Ni'mat yang Ditangisi

"Hhhhmmm kerja lagi..."
Begitu gumam dan keluhan suami saya pada suatu pagi, saya tersenyum. Belum sempat saya tanggapi agar ia upayakan syukurnya, ia sudah berseloroh lagi,

"Selalu aku ingat kalo aku pas males kerja ungkapan dari .... (lalu dia sebutkan salah satu nama temannya yang saya lupa qiqiqiqi...), dia bilang gini :

"Masih mending hari senen kerja lagi daripada mulai nyari kerja lagi"


Ah bisa saja..., lalu saya tanya kenapa. Meski paham yang ia ucapkan, tetapi obrolan agak bijak begitu tuh juaruang #jarang banget misua kemukakan (udah jarang pake banget lagi). Bisa sih diajak serius cuman kesan santainya lebih terlihat dan biasanya ya cenderung sinis bila ada caption, mention, atau apalah seputar quote atau meme bijak (apalagi motivasi plus motivator-nya). Makanya saya cukup suprised dia bisa ngobrol bahasa kesyukuran gitu #EhSalahLagi..., nggak bener diprotes, udah bener "ditumben - tumbenin" wkwkwkwk...

"ya capek sih, minggu ini sibuk banget, sampe minggu aja aku harus kerja. Dan sekarang udah senen, tapi tetep masih enak daripada aku pagi ini nyari kerja" #Jleb, kok kaya'nya untaian kalimatnya ada adem - ademnya ya yah hohoho...
Lalalalalalala.... "emang kenapa lagi yah" #pertanyaan yang bodoh sih ini
"ya iyalah..., kan aku pernah ngerasain gak kerja dulu2"
"OOOO...."
-----
Ngertilah, semingguan itu dia sibuk dengan aktivitas yang cukup padat merayap. Apalagi temannya masih cuti lahir, otomatis lebih sibuk plus ngajarin anak baru sementara pengganti temannya itu. Dan di minggu itu ada bazar pula. Eh eh eh jadi inget saat itu bazar yang diadain Pegadaian cabang misua bekerja pas bingits deket tempat kerja..., jadilah saya dan gerombolan staf kantor menyatroni suami saya yang asyik masyuk bekerja melayani bu ibuk yang sedang pilah dan pilih emas qiqiqiqi... #MaapYaGagalPokus.

Keesokannya kegiatan padat my hubby sudah menunggu, Jum'at hingga Minggu dia harus ngejogrok #DuhBahasaApaPulakini di Kanwil menghadiri Diklat yang bagi misua harus mendengarkan presentasi mulai jam 8 pagi teng sampai jam 6 sore teng adalah pertempuran yang luar dari biasa a.k.a luar biasa as known as luar biasa bingits jenuhnya #Lebaaayyy.

Tapi kan ada momen cekakak - cekikik juga seperti cuap - cuap #diskusi kelompok dari cabang lain, pun diselingi mam bareng, juga kopi patah #CoffeeBreak yang masih ada haha dan hihi, tapi teteeep lah cuy yang namanya belajar pasti membawa aroma tajam dan hawa kuat supaya ogah2an juga kan... hehehehe...

Ya ya ya ya, begitulah manusia (Iya saya juga), tak pernah puas bahkan meminta lebih yang bila kemauannya sudah dituruti justru tak pernah jadi henti, adaaaa ajaaa maunyaaaa. Akhirnya saya paham, syukur itu emang dipaksain harus ada. Kalo nggak dipaksain ya kita gagal jadi "orang hidup", ngeluuuuhhh mulu, sedangkan namanya hidup tidak melulu sedih dan nggak terus - terusan hepi.

