Rabu, November 01, 2017

Persiapan Persalinan - Memantapkan Pilihan

Alhamdulillah, minggu ini usia kehamilan saya masuk 37 Minggu. Bilangan yang bisa dikatakan "cukup" dalam dunia medis bagi bayi dalam rahim seorang ibu lahir ke dunia, tapi tentu Allah punya "bilangan" tersendiri kapan seseorang lahir ke dunia bukan?. Sejak hamil anak kedua, bayang - bayang kejadian persalinan dimana Allah memberi takdir anak pertama saya harus "berpulang" terus saja terbayang, minimal saya paham bahwa untuk persalinan anak kedua nanti akan ada momen atau istilahnya itu ya bakalan ada rentetan (halah bahasanya...) usaha yang punya korelasi agar kejadian persalinan yang lalu tidak berulang. Nah rentetan usaha itulah yang pasti ada deg - deg - an.nya karena dengan riwayat demikian wajarlah bila saya dalam pantauan lebih ketat dibanding bumil lain yang punya riwayat "baik" dan normal saat persalinan sebelumnya.

Yoi, benar saja..., sejak masuk usia kandungan ke 8 bulan, dr. Spog yang menangani saya sudah memberi announcement bahwa nantinya masuk usia ke - 37 saya akan "ditandai" alias lebih dipantau ketat karena riwayat saya melahirkan sebelumnya dengan kondisi janin meninggal memang di cap buruk dalam dunia obstetri. Saya berupaya hepi kala itu, walau munafik jugalah ya saya woles tanpa ketar - ketir.... Melahirkan 28 September 2016 lalu, lantas Maret 2017 saya dinyatakan hamil kembali tentu masih kerasa banget feel sebelumnya melahirkan dengan baby yang sudah gak ada... (oiya kisah sebelumnya saya tulis disini "Allah Sayang kami :-)")

Alhamdulillah sejak awal pemeriksaan kehamilan di RS. Budi Kemuliaan hingga minggu lalu, 25 Oktober dede' sehat dan ok segalanya, termasuk cadangan air ketuban yang cukup. Tetapi lagi - lagi Pak dokter memberi statement yang membuat PD meter saya untuk melahirkan secara normal turun. Benar segala kondisi Ok, baik saya maupun debay-nya (saya pun sudah test darah dll dan Alhamdulillah segalanya baik tidak ada indikasi sakit tertentu dsb...) tetapi dokter masih sangat mempertimbangkan riwayat obstetri saya tahun lalu, Persalinan dengan bayi meninggal. Hhhmmm... setelah keluar ruangan dokter saya diam, pun dalam perjalanan pulang yang biasanya saya cicit cuit berceloteh dengan misua tak saya lakukan. Minggu depan periksa selanjutnya bisa dikatakan akan ada keputusan penting, akankah saya tetap memilih normal atau sesar karena usian janin sudah masuk hitungan cukup untuk lahir. Suami mengetahui saya drop a.k.a sedih dan sedang memikirkan soal opsi persalinan yang bagi saya sulit...

"Gak usah dipikirin bu..."

Sepanjang perjalanan pulang dari periksa saya sedih dan airmata keluar aja sendiri tanpa komando hiks hiks hiks... Dilema, saya ingin melahirkan normal tapi takut kejadian dulu berulang tapi untuk menjalani sesar kok ya mental ini gak bisa menerima (saat itu...)

Kini 01 Nopember 2017, seminggu sudah sejak periksa terakhir 25 Oktober. Alhamdulillah sudah lebih legowo, menerima keputusan apapun hari ini. Saya sangggaaat bersyukur Allah masih hadiahi saya keluarga yang perduli, perduli banget, dan teman dekat. Setelah ngobrol sana - sini dan akhirnya mama saya tau, tadinya gak mo ngasih tau karena mama saya itu kalau sudah mikir sesuatu bisa tensinya naik, jadi rencana awal saya gak akan kasih tau bila opsi saya dan suami memilih sesar, pas nanti sudah selesai operasi baru deh ngasih tau-nya..., tapi karena roman - romannya mama mencium sesuatu yang gak rebes dan daripada dia kepikiran yang lain2, akhirnya di sela - sela obrolan santai saya selipkan soal opsi persalinan yang akan saya hadapi nanti. Alhamdulillah mama menerima, taaapppiii ya namanya orang tua.... tetep aja ada mikirnya....

Sore nanti jadual saya kembali periksa, dan artinya hampir tiba keputusan final.nya. Oiya hari ini Rekam Jantung terhadap debay juga akan dilakukan, Speechless sih... dari awal hingga masuk usia minggu ke-37 segalanya ok dan baik - baik saja (kehamilan yang lalu saya masih keserang sakit demam di bulan ke-4 dan keputihan terus hingga mendekati persalinan tapi tidak dengan kehamilan kedua ini, Alhamdulillah lancar jaya) tapi opsi persalinan sesar tetap ada lantaran riwayat melahirkan saya dulu yang baby-nya meninggal saat lahir.

Saya pasrahkan kepada Yang Maha Hidup dan Pemberi Takdir Terbaik, Allah Ar-Rahman...,
Saya, suami, keluarga, dan tim medis kan sudah berupaya di alurnya masing - masing, tetapi semua selalu berbalik lagi..., Allah - lah Yang Maha Mengatur dan Menetapkan. Hingga detik ini saya menulis saya berharap mules mau melahirkan... hhhmmm jadi dapat pelajaran lain..., saya mensyukuri kelahiran normal saya yang dulu saya takuti tapi sekarang saya impikan justru saat Allah mengambil anak pertama saya..., tak terpikir lagi soal gimana solusinya hari ini. Toh bilapun saya dan semua yang andil disini seperti keluarga dan dokter sepakat menempuh persalinan dengan jalan sesar, Allah tetap Kuasa menjalankan Keinginan-Nya, itulah yang saat ini saya optimis sematkan terus dalam hati, bisa saja kan tinggal besok hari-H operasinya eh malam ini debay malah ngajakin keluar lewat jalan normal?...

Karena sungguh saya yakin hanya Kehendak dan Mau-Nya Allah saja yang pasti Terjadi, dan pasti Baik karena Allah Maha Baik :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imunisasi Guin : MR @RSBK

Bismillah, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah, Sabtu 04 Agustus 2018 lalu, Guin di usia 9 bulan (kurang bebera...