Langsung ke konten utama

Persiapan Persalinan - Memantapkan Pilihan

Alhamdulillah, minggu ini usia kehamilan saya masuk 37 Minggu. Bilangan yang bisa dikatakan "cukup" dalam dunia medis bagi bayi dalam rahim seorang ibu lahir ke dunia, tapi tentu Allah punya "bilangan" tersendiri kapan seseorang lahir ke dunia bukan?. Sejak hamil anak kedua, bayang - bayang kejadian persalinan dimana Allah memberi takdir anak pertama saya harus "berpulang" terus saja terbayang, minimal saya paham bahwa untuk persalinan anak kedua nanti akan ada momen atau istilahnya itu ya bakalan ada rentetan (halah bahasanya...) usaha yang punya korelasi agar kejadian persalinan yang lalu tidak berulang. Nah rentetan usaha itulah yang pasti ada deg - deg - an.nya karena dengan riwayat demikian wajarlah bila saya dalam pantauan lebih ketat dibanding bumil lain yang punya riwayat "baik" dan normal saat persalinan sebelumnya.

Yoi, benar saja..., sejak masuk usia kandungan ke 8 bulan, dr. Spog yang menangani saya sudah memberi announcement bahwa nantinya masuk usia ke - 37 saya akan "ditandai" alias lebih dipantau ketat karena riwayat saya melahirkan sebelumnya dengan kondisi janin meninggal memang di cap buruk dalam dunia obstetri. Saya berupaya hepi kala itu, walau munafik jugalah ya saya woles tanpa ketar - ketir.... Melahirkan 28 September 2016 lalu, lantas Maret 2017 saya dinyatakan hamil kembali tentu masih kerasa banget feel sebelumnya melahirkan dengan baby yang sudah gak ada... (oiya kisah sebelumnya saya tulis disini "Allah Sayang kami :-)")

Alhamdulillah sejak awal pemeriksaan kehamilan di RS. Budi Kemuliaan hingga minggu lalu, 25 Oktober dede' sehat dan ok segalanya, termasuk cadangan air ketuban yang cukup. Tetapi lagi - lagi Pak dokter memberi statement yang membuat PD meter saya untuk melahirkan secara normal turun. Benar segala kondisi Ok, baik saya maupun debay-nya (saya pun sudah test darah dll dan Alhamdulillah segalanya baik tidak ada indikasi sakit tertentu dsb...) tetapi dokter masih sangat mempertimbangkan riwayat obstetri saya tahun lalu, Persalinan dengan bayi meninggal. Hhhmmm... setelah keluar ruangan dokter saya diam, pun dalam perjalanan pulang yang biasanya saya cicit cuit berceloteh dengan misua tak saya lakukan. Minggu depan periksa selanjutnya bisa dikatakan akan ada keputusan penting, akankah saya tetap memilih normal atau sesar karena usian janin sudah masuk hitungan cukup untuk lahir. Suami mengetahui saya drop a.k.a sedih dan sedang memikirkan soal opsi persalinan yang bagi saya sulit...

"Gak usah dipikirin bu..."

Sepanjang perjalanan pulang dari periksa saya sedih dan airmata keluar aja sendiri tanpa komando hiks hiks hiks... Dilema, saya ingin melahirkan normal tapi takut kejadian dulu berulang tapi untuk menjalani sesar kok ya mental ini gak bisa menerima (saat itu...)

Kini 01 Nopember 2017, seminggu sudah sejak periksa terakhir 25 Oktober. Alhamdulillah sudah lebih legowo, menerima keputusan apapun hari ini. Saya sangggaaat bersyukur Allah masih hadiahi saya keluarga yang perduli, perduli banget, dan teman dekat. Setelah ngobrol sana - sini dan akhirnya mama saya tau, tadinya gak mo ngasih tau karena mama saya itu kalau sudah mikir sesuatu bisa tensinya naik, jadi rencana awal saya gak akan kasih tau bila opsi saya dan suami memilih sesar, pas nanti sudah selesai operasi baru deh ngasih tau-nya..., tapi karena roman - romannya mama mencium sesuatu yang gak rebes dan daripada dia kepikiran yang lain2, akhirnya di sela - sela obrolan santai saya selipkan soal opsi persalinan yang akan saya hadapi nanti. Alhamdulillah mama menerima, taaapppiii ya namanya orang tua.... tetep aja ada mikirnya....

Sore nanti jadual saya kembali periksa, dan artinya hampir tiba keputusan final.nya. Oiya hari ini Rekam Jantung terhadap debay juga akan dilakukan, Speechless sih... dari awal hingga masuk usia minggu ke-37 segalanya ok dan baik - baik saja (kehamilan yang lalu saya masih keserang sakit demam di bulan ke-4 dan keputihan terus hingga mendekati persalinan tapi tidak dengan kehamilan kedua ini, Alhamdulillah lancar jaya) tapi opsi persalinan sesar tetap ada lantaran riwayat melahirkan saya dulu yang baby-nya meninggal saat lahir.