Yap! begitulah Yang Maha Apapun sempurnanya memberi ujian, cobaan untuk hamba - hambaNya, salah satunya adalah menanamkan rasa syukur supaya "tumbuh", termasuk syukur atas yang sudah lewat. why eh why?
  1. Dengan cobaan, mayoritas manjur membuat seluruh umat Rasulullah mendadak khusyu', mendadak rajin, mendadak ngaji, dan mendadak2 perbuatan baik lainnya yang muatannya ibadah (syukur Alhamdulillah terus kontinyu demikian)
  2. Dengan cobaan or ujian dari Allah (nah ini nih yang paling sering) jadi ngerasssaaa banget kalo apa2 dan semua2 yang sebelumnya kita rasain tuh enaknya ampun2nan. Berasa enaaakkk banget makan sesukanya pas batuk, sariawan, atau lagi sakit puyut. Saat gak batuk mo gorengan 1 truk nih tenggorokan woke woke saja, tapi pas batuk2? duh duh duh duh... jangan ditanya deh... baru juga secuprit nggigit pisang goreng yang manis (kaya' saya) eh udah uhuk - uhuk guatelnya tenggorokan bahkan bisa uwek - uwek dan ngeluarin aer mata saking gak bisanya kena minyak gorengan (padahal dikit loh ...) sambil ber-istigfar..., padahal kalo lagi sehat sih lebih sering lupa bilang Bismillah saat mulai makan dan Alhamdulillah setiap selesai makan dibanding dengan bilangnya!
Itu baru 2 gelintir hikmahnya dapat ujian sedih. Ya wajar lah ya ada rasa duka, lara, atau air mata yang mampir. Tapi dengan ujian biasanya nih ya kita jadi cepet inget sunatullah itu berlaku, apa itu? ya itu, abis sedih melanda pasti ada bahagia setelahnya. Nyatanya yang penting itu tuh bukan itu lo, tetapi sikap terbaik saat kita di uji entah sedih atau hepi. Bila "mampu bersikap" di semua kondisi hidup, Rasulullah yang bilang itu baik bagi kita #DapetPahala.

Adakalanya saat datang suatu kondisi yang kita label-i sebagai ketidaknyamanan hidup #VersiSendiri membuat kita menggerutu, tapi lain waktu saat datang kondisi lain yang kita label-i lagi sebagai ketidak enakan hidup lantas membandingkan bahwa kondisi tidak nyaman yang lalu kita gerutukan  lebih "mending" dan baru deh disyukuri...

Sering kan kita mendengar bahkan mungkin diri sendiri bilang "ya kalo kaya' gini sih enakan juga dulu bla bla bla..." semua jadi serba gak rebes di"mata kita", padahal apa yang menimpa kita pasti sudah Allah ukur dan apa yang Allah sengaja ijinkan terjadi untuk diri ini pasti ada seneng dan lelahnya, bukankah Allah lewat Firman-Nya bahwa manusia itu memang dalam kondisi susah payah? 

Normal yang namanya capek, puyeng, pusing, penat, letih, lesu, dan segambreng bilangan yang menggambarkan kondisi kepayahan... but it's Life, ini hidup, ini dunia..., kalau senang selamanya pasti bukan dunia, Surga namanya.

Kalau dengan teman atau atasan aja kita bisa nggak enakan atau takut yang bersangkutan kuciwa, maka sudah selayaknya lebih gak enak juga dong dengan Yang Maha Mencipta bila bersyukur kudu menunggu kondisi lain yang lebih susah agar yang nggak enak saat ini bisa disyukuri atau melihat dulu yang lebih tertindas baru bersyukur karena kita tidak se-tertindas itu.

Syukur memang sulit tapi mutlak diupayakan, karena akan lebih sulit banget bingits saat Allah mengambil ni'mat yang saat ini sedang kita kecap walau cuman dicabut oleh Allah sedikit...

Sumber Gambar : @SahabatSurga


Komentar

  1. Assalamualaikum mba, salam kenal yaa.. Saya mau nanya perihal periksa di RS Budi Kemuliaan mba, kalau saya nanya disini kayanya bakalan lama komunikasinya ya mba hehehe ada instagram gak mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam Warrahmatullahi Wabarakatuh bund Reyna. Hohoho saya baru baca komen di blog ini setelah membalas pesan2 WA mbak Reyna. Mudah2an membantu ya bund apa yg sudah saya sampaikan. Sehat terus dalam berkah yah, Aamiin 😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer