apa, deket pasar apa enggak, deket tukang mie ayam apa enggak, atau titik koordinat en kiblat.nya ke arah mana, tetapi fasilitas atau segala polah tindakan di Faskes Pertama tersebut apa saja?, sehingga bila sampai dapat rujukan karena sakit suatu hal yang di faskes pertama tidak bisa tertangani, para bundsay, enyak, babe punya angan2 selanjutnya. Ih kok sakit aja pakai di angan - anganin sih? bukan begitu maksud saya. Kalo pengennya sih begitu berobat di Faskes pertama itu kelar gak pakai kemana - mana lagi, malah kalau bisa gak mampir sakit, bener gak? tapi ingat, Sunatullah.... kadang kita sehat kadang sebaliknya. Maksud saya pentingnya kita paham faskes tujuannya adalah agar kita punya pilihan yang moga bisa pas sesuai inginnya kita. Boleh dong milih..., contohnya kaya' apa sih? Contohnya ya kasus saya diatas (dalam hal ini soal obgyn yah), bila sebelumnya ada riwayat obstetri kurang baik maka lumrah bila kita memilih RS dengan dr. Spog dan fasilitasnya agar riwayat obstetri yang kurang baik dulu gak berulang. Tapi bidan kan juga bisa mengeluarkan rujukan bila memang kita tidak tertangani? Iya bisa, tetapi saat kondisi kita ke bidan kan saat kondisi masih baik dan dianggap cukup bisa ditangani dulu oleh bidan, jadi bisa saja bidan belum langsung memberi surat rujukan kala itu (walaupun saya belum mencobanya, tapi silahkan bila ada sobat yang ingin mencoba karena mungkin saja bisa). Laen cerita bila kondisinya sudah gawat en darurat, malah itu juga bisa ke RS langsung!
  2. Gimana cara kita cek dan survey faskes yang ingin kita pilih? Silahkan ke web bpjs berikut : Faskes BPJS Kesehatan lalu pilih Faskes tingkat pertama.nya yakni Klinik Pratama, Dokter Praktek / Perorangan, Dokter Gigi, dan Puskesmas. Lalu pilih Provinsi daerah masing - masing sobat (yang paling dekat dulu dengan rumah sobat). Bila sudah keluar hasilnya, silahkan telpon dulu (bila ada no. telponnya yah, kalo gak ada? ya satronin aja lokasinya! biar tau kondisi sesungguhnya tuh Faskes). Selanjutnya silahkan tanya2 yang ingin sobat tanyakan, mungkin soal fasilitasnya apakah ada dokter gigi-nya, bila tidak ada dilanjutkan kemana? / rujuk kemana?, dst Saran saya sih tidak memilih puskesmas, karena puskesmas daerah saya itu ruameee bingits, bercampur antara yang berbayar dan yang free. Jadi bila sobat ingin yang tidak terlalu bejubel - jubel, pilihannya bisa ke klinik pratama atau dokter praktek (tidak semua puskesmas begitu, itu sepengetahuan saya saja, karena mungkin puskesmas daerah agan2 tidak sebegitu hiruk - pikuknya dengan daerah saya)
  3. Perubahan faskes bisa dilakukan setelah 3 bulan dari faskes pertama. Jadi misalnya para kawan hari ini sudah merubah kartunya ke Faskes "Klinik A", lantas di Klinik A ternyata gak ada fasilitas berenangnya (halah ngaco :-D) lalu ingin pindah ke Faskes yang lain misalnya Klinik B, maka baru bisa 3 bulan dari sekarang gantinya, gak bisa tiap hari ganti faskes. Oiya untuk rubah faskes bisa langsung lewat mobile loh, lewat aplikasi JKN Mobile yang bisa sobat unduh di Play Store (bila agan pengguna Android)
  4. Efek samping dari berburu faskes (karena nya nanya ta'iye) adalah saya jadi tau bahwa tidak semua klinik pasti punya bidan rekanan bpjs dan gak semua klinik pula stand by bidan-nya. Jadi nih ya, Klinik faskes pertama BPJS yang sudah saya sambangi ataupun saya hubungi by phone, untuk periksa kandungan bagi bumil dan persalinan ada yang gak punya poli obgyn (memang hanya klinik umum) dan akhirnya merujuk pasien bpjs tersebut ke bidan rekanan yang kita kudu ke tempat praktek tuh bidan (ada yang deket ada pula yang tempatnya lumayan, beda kelurahan), lalu ada juga Klinik umum yang gak ada poli obgyn tapi saat mau periksa kandungan kita tetap datang ke klinik tersebut dengan syarat sudah janjian sama bidannya, sehingga kita gak perlu lagi kucluk - kucluk dateng ke tempat praktek bidan tapi cukup ke Klinik tersebut dan bidannya akan datang, sesuai appoinment-lah atau klinik tersebut menginformasikan jadwal bidan bisa datang ke klinik. Dan terakhir yang seperti Klinik Semanan itu tadi, Klinik umum, tidak ada fasilitas atau poli obgyn, tidak atau belum bekerjasama dengan bidan rekanan bpjs, sehingga untuk memeriksakan kandungan dan persalinan, pasien akan dirujuk ke RS terdekat atau sesuai dengan daftar RS rujukan klinik tersebut. Sejauh ini, itulah macem2 klinik pratama yang saya temui. So, be wise dalam memilih klinik sehingga manfaat-nya kerasa, mana prioritas, mana yang bisa kita andalkan karena just info juga ada Klinik yang untuk pasien BPJS hanya melayani hari Senin s.d Jum'at saja, sedangkan Sabtu dan Minggu tidak bisa melayani pasien BPJS, nah kan... (padahal dulu - dulunya bisa). Laen cerita tentunya bila kita mau bayar sendiri tanpa pakai BPJS, itu sih bebas bok! :-D. Kita pun perlu paham bahwa asuransi biasa saja yang premi.nya gede ada SK.nya, pun dengan BPJS. Maklum dan cermat perlu kita terus sematkan :-)
  5. Hhhmmm... apalagi yah... Eh jangan lupa membayar tagihan sebelum tanggal 10 tiap bulannya :-)
Baiklah, sementara itu dulu pengalaman sedikit mengenai Faskes BPJS Kesehatan yang bisa saya sampaikan. Bila ada tambahan info atau perubahan kedepannya, Insya Allah saya kabarkan dilain waktu dalam gelombang yang sama namun belum tentu dalam tempo yang sesingkat - singkatnya :-D

Terimakasih sudah meluangkan waktu entah sengaja atau sebaliknya berkunjung ke blog saya :-)

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...