Saya pasrahkan kepada Yang Maha Hidup dan Pemberi Takdir Terbaik, Allah Ar-Rahman...,
Saya, suami, keluarga, dan tim medis kan sudah berupaya di alurnya masing - masing, tetapi semua selalu berbalik lagi..., Allah - lah Yang Maha Mengatur dan Menetapkan. Hingga detik ini saya menulis saya berharap mules mau melahirkan... hhhmmm jadi dapat pelajaran lain..., saya mensyukuri kelahiran normal saya yang dulu saya takuti tapi sekarang saya impikan justru saat Allah mengambil anak pertama saya..., tak terpikir lagi soal gimana solusinya hari ini. Toh bilapun saya dan semua yang andil disini seperti keluarga dan dokter sepakat menempuh persalinan dengan jalan sesar, Allah tetap Kuasa menjalankan Keinginan-Nya, itulah yang saat ini saya optimis sematkan terus dalam hati, bisa saja kan tinggal besok hari-H operasinya eh malam ini debay malah ngajakin keluar lewat jalan normal?...

Karena sungguh saya yakin hanya Kehendak dan Mau-Nya Allah saja yang pasti Terjadi, dan pasti Baik karena Allah Maha Baik :-)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Persalinan - Estimasi Biaya Bersalin @RSIA Budi Kemuliaan

Alhamdulillah ala kulli hal, sambil menunggu debay launching, kali ini saya mau share sedikit soal estimasi biaya persalinan yang saya dapat dari RSIA Budi Kemuliaan, RS yang selama ini saya jadikan tempat pemeriksaan anak kedua saya dan Insya Allah tempat bersalin debay nanti. Ini penampakan price list-nya...
Dulu saya bingung kok gak ada keterangan kelas - kelasnya yah...? ternyata langsung dengan namanya dan dalam lembar info harga itu pake acara disingkat - singkat lagi nama kamarnya #EtaTerangkanlah. Berhubung saya gak enak kan nanya - nanya banyak, jadi saya langsung aja tanya kelas I itu yang mana karena jatah dari kantor misua lewat asuransi Mandiri In Health saya dapat kelas I. Awalnya saya tanya kelas dua yang mana daftar harganya, karena saya gak ngeh kalau kartu Mandiri In Health saya ternyata adalah Kelas I (Haduuuhhh.... kartu yang saban hari mengisi dompet aja gak apal kelas kamar-nya... qiqiqiqi....) Informan mbak suster bilang kalo kelas II yang ini (sambil menunjuk …

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Kedua)

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh..., Alhamdulillah baik saya maupun anda masih Allah perkenankan usia yang mudah2an tetap dalam berkah dari-Nya, Aamiin Yaa Fattaah. Sholawat dan salam terus kita panjatkan kepada manusia terbaik yang sudah pasti masuk Jannah-Nya, Rasululullah Shallallahu’alaihi Wasallam beserta keluarga, kerabatnya, para sahabat, dan siapapun yang mengkuti sunnah beliau hingga akhir massa nanti, Aamiin Yaa 'Azhiim.

Minggu ini Insya Allah, Sabtu 20 Mei 2017 saya akan bertolak (#weeeekkk...) ke RSIA Budi Kemuliaan (BK) karena jadwal cek rutin bulanan kehamilan saya yang memasuki bulan ke 3, buuutttt... saat ini saya gak lagi mau ngomongin bulan ke-3-nya (ya iyalah cuy ini aja baru tanggal 17 Mei.... begimana ente?!) akan tetapi mau orat - oret menulis soal cek kehamilan saya bulan ke-2 lalu hehehe #telat mposting-nya :-D.
Bulan kedua saya cek pada tanggal 22 April 2017. Tiba di BK sudah mendekati pukul 2 alias injury time karena dr. Flora jadwal yang siang…

Periksa Kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan (Bulan Pertama)

Assalamualaikum sobat, Alhamdulillah Allah masih saja menumpahkan kasih sayang-Nya yang hingga kini baik saya maupun anda dalam ukuran terbaik menurut-Nya :-)

Kali ini mau sharing tentang biaya periksa kehamilan di RSIA Budi Kemuliaan, barangkali aja informasi ini turut membantu para moms yang saat ini mencari - cari referensi RSIA atau menjadikan RSIA Budi Kemuliaan sebagai pilihan untuk periksa kehamilan hingga persalinan nanti.

Tanggal 25 Maret 2017 lalu Alhamdulillah saya dipastikan positif hamil oleh dr. Spog bernama Dokter Flora yang bertugas di RSIA Budi Kemuliaan, walau seminggu lebih sebelumnya saya pun sudah mengetahui bahwa "mungkin" saya hamil karena testpack menunjukkan garis 2 merah, tapi berhubung saya berpedoman kalo belum ada bukti otentik lewat USG masih belum PD bilang "Yes I Am, Alhamdulillah I'm pregnant", meski saya yakin banget, karena pengalaman di kehamilan yang pertama dan selama ini siklus saya tidak pernah mundur/lambat kecuali hami